Karangploso adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Kecamatan ini terletak tepat di utara Kota Malang dan timur Kota Batu, dengan wilayah yang memanjang hingga lereng Gunung Arjuno. Selain itu, Karangploso juga dilintasi jalur alternatif strategis yang menghubungkan Surabaya dengan Batu tanpa melalui Kota Malang. Di jalur tersebut terdapat pusat kecamatan Karangploso, tepatnya di Desa Girimoyo dan sekitarnya yang terdapat Pasar Karangploso, pasar sayur, alun-alun, hingga rest area yang cukup ramai. Tempat wisata terkenal di Karangploso antara lain Malang Skyland, hutan pendidikan Universitas Brawijaya dan Gunung Mujur, wisata air Tirtasani, serta Sumber Nyolo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Karangploso | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Malang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Niwatha Lik Ulama, SSTP., M.M. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 83.938 jiwa | ||||
| Kode pos | 65152 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.07.23 | ||||
| Kode BPS | 3507290 | ||||
| Luas | 58,74 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 | ||||
| |||||
Karangploso adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Kecamatan ini terletak tepat di utara Kota Malang dan timur Kota Batu, dengan wilayah yang memanjang hingga lereng Gunung Arjuno. Selain itu, Karangploso juga dilintasi jalur alternatif strategis yang menghubungkan Surabaya dengan Batu tanpa melalui Kota Malang.[1] Di jalur tersebut terdapat pusat kecamatan Karangploso, tepatnya di Desa Girimoyo dan sekitarnya yang terdapat Pasar Karangploso, pasar sayur, alun-alun, hingga rest area yang cukup ramai.[2] Tempat wisata terkenal di Karangploso antara lain Malang Skyland, hutan pendidikan Universitas Brawijaya (UB Forest) dan Gunung Mujur, wisata air Tirtasani, serta Sumber Nyolo.[3][4][5]

Karangploso adalah kecamatan yang terletak di utara Kota Malang dan berada di lereng selatan Gunung Arjuno. Di lereng tersebut terdapat kawasan perbukitan dan hutan yang asri sehingga dimanfaatkan untuk wisata misalnya kawasan Gunung Mujur dan UB Forest. Sedangkan ujung utara Karangploso yang paling dekat dengan Arjuno merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Raden Soerjo.[3] Karangploso memiliki lahan yang subur untuk dijadikan lahan perkebunan. Masyarakat di lereng Arjuno juga banyak yang berprofesi sebagai peternak sapi perah. Hasil produksi susu kemudian ditampung di KUD Karangploso untuk dijual ke perusahaan besar seperti Nestle.[6] Warga Surabaya dapat menuju ke Kota Batu melalui simpang empat Karanglo di Singosari kemudian ke arah barat menuju pusat kecamatan Karangploso.[1]
Batas wilayah Kecamatan Karangploso adalah sebagai berikut:[7]
| Utara | Gunung Arjuno |
| Timur | Kecamatan Singosari |
| Selatan | |
| Barat |
Kecamatan Karangploso terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh. Pusat pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Girimoyo, dan di desa tersebut terdapat Dusun Karangploso yang menjadi nama kecamatan. Desa, dusun, dan dukuh tersebut yakni sebagai berikut:[7]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Ampeldento | Bunder, Jumput, Kasin, Kasin Putuk | [7] |
| 2 | Bocek | Bocek / Krajan, Jambon, Karanglo, Manggisari, Maris, Supiturang | [7] |
| 3 | Donowarih | Borogragal, Boro Tretes, Jarakan, Karangan, Karangjuwet, Sumberwangi | [7] |
| 4 | Girimoyo | Genengan, Karangploso, Ngambon | [7] |
| 5 | Kepuharjo | Karangploso Wetan, Kepuh Selatan, Kepuh Utara, Tlasih, Turi, Wringin Anom (Langgat) | [7] |
| 6 | Ngenep | Ngenep, Baba'an, Bontoro, Curah Kembang, Genitri, Kubung, Lowoksari, Mojosari (Glogor), Pentungan, Tumpangrejo | [8] |
| 7 | Ngijo | Ngijo, Kagrengan, Kedawung, Kendalsari, Leses, Ngepeh, Perum GPA (Griya Permata Alam), Takeran | [9] |
| 8 | Tawangargo | Boro Gondang, Boro Sumbersari, Kalimalang, Lasah, Leban, Ngudi, Suwaluhan | [7] |
| 9 | Tegalgondo | Babatan, Dawuhan, Gondang, Ketangi, Wunutsari | [7] |
Karangploso tidak pernah mengalami pemekaran kecamatan. Namun, Karangploso mengalami perubahan wilayah akibat perpindahan desa ke kecamatan lain. Pada tahun 1987, Kota Malang mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga pemerintah pusat melakukan perluasan wilayah dengan menggabungkan wilayah dari Kabupaten Malang. Salah satunya Desa Tasikmadu dan Tunggulwulung yang dikeluarkan dari Kecamatan Karangploso dan bergabung ke Kecamatan Lowokwaru.[10] Kemudian pada tahun 1993, Karangploso kembali mengalami pengurangan wilayah dengan terbentuknya Kota Administratif Batu yang mengambil Desa Giripurno dan Pendem.[11]


