Menorah adalah sebuah kandil bercabang tujuh yang dijelaskan dalam Alkitab Ibrani dan sumber-sumber kuno kemudian sebagai tempat lilin yang digunakan di Kemah Suci dan Bait Suci di Yerusalem. Dalam rangka pembangunan Kemah Suci Allah memerintahkan untuk membuat sebuah "Menorah", yaitu "Kandil" atau "Kaki Pelita", berhias terbuat dari emas. Dari batang tiang utama yang menyangga pegangan pelita, muncul 3 pasang cabang dengan arah berlawanan, yang pada ujung-ujungnya ada pegangan pelita berbentuk bunga. Gambar pada beberapa uang logam dan Gerbang Titus di Roma, menolong untuk memperoleh bentuknya yang jelas, karena saat ini barang aslinya tidak diketahui lokasinya, sejak kehancuran Bait Suci Pertama pada abad ke-6 SM.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Menorah[a] adalah sebuah kandil bercabang tujuh yang dijelaskan dalam Alkitab Ibrani dan sumber-sumber kuno kemudian sebagai tempat lilin yang digunakan di Kemah Suci dan Bait Suci di Yerusalem. Dalam rangka pembangunan Kemah Suci Allah memerintahkan untuk membuat sebuah "Menorah", yaitu "Kandil" atau "Kaki Pelita", berhias terbuat dari emas (Keluaran 25:31). Dari batang tiang utama yang menyangga pegangan pelita, muncul 3 pasang cabang dengan arah berlawanan, yang pada ujung-ujungnya ada pegangan pelita berbentuk bunga. Gambar pada beberapa uang logam dan Gerbang Titus di Roma, menolong untuk memperoleh bentuknya yang jelas, karena saat ini barang aslinya tidak diketahui lokasinya, sejak kehancuran Bait Suci Pertama pada abad ke-6 SM.[1]
Menorah terbuat dari emas murni seberat satu talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, enam cabang – masing-masing tiga sebelah-menyebelah – dan tujuh buah pelita. Batang dan cabang dilengkapi dengan kelopak, tombol, dan kembang. Ukurannya tidak ditulis di dalam Alkitab.

Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya—dengan tombolnya dan kembangnya—haruslah seiras dengan kandil itu.
Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen mencatat perintah dan petunjuk pembuatan dalam Kitab Keluaranpasal 25:31-40, sebagai berikut:
Selanjutnya diberikan perincian:
Alkitab Ibrani juga mencatat proses pembuatannya dalam Kitab Keluaran pasal 37:17-24 yang dilakukan oleh Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, yaitu orang yang telah ditunjuk sebagai pembuat perkakas Kemah Suci, sebagai berikut:
Monumen Menorah (non-Hanukkah) bercabang 7 terbesar di dunia dikabarkan terdapat di kota Manado, Indonesia, sebuah negara dengan populasi Yahudi sekitar 200 orang saja. Pemerintah setempat, dari daerah Minahasa Utara, membiayai pendirian menorah raksasa yang berdiri pada ketinggian 62 meter itu pada tahun 2009 dengan biaya sekitar $150.000.[4]