Kandil merujuk kepada lima malam suci Islam, terkait dengan kehidupan Muhammad, saat menara-menara masjid diterangkan dan salat-salat khusus dilakukan, sebuah tradisi yang bermula sejak zaman Sultan Utsmaniyah Selim II pada abad ke-16, yang menerangi menara-menara masjid pada masa itu. Nama "Kandil" berasal dari kata Arab qindīl yang artinya tempat lilin atau lilin. Malam-malam Kandil memainkan peran kurang signifikan ketimbang perayaan Bayram.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kandil (dari kata bahasa Arab [قنديل] Galat: {{Lang}}: invalid parameter: |3= (bantuan); dan juga dari kata bahasa Latin: candēlacode: la is deprecated ) merujuk kepada lima malam suci Islam, terkait dengan kehidupan Muhammad, saat menara-menara masjid diterangkan dan salat-salat khusus dilakukan, sebuah tradisi yang bermula sejak zaman Sultan Utsmaniyah Selim II pada abad ke-16, yang menerangi menara-menara masjid pada masa itu.[1] Nama "Kandil" berasal dari kata Arab qindīl yang artinya tempat lilin atau lilin.[2] Malam-malam Kandil memainkan peran kurang signifikan ketimbang perayaan Bayram.