Kabauw, kadang dieja sebagai Kabau atau Kabaw, adalah sebuah negeri di kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kabauw Aman Samasuru | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Maluku |
| Kabupaten | Maluku Tengah |
| Kecamatan | Pulau Haruku |
| Luas | - |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - |
Kabauw, kadang dieja sebagai Kabau atau Kabaw, adalah sebuah negeri di kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia.[1]
Belum diketahui secara pasti asal-usul nama Negeri Kabauw. Namun kemungkinan diduga kata "kabau" atau "kabauw" berasal dari kata kaba, yang berarti ka'bah. Merujuk pada kiblat kaum Muslimin di seluruh dunia. Dugaan ini menguatkan pernyataan bahwa Islam sudah masuk ke pesisir Pulau Haruku untuk waktu yang lama. Negeri ini dikenali pula dengan teung-nya, Samasuru.
Kabauw berada di tepian Selat Haruku yang memisahkannya dengan Pulau Ambon. Negeri ini tergolong sebagai negeri pesisir, dengan permukiman di tepi pantai, tetapi pertuanan-nya meliputi perbukitan, hutan, dan perkebunan di pedalaman pulau. Negeri tetangga terdekat adalah Rohomoni yang permukimannya menyatu dan hampir tidak berbatas.
Negeri ini memiliki batas-batas, yakni sebagai berikut.
Penduduk Kabauw tergolong sebagai suku Ambon yang berasal dari Pulau Haruku. Semua penduduk asli negeri ini beragama Islam dan masih berbicara dalam bahasa tanah, yakni bahasa Haruku. Bahasa Melayu Ambon juga dipakai di negeri ini, khususnya dengan penduduk dari negeri-negeri Sarane yang sudah sejak lama tidak lagi menggunakan bahasa adat.
Negeri Kabauw merupakan satu dari empat negeri yang beragama Islam di Pulau Haruku selain Pelauw, Rohomoni, dan Kailolo. Keempat negeri ini ditambah dengan Hulaliu yang beragama Kristen Protestan pada masa lalu merupakan bagian dari serikat atau persekutuan adat yang disebut sebagai Uli Hatuhaha. Kecuali Hulaliu, negeri-negeri beragama Islam ini terlibat dalam penghancuran Kariu pada 1999.[2]
Dieter Bartels dalam daftar yang disusunnya menyebutkan bahwa Booi di Pulau Saparua merupakan gandong bagi Negeri Kabauw. Tidak ditemukan data-data yang lengkap mengenai hubungan antara kedua negeri, terkecuali bahwa matarumah Pattiasina yang menjabat sebagai raja (upu latu) turun-temurun di Booi, juga ditemukan bermukim di Kabauw. Ada pun Atlas Maluku mengkategorikan hubungan Kabauw-Booi sebagai pela.
Ada pula dugaan bahwa Kabauw masih terikat hubungan persaudaraan dengan Samasuru di Pulau Seram, dalam hal ini, nama teun Kabauw terinspirasi dari nama Negeri Samasuru dan boleh jadi sebagian penduduknya berasal dari Samasuru.
Kariu diserang pada awal tahun 1999, seperti Haruku-Sameth, oleh penduduk desa-desa Muslim tetangganya di Pelauw, Orij, Rohomoni, Kailolo, dan Kabau yang merupakan serikat desa kuno di Hatuhaha.