Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiHulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah
Artikel Wikipedia

Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah

Hulaliu atau dikenal pula sebagai Hurariu, adalah sebuah negeri yang terletak di kecamatan Haruku, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Negeri Hulaliu merupakan satu di antara lima negeri Amarima Hatuhaha bersama Pelauw, Kailolo, Rohomoni, dan Kabauw. Teun negeri ini adalah Haturessy Rakanyawa.

negeri di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
Diperbarui 24 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku Tengah
Negeri in Maluku, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Negeri in Maluku, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Hulaliu
Haturessy Rakanyawa
Amano Alasi
Negeri
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku
KabupatenMaluku Tengah
KecamatanPulau Haruku
Luas11,44 km²
Jumlah penduduk1.488 jiwa
Kepadatan130 jiwa/km²
RajaAbraham Tuanakotta
<i id=\"mwBA\">Haturessy Rakanyawa</i><br id=\"mwBQ\"/><i id=\"mwBg\">Amano Alasi</i>"}]]}'/>

Hulaliu atau dikenal pula sebagai Hurariu, adalah sebuah negeri yang terletak di kecamatan Haruku, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia.[1] Negeri Hulaliu merupakan satu di antara lima negeri Amarima Hatuhaha (Uli Hatuhaha) bersama Pelauw, Kailolo, Rohomoni, dan Kabauw. Teun negeri ini adalah Haturessy Rakanyawa.

Sejarah

Umumnya penduduk pulau Ambon dan pulau-pulau Lease berasal dari pulau Seram. Demikian pula dengan penduduk Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku. Menyebarnya penduduk dari pulau Seram menurut penuturan leluhur disebabkan oleh karena suatu kekacauan yang terjadi dipusat kerajaan Nunusaku saat itu, yakni terbunuhnya putri raja Nunusaku yang bernama Rapie Hai Nuwele sehingga orang mulai berpencar menyelamatkan dirinya masing-masing.

Berpencarnya orang-orang diatas, biasanya dalam kelompok-kelompok dan salah satu kelompok menuju ke selatan tepatnya di desa Seriawan, kemudian menyeberang ke pulau Haruku dan singgah di suatu tempat yang bernama “Nama Ea” (terletak antara desa Pelauw dan Kailolo sekarang). Kelompok besar ini terdiri dari kelompok Hulaliu, kelompok Pelauw, kelompok Kailolo, kelompok Rohomoni dan kelompok Kabau.

Namun mereka tidak betah disitu, maka berpindahlah mereka ke hutan yang bernama “Alaka” dan bergabung disana dan membentuk satu kelompok adat yang bernama “Uli Hatuhaha Amarima Lounusa”, artinya Perkumpulan lima negeri diatas batu.

Portugis

Pada tahun 1516 bangsa Portugis telah menguasai Jazirah Leihitu dan mereka terus melakukan perluasan daerah kekuasaan. Salah satu tujuannya adalah pulau Haruku dan usaha ini ditentang oleh kelompok Uli Hatuhaha yang kemudian pecahlah perang Alaka antara bangsa Portugis dengan Kelompok Uli Hatuhaha Amarima Lounusa. Perang ini dimenangkan oleh kelompok Portugis sehingga kelompok ini dipaksa untuk turun ke pantai.

Namun kelompok Hulaliu tidak langsung ke pantai tetapi menuju ke arah timur dan tiba disuatu gunung yang bernama Supurusu. Di Supurusu inilah kelompok Hulaliu terbagi menjadi dua, yakni kelompok Soa Pake dan kelompok Nusahuhu.

Struktur Kemasyarakatan dan Marga

Pemukiman Akhir

Di daerah Supurusu ini tidak terdapat air sehingga mereka berniat meneruskan perjalanan ke pantai dan berdiam sementara di tempat yang bernama “Aman Tawari”. Kemudian mereka mengutus lima kapitan untuk mencari tempat yang ada airnya. Kelima kapitan ini berkumpul di “Haturua” untuk kemudian berpencar mencari air.

Kapitan Siahaya tetap menunggu di Haturua sedangkan kapitan Noya, Sahureka, Taihuttu, dan Mataheru berpencar melakukan pencarian daerah yang dapat dihuni. Dari empat kapitan yang mencari air tersebut masing-masing menemukan air, namun yang sesuai dengan keinginan mereka berlima adalah air yang ditemukan oleh kapitan Taihuttu yang datang dari utara dan berkata dalam bahasa setempat “Wae Taria” yang artinya "Air disana". Oleh sebab itu hingga saat itu nama air itu adalah Wae Taria.

Selanjutnya dengan sukacita para kapitan itu naik menjumpai kelompoknya yang ada di Aman Tawari dan sambil berteriak dalam bahasa “Lai parutu eke Haturessy Nahaka Rakanyawa” yang artinya "datang berkumpul di Haturessy dan Pelabuhannya Rakanyawa".

Oleh karena itu negeri Hulaliu sering disebut juga dengan sebutan negeri “HATURESSY” yang artinya “Kelebihan”.

Gandong

Hulaliu memiliki hubungan yang harmonis dengan negeri tetangga. Negeri ini punya hubungan gandong dengan negeri Paperu, Laimu, Sila, Asilulu, Tulehu, dan Tial.[2]

Demografi

Agama

Penduduk asli Hulaliu semuanya menganut agama Kristen Protestan. Masyarakatnya dilayani oleh dua buah gereja, yaitu

  • Gereja Sidang Jemaat Allah Pos PI Hulaliu
  • Gereja Protestan Maluku Jemaat Hulaliu

Pemerintahan

Pembagian kelompok di Supurusu melahirkan struktur marga (familia) yang menjadi dasar penduduk Hulaliu:

  • Kelompok Soa Pake
    • Marga Patti: Laisina, Hatalaibessy, dan Tuanakotta.
    • Soa Taihuttu: Mataheru dan Pasanea.
  • Kelompok Nusahuhu
    • Soa Noya: Noya, Sahureka, dan Suribory.
    • Soa Siahaya: Siahaya, Maruanaya, dan Matulessy.

Referensi

  1. ↑ BPS Kabupaten Maluku Tengah (26 September 2024). Kecamatan Pulau Haruku dalam Angka 2024. Masohi: BPS Kabupaten Maluku Tengah. hlm. 8.
  2. ↑ Tanita Pattiasina (24 November 2022). Wattimena, Fandi (ed.). "Abdul Kadir Welemuly Dikukuhkan Sebagai Raja Negeri Laimu". Tribun Ambon. Ambon. Diakses tanggal 27 Juni 2024.
  • l
  • b
  • s
Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
Negeri
  • Aboru
  • Haruku
  • Hulaliu
  • Kabauw
  • Kailolo
  • Kariu
  • Oma
  • Pelauw
  • Rohomoni
  • Sameth
  • Wassu
Ikon rintisan

Artikel bertopik negeri di Maluku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Portugis
  3. Pemukiman Akhir
  4. Gandong
  5. Demografi
  6. Agama
  7. Pemerintahan
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kabupaten Maluku Tenggara

kabupaten di Provinsi Maluku

Maluku

provinsi di Kepulauan Maluku, Indonesia

Kabupaten Maluku Tengah

kabupaten di Provinsi Maluku

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026