Dom John IV yang juga dikenal sebagai João Sang Pemulih, adalah Raja Portugal dari tahun 1640 hingga kematiannya pada tahun 1656. Dia mengembalikan kemerdekaan Portugal dari kekuasaan Spanyol Habsburg dengan mengakhiri Uni Iberia yang telah berlangsung selama 60 tahun di mana Portugal dan Spanyol berbagi raja yang sama, dan dengan mendirikan Wangsa Braganza di atas takhta Portugis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| John IV | |
|---|---|
Potret oleh Peter Paul Rubens, sekitar 1628 | |
| Raja Portugal | |
| Berkuasa | 1 Desember 1640 – 6 November 1656 |
| Penobatan | 15 Desember 1640 |
| Pendahulu | Philip III |
| Penerus | Afonso VI |
| Kelahiran | (1604-03-19)19 Maret 1604 Istana Ducal Vila Viçosa, Vila Viçosa, Portugal |
| Kematian | 6 November 1656(1656-11-06) (umur 52) Istana Ribeira, Lisbon, Portugal |
| Pemakaman | Pantheon of the Braganzas |
| Pasangan | Luisa de Guzmán (m. 1633) |
| Keturunan | Teodósio, Pangeran Brasil Joana, Putri Beira Catherine, Ratu Britania Raya Afonso VI Pedro II |
| Wangsa | Braganza[1] |
| Ayah | Teodósio II, Adipati Braganza |
| Ibu | Ana de Velasco y Girón |
| Agama | Katolik Roma |
| Tanda tangan | |
Dom John IV (Joãocode: pt is deprecated ;[2][3] 19 Maret 1604 – 6 November 1656) yang juga dikenal sebagai João Sang Pemulih (João, o Restauradorcode: pt is deprecated ), adalah Raja Portugal dari tahun 1640 hingga kematiannya pada tahun 1656. Dia mengembalikan kemerdekaan Portugal dari kekuasaan Spanyol Habsburg[1] dengan mengakhiri Uni Iberia yang telah berlangsung selama 60 tahun di mana Portugal dan Spanyol berbagi raja yang sama, dan dengan mendirikan Wangsa Braganza di atas takhta Portugis.
Sebelum menjadi raja, ia adalah John II, Adipati Braganza ke-8. Ia adalah cucu dari Catherine, Adipatni Braganza,[4] seorang penggugat mahkota selama krisis suksesi Portugis tahun 1580. Menjelang kematiannya pada tahun 1656, Kekaisaran Portugis berada di puncak wilayahnya, meliputi seluruh dunia.[5]
João lahir di Vila Viçosa dan menggantikan ayahnya Teodósio II sebagai Adipati Bragança ketika calon pemimpin itu meninggal pada tahun 1630. Ia menikahi Luísa dari Gusmão (1613–1666), putri sulung Juan Manuel Pérez dari Gusmão, Adipati Kedelapan Medina-Sidonia, pada tahun 1633. Ia naik tahta Portugal (di mana ia dipegang sebagai keturunan sah) selama revolusi pada tanggal 1 Desember 1640, melawan Raja Spanyol Felipe IV.
Aksesinya menyebabkan (Perang Restorasi Portugal) dengan Spanyol yang berlarut-larut, yang hanya berakhir dengan pengakuan kemerdekaan Portugal di dalam pemerintahan berikut (1668). Portugal menandatangani aliansi dengan Prancis (1 Juni 1641) dan Swedia (Agustus 1641) tetapi dengan keperluan untuk kelangsungan di medan Pertempuran Tiga Puluh Tahun melawan Spanyol dan melawan Belanda gangguan-gangguan pada jajahan Portugis.
Di Spanyol, serangan pasukan Portugis mengalahkan Spanyol pada Montijo, didekat Badajoz, pada tahun 1644. Di luar negeri, Belanda mengambil Malaka (Jan 1641) dan Sultan Oman merebut Muscat (1650). Meskipun demikian Portugis, walaupun harus membagi pasukan mereka di antara Eropa, Brasil dan Afrika, berhasil merebut kembali Luanda, di Angola, dari Belanda pada tahun 1648 dan pada tahun 1654, memulihkan hampir seluruh Brasil, efektif berhenti menjadi koloni Belanda yang layak. Hal ini berlawanan dengan hilangnya Ceylon (Portugis Ceilão), yang sekarang adalah Sri Lanka, kepada Belanda yang mengambil Kolombo pada tahun 1656.
Raja João IV meninggal pada tahun 1656 dan digantikan oleh putranya Afonso VI. Putrinya, Catarina, Adipati Wanita Bragança, menikah dengan Raja Charles II dari Inggris.
João merupakan pelindung musik dan kesenian, dan seorang penulis musik yang cukup canggih; selain itu, ia merupakan seorang komposer. Selama pemerintahannya ia mengumpulkan salah satu perpustakaan terbesar di dunia, tetapi hancur di dalam Gempa Bumi Lisboa tahun 1755. Di antaratulisan-tulisannya adalah pertahanan Palestrina, dan Pertahanan musik Modern (Lisboa, 1649). Komposisinya yang paling terkenal adalah pengaturan dari Crux fidelis, sebuah karya yang tetap sangat populer selama Lent di antara paduan suara Gereja.

João menikahi Luísa dari Gusmão, putri Juan Manuel Pérez dari Gusmão, Adipati Medina-Sidonia Kedelapan. Pernikahan tersebut menghasilkan beberapa anak. Karena beberapa keturunan João lahir dan meninggal sebelum ayahnya menjadi Raja mereka tidak dianggap sebagai infante (pangeran) atau infantas (puteri) Portugal.
| Nama | Lahir | Wafat | Catatan |
|---|---|---|---|
| Dengan Luísa dari Gusmão ( 13 Oktober 1613 – 27 Februari 1666; menikah pada tanggal 12 Januari 1633) | |||
| Infante Teodósio | 8 Februari 1634 | 13 Mei 1653 | Pangeran Brasil dan Adipati Bragança Kesembilan. Mati muda. |
| Ana dari Bragança | 21 Januari 1635 | 21 Januari 1635 | |
| Infanta Joana (Joana) | 18 September 1635 | 17 November 1653 | |
| Infanta Catarina (Catarina) | 25 November 1638 | 31 Desember 1705 | umumnya dikenal sebagai Catarina dari Bragança. Permaisuri melalui pernikahannya dengan Charles II dari Inggris. |
| Manuel dari Bragança | 6 September 1640 | 6 September 1640 | |
| Infante Afonso | 21 Agustus 1643 | 12 September 1683 | Pangeran Brasil dan Adipati Kesepuluh Bragança. Menggantikannya sebagai Afonso VI, Raja Portugal yang ke-21 atau (yang ke-22 menurut beberapa sejarawan). |
| Infante Pedro (Pedro) | 26 April 1648 | 9 Desember 1706 | Adipati Beja, Jagabaya Kerajaan, Maharaja Wangsa Infantado dan Wali Kerajaan sebelum menjadi pewaris saudaranya Afonso sebagai Pedro II, Raja Portugal yang ke-22 atau (yang ke-23 menurut beberapa sejarawan). |
| Anak haram | |||
| Maria dari Bragança | 30 April 1644 | 7 Februari 1693 | Putri. |
João IV dari Portugal Cabang kadet Wangsa Avis Lahir: 19 Maret 1603 Meninggal: 6 November 1656 | ||
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Felipe III |
Raja Portugal dan Algarve 1640–1656 |
Diteruskan oleh: Afonso VI |