Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

International Development Finance Corporation

United States International Development Finance Corporation (DFC) adalah lembaga keuangan pembangunan dari pemerintah federal Amerika Serikat. DFC terutama berinvestasi pada proyek pembangunan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Lembaga independen ini dibentuk pada tanggal 20 Desember 2019 melalui penggabungan antara Overseas Private Investment Corporation (OPIC), Development Credit Authority (DCA) dari United States Agency for International Development (USAID), dan sejumlah lembaga kecil lain.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

International Development Finance Corporation
Lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang bertugas menyediakan bantuan untuk negara lainTemplat:SHORTDESC:Lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang bertugas menyediakan bantuan untuk negara lain
United States International Development Finance Corporation
Informasi lembaga
Dibentuk20 Desember 2019
Nomenklatur lembaga sebelumnya
  • Overseas Private Investment Corporation (OPIC) dan Development Credit Authority (DCA) dari United States Agency for International Development (USAID)
Kantor pusatWashington, D.C.
SloganInvesting in Development
Pejabat eksekutif
  • Scott A. Nathan, CEO
  • Nisha Desai Biswal, Deputi CEO
Situs webwww.dfc.gov

United States International Development Finance Corporation (DFC) adalah lembaga keuangan pembangunan dari pemerintah federal Amerika Serikat. DFC terutama berinvestasi pada proyek pembangunan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.[1] Lembaga independen ini dibentuk pada tanggal 20 Desember 2019 melalui penggabungan antara Overseas Private Investment Corporation (OPIC), Development Credit Authority (DCA) dari United States Agency for International Development (USAID), dan sejumlah lembaga kecil lain.[2][3]

DFC menyediakan pinjaman, jaminan pinjaman, investasi ekuitas, dan asuransi risiko politik untuk proyek pembangunan, studi kelayakan, dan bantuan teknis yang dilakukan oleh sektor swasta.[4] DFC berinvestasi di sejumlah sektor, seperti energi, kesehatan, infrastruktur, dan teknologi,[5] dengan memprioritaskan pemberdayaan perempuan, inovasi, investasi di Afrika Barat dan belahan bumi barat, serta perubahan iklim.[6]

Sejarah

Pada tahun 1969, Presiden Richard Nixon mengkonsolidasi program pembiayaan pembangunan Amerika Serikat ke Overseas Private Investment Corporation (OPIC), sehingga tidak lagi ditangani oleh United States Agency for International Development (USAID). Tujuan dari konsolidasi tersebut adalah untuk menciptakan pengelolaan kebijakan pembiayaan pembangunan yang lebih profesional. Pada dekade 2010-an, Presiden Barrack Obama makin mengkonsolidasi program pembiayaan pembangunan Amerika Serikat, seiring dengan makin meningkatnya investasi dari Tiongkok ke negara berkembang (terutama melalui Belt and Road Initiative).[7]

Presiden Donald Trump awalnya menolak OPIC. Untuk tahun anggaran 2018, ia bahkan menyerukan penghapusan OPIC,[8][9] tetapi advokasi oleh sejumlah pejabat pemerintah dan senator kemudian berhasil meyakinkannya untuk mendukung konsolidasi OPIC sesuai dengan prioritas kebijakannya.[8][10] Undang-Undang BUILD kemudian diperkenalkan untuk mendirikan lembaga ini.[10][11]

Undang-Undang BUILD

Undang-undang BUILD diperkenalkan di DPR dan DPD Amerika Serikat pada bulan Februari 2018,[12] dengan didasarkan pada proposal yang disusun oleh peneliti di Center for Global Development.[11] Undang-undang tersebut kemudian disetujui oleh DPD Amerika Serikat pada awal bulan Oktober 2018, setelah sebelumnya disetujui oleh DPR Amerika Serikat. Undang-undang tersebut lalu diteken oleh Presiden Trump pada tanggal 5 Oktober.[13]

Kekhawatiran mengenai investasi Tiongkok ke luar Tiongkok dan ketidakmampuan dari lembaga keuangan pembangunan Amerika Serikat untuk mengimbanginya merupakan faktor utama yang mendorong penerbitan undang-undang tersebut, dan pendirian DFC pun dilihat oleh banyak pihak sebagai upaya untuk mengimbangi Tiongkok.[9][12][14][15][16]

Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengurangi inefisiensi dalam kebijakan pembiayaan pembangunan Amerika Serikat, terutama pembatasan terhadap OPIC. Dibandingkan dengan OPIC, undang-undang ini mempermudah persyaratan kewarganegaraan Amerika Serikat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam investasi-investasi tertentu dari DFC, memperbolehkan DFC untuk memegang ekuitas (bukan hanya meminjamkan ekuitas), memperbolehkan DFC untuk mengambil risiko yang lebih besar pada proyek-proyek tertentu; dan memperbolehkan DFC untuk meminjamkan ekuitas dalam mata uang selain Dolar Amerika Serikat.[17] Total batas investasi DFC juga ditingkatkan menjadi $60 miliar, sementara OPIC sebelumnya hanya $29 miliar.[12]

Investasi dan prioritas

DFC berinvestasi di sektor sanitasi, infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan ketahanan pangan. DFC juga menyebut inovasi, pekerjaan berkelanjutan, perlindungan pekerja, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan perkuatan rantai pasok global sebagai tema besar dalam prioritas investasinya.[18] DFC menyatakan bahwa investasinya bertujuan untuk meningkatkan perkembangan dunia, kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan kepentingan masyarakat Amerika Serikat.[10]

Inisiatif spesifik dari DFC meliputi "2X Women's Initiative", yang diwariskan dari OPIC, yang fokus pada bisnis milik perempuan dan/atau produk dan jasa yang dirancang untuk memberdayakan perempuan.[19] DFC juga berkolaborasi dengan USAID dan sejumlah lembaga lain pada program "Power Africa", yang memfasilitasi kesepakatan di bidang energi di seantero Afrika,[20] dan inisiatif "Prosper Africa", yang diluncurkan pada tahun 2018 untuk mempromosikan investasi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan Afrika, guna mengimbangi pengaruh dari Tiongkok.[20][21]

Respon terhadap COVID-19

Pada tanggal 14 Mei 2020, Presiden Trump memberi kewenangan kepada CEO DFC untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan swasta guna mendukung penanganan COVID-19 atau memperkuat rantai pasok yang terkait.[22] Melalui DFC, pemerintah kemudian mengumumkan bahwa mereka berencana memberi pinjaman kepada Kodak sebesar $765 juta untuk memproduksi bahan baku obat, guna meningkatkan stok yang menipis akibat pandemi COVID-19 dan mengurangi ketergantungan terhadap pabrik di luar Amerika Serikat.[23] Pinjaman tersebut kemudian ditunda karena Securities and Exchange Commission mulai menyelidiki dugaan insider trading oleh pimpinan Kodak sebelum pengumuman pinjaman tersebut,[24] dan inspektur jenderal DFC mengumumkan pemeriksaan terhadap persyaratan pinjaman tersebut.[25] DFC pun mendapat banyak kritik atas pinjaman tersebut.[26] DFC juga telah memberi pinjaman sebesar jutaan dolar kepada ApiJect Systems.[27]

Pimpinan

Scott Nathan, CEO sejak bulan Februari 2022

CEO DFC saat ini, Scott Nathan, diajukan oleh pemerintahan Biden-Harris pada bulan September 2021 dan disetujui pada bulan Februari 2022.[28]

No. CEO Masa jabatan
1 Adam S. Boehler 1 Oktober 2019 – 20 Januari 2021
– Dev Jagadesan
(Plt.)
20 Januari 2021 – 9 Februari 2022
2 Scott A. Nathan 9 Februari 2022 – sekarang

Jabatan Deputi CEO pertama kali diisi pada tahun 2023 oleh Nisha Desai Biswal.[29]

No. Deputi CEO Masa jabatan
1 Nisha Desai Biswal 14 Agustus 2023 – sekarang

Tanggapan

Sejumlah pihak mengkritik investasi DFC di negara berpendapatan menengah ke atas yang tampaknya lebih ditujukan untuk menjalankan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, bukannya pembangunan internasional.[30][31] Scott Morris dari Center for Global Development pun mengkritik aturan anggaran federal yang mewajibkan DFC untuk memperlakukan investasi ekuitas sebagai pengeluaran "tanpa adanya pengurangan untuk laba yang diharapkan dari investasi tersebut," tidak seperti pinjaman, yang dianggarkan berdasarkan biaya subsidinya.[32]

Referensi

  1. ↑ Akhtar, Shayerah I.; Brown, Nick M. (10 January 2022). U.S. International Development Finance Corporation: Overview and Issues (Report). Congressional Research Service. hlm. 13.
  2. ↑ "President Donald J. Trump Signs H.R. 302 into Law". whitehouse.gov. Diakses tanggal 15 October 2018 – via National Archives.
  3. ↑ Thrush, Glenn (2018-10-14). "Trump Embraces Foreign Aid to Counter China's Global Influence". The New York Times. Diakses tanggal 15 October 2018.
  4. ↑ U.S. International Development Finance Corporation (Report). Congressional Research Service. February 2022.
  5. ↑ Akhtar and Brown 2022, p. 19.
  6. ↑ Akhtar and Brown 2022, pg. i.
  7. ↑ Akhtar and Brown 2022, pp. 1–4.
  8. 1 2 Kuo, Mercy A. (25 October 2018). "The US International Development Finance Corporation and China:Insights from Riva Levinson". The Diplomat. Diakses tanggal 21 March 2022.
  9. 1 2 Zengerle, Patricia (3 October 2018). "Congress, eying China, votes to overhaul development finance". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 March 2022.
  10. 1 2 3 Akhtar and Brown 2022, pp. 3–4.
  11. 1 2 Saldinger, Adva (5 December 2018). "How policy wonks, politicos, and a conservative Republican remade US aid". Devex. Diakses tanggal 22 March 2022.
  12. 1 2 3 Runde, Daniel F.; Bandura, Romina (12 October 2018). "The BUILD Act Has Passed: What's Next?" (dalam bahasa Inggris). Center for Strategic and International Studies. Diakses tanggal 22 March 2022.
  13. ↑ Akhtar, Shayerah I.; Lawson, Marian L. (15 January 2019). BUILD Act: Frequently Asked Questions About the New U.S. International Development Finance Corporation (PDF) (Report). Congressional Research Service. hlm. 5.
  14. ↑ Kliman, Daniel (16 November 2018). "Leverage the new US International Development Finance Corporation to compete with China". The Hill. Diakses tanggal 12 August 2019.
  15. ↑ Akhtar and Lawson 2019, p. 4.
  16. ↑ Lo, Kinling (12 January 2020). "US International Development Finance Corporation targets Asia as Washington seeks to offer alternative to Chinese cash". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 March 2022.
  17. ↑ Runde, Daniel F.; Bandura, Romina; Staguhn, Janina (2020). How Can the U.S. International Development Finance Corporation Effectively Source Deals? (Report). Center for Strategic and International Studies. hlm. 3.
  18. ↑ Akhtar and Brown 2022, pp. 19–20.
  19. ↑ Akhtar and Brown 2022, p. 20.
  20. 1 2 Runde, Bandura and Staguhn, pp. 3–4.
  21. ↑ Cook, Nicolas; Williams, Brock R. (17 November 2020). The Trump Administration's Prosper Africa Initiative (PDF) (Report). Congressional Research Service. hlm. 1.
  22. ↑ [https://trumpwhitehouse.archives.gov/presidential-actions/eo-delegating-authority-dpa-ceo-u-s-international-development-finance-corporation-respond-covid-19-outbreak/ www.whitehouse.gov]
  23. ↑ Rampton, Roberta (2020-07-28). "Trump Gives Medical Stockpile A 'Kodak Moment' With New Loan To Make Drugs". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-28.
  24. ↑ Michaels, Dave; Francis, Theo (4 August 2020). "Kodak Loan Disclosure and Stock Surge Under SEC Investigation". Wall Street Journal. Diakses tanggal 28 October 2020.
  25. ↑ Levy, Rachael (14 September 2020). "Kodak Deal Draws Review From Watchdog at Agency Involved in Planned Loan". Wall Street Journal. Diakses tanggal 28 October 2020.
  26. ↑ Rappeport, Alan; Swanson, Ana; Thrush, Glenn (25 October 2020). "Kodak Loan Debacle Puts a New Agency in the Hot Seat". The New York Times. Diakses tanggal 28 October 2020.
  27. ↑ "U.S. Bets On Small, Untested Company to Deliver COVID Vaccine". FRONTLINE (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-04-21.
  28. ↑ Lizza, Ryan (24 February 2022). "POLITICO Playbook: War in Europe". Politico. Diakses tanggal 13 March 2022.
  29. ↑ "PN483 — Nisha Desai Biswal — United States International Development Finance Corporation". United States Congress. July 27, 2023.
  30. ↑ Landers, Clemence; Morris, Scott; Kenny, Charles; Lee, Nancy; Estes, Jocilyn (25 March 2021). "Is DFC Going To Be a Development Finance Institution or a Foreign Policy Bank?". Center for Global Development. Diakses tanggal 17 January 2022.
  31. ↑ Savoy, Conor M. (20 September 2021). "Mission Creep at the Development Finance Corporation". Center for Strategic and International Studies. Diakses tanggal 17 January 2022.
  32. ↑ Morris, Scott (19 April 2021). "Current Budget Rules Stand in the Way of a Reasonable Path for US DFC to Realize Ambition on Climate and Pandemic Response". Center for Global Development. Diakses tanggal 17 January 2022.

Pranala luar

Sumber pustaka mengenai
International Development Finance Corporation
  • Sumber di perpustakaan Anda
  • Sumber di perpustakaan lain
  • Official website
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Undang-Undang BUILD
  3. Investasi dan prioritas
  4. Respon terhadap COVID-19
  5. Pimpinan
  6. Tanggapan
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Astra International

perusahaan asal Indonesia

Suzuki

perusahaan asal Jepang

Bank Dunia

lembaga keuangan internasional

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026