Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo atau UIN Palopo adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Palopo provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dahulu dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri Palopo yang merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palopo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Universitas Islam Negeri Palopo | |
|---|---|
UIN Palopo | |
Nama sebelumnya | STAIN Palopo IAIN Palopo |
| Moto | Smart and Green Campus |
| Jenis | Perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia |
| Didirikan | 27 Maret 1968 |
Lembaga induk | Kementerian Agama Republik Indonesia |
| Afiliasi | Islam |
| Rektor | Dr. Abbas Langaji, M.Ag. |
| Jumlah mahasiswa | 8.552 orang |
| Sarjana | 7.892 orang |
| Magister | 558 orang |
| Doktor | 17 orang |
| Lokasi | , , |
| Alamat | Jl. Agatis, Balandai, Kota Palopo |
| Julukan | UIN Palopo |
| Situs web | http://www.uinpalopo.ac.id |
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo atau UIN Palopo adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Palopo provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dahulu dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri Palopo yang merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palopo.
Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2025 tanggal 8 Mei 2025, tentang Universitas Islam Negeri Palopo, maka status IAIN Palopo berubah menjadi Universitas Islam Negeri Palopo.
STAIN Palopo,[1] sebelumnya dikenal dengan nama Fakultas Ushuluddin yang diresmikan berdirinya pada tanggal 27 Maret 1968 dengan status filial dari IAIN Alauddin di Ujung Pandang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 168 tahun 1968, status tersebut ditingkatkan menjadi fakultas cabang, dengan sebutan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Cabang Palopo.[2]
Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 65 Tahun 1982, status Fakultas Cabang tersebut ditingkatkan menjadi Fakultas Madya dengan sebutan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo. Dalam perkembangan selanjutnya dengan keluarnya PP No. 33 Tahun 1985 tentang Pokok-pokok Organisasi IAIN Alauddin; Keputusan Presiden RI Nomor 9 Tahun 1987 tentang Susunan Organisasi IAIN; KMA -RI Nomor 18 Tahun 1988 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja IAIN Alauddin, maka Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Palopo telah mempunyai kedudukan hukum yang sama dengan Fakultas-fakultas negeri lainnya yang ada di Negara Republik Indonesia. Berkenaan dengan kebijakan baru pemerintah tentang perguruan tinggi yang didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1997, maka mulai tahun 1997 Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo dibenahi penataan kelembagaannya dan dialihstatuskan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palopo dan berdiri sendiri.[2]
Setelah beralih status menjadi STAIN (1997), berubah menjadi IAIN (2015), dan akhirbnya menjadi Universitas (2025), perguruan tinggi ini ini mengalami perubahan cukup signifikan. Hal ini terlihat pada sistem tata kelola administrasi, keuangan dan kebijakan, sumber daya manusia semuanya mengalami kemajuan baik secara kuantitatif maupun kualitatif
Pada tahun 1968 hingga tahun 1997, UIN Palopo masih berada dibawah lingkup IAIN Alauddin Makassar dengan status fakultas dan dipimpin oleh seorang Dekan. Kemudian, setelah ditingkatkan menjadi STAIN Palopo, mulai tahun 1997 hingga tahun 2014 dipimpin oleh seorang Ketua. Setelah menjadi IAIN Palopo, pada tahun 2014 hingga sekarang dipimpin oleh seorang Rektor. UIN Palopo telah dipimpin oleh pejabat sebagai berikut:
1 Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag (2015-2023)
2 Dr. Abbas Langaji, M.Ag (2023-Sekarang)
UIN Palopo terdiri atas empat fakultas, yaitu:[3]
IAIN memiliki enam unit pelaksana teknis (UPT), yaitu: