Individu terakhir adalah individu yang terakhir kali diketahui dari sebuah spesies atau subspesies sebelum mengalami kepunahan. Pada saat individu terakhir mati, spesies tersebut dianggap punah. Istilah "endling" sendiri diambil dari korespondensi di jurnal ilmiah Nature dalam publikasi tanggal 4 April 1996. Dalam publikasi tersebut, komentator korespondensi tersebut menyarankan penggunaan kata endling sebagai kata benda untuk menyebut individu terakhir sebuah spesies. Jurnal Nature edisi 23 Mei juga menyarankan nama lain seperti ender, terminarch, dan relict.
Individu terakhir (bahasa Inggris:endlingcode: en is deprecated ) adalah individu yang terakhir kali diketahui dari sebuah spesies atau subspesies sebelum mengalami kepunahan. Pada saat individu terakhir mati, spesies tersebut dianggap punah. Istilah "endling" sendiri diambil dari korespondensi di jurnal ilmiah Nature dalam publikasi tanggal 4 April 1996. Dalam publikasi tersebut, komentator korespondensi tersebut menyarankan penggunaan kata endling sebagai kata benda untuk menyebut individu terakhir sebuah spesies.[1][2] Jurnal Nature edisi 23 Mei juga menyarankan nama lain seperti ender, terminarch, dan relict.[1][3]
Incas, individu terakhir parkit carolina (Conuropsis carolinensis) meninggal juga di Kebun Binatan Cincinnati (dan di kandang yang sama dengan Martha) pada tanggal 21 Februari 1918.[5][6] Incas mati setahun setelah kematian pasangannya, Lady Jane.[7] Spesies tersebut secara resmi dinyatakan punah pada tahun 1939.
Spesies burung Tympanuchus cupido cupido dinyatakan punah setelah individu terakhirnya, Booming Ben, dianggap telah mati setelah terakhir kali terlihat pada tanggal 11 Maret 1932 di Pulau Martha's Vineyard, Amerika Serikat.[8]
Individu terakhir dari ‘ō‘ō kaua‘i (Moho braccatus), yang sekaligus merupakan spesies terakhir dari famili Mohoidae, terekam oleh David Boynton menyanyikan panggilan kawin di pulau Kauai pada tahun 1987. Burung tersebut diyakini telah punah pada tahun 1992 sebagai akibat dari Badai Iniki.[10][11]
Individu terakhir auroch (Bos primigenius) diyakini mati di hutan dengan daerah Jaktorów, yang saat ini berada di negara Polandia, pada tahun 1627.[12]
Quagga (Equus quagga quagga) mengalami kepunahan di alam liar pada akhir tahun 1870-an akibat perburuan liar untuk daging dan kulitnya. Diyakini individu subspesies terakhirnya mati dalam penangkaran di Natura Artis Magistra, Amsterdam pada tanggal 12 Agustus 1883.[13]
Individu terakhir tarpan (Equus ferus ferus) mati dalam penangkaran di Kekaisaran Rusia pada tahun 1903.[14]
Individu terakhir harimau tasmania (Thylacinus cynocephalus) mati di Kebun Binatang Hobart pada tanggal 7 September 1936, mengakibatkan spesies terakhir dari famili Thylacinidae ini punah setelah bertahun-tahun diburu.[15]
Beruang cokelat meksiko (Ursus arctos horribilis) terakhir, juga dikenal sebagai beruang perak (bahasa Spanyol:oso plateadocode: es is deprecated ), diyakini mati ditembak di Sonora, Meksiko pada tahun 1976.[16]
Celia, individu terakhir ibex pirenia (Capra pyrenaica pyrenaica), ditemukan mati ditimpa pohon di Pegunungan Pirenia, Spanyol, pada tanggal 6 Januari 2000. Spesies ini telah didorong ke ambang kepunahan setelah diburu dan gagal berkompetisi dengan populasi ternak lainnya.[17]
Subspesies badak jawa di Vietnam, Rhinoceros sondaicus annamiticus, mengalami kepunahan setelah individu terakhirnya diketahui ditembak oleh pemburu liar pada tahun 2010 di Taman Nasional Cát Tiên. Subspesies ini telah mengalami penurunan populasi drastis setelah mengalami perburuan, kehilangan habitat, dan akibat dari Perang Vietnam.[18]
Setelah dianggap punah selama 113 tahun, seekor kura-kura galápagos pulau fernandina (Chelonoidis niger phantasticus) bernama Fernanda ditemukan dan diliput dalam seri Animal Planet, Extinct or Alive. Meski demikian, hanya Fernandalah satu-satunya individu spesies tersebut, menjadikannya sebagai spesies terakhir.[21]
Individu terakhir siput darat endemik di Polinesia Prancis, Partula faba, menempati akuarium di Kebun Binatang Bristol yang mati pada tanggal 21 Februari 2016.[23] Spesies ini sudah mengalami penurunan populasi secara signifikan dari 34 individu di tahun 2012[24] menjadi satu di tahun 2015.[23]
Beberapa biji-bijian ditemukan dalam penggalian arkeologi di Gurun Yudea pada tahun 1986 hingga 1987. Diketahui bahwa biji-biji tersebut merupakan spesies yang tidak diketahui dari genus Commiphora. Pada tahun 2009, biji tersebut menumbuhkan pohon yang dinamai Sheba. Pada tahun 2024, spesies tersebut secara tentatif diidentifikasi sebagai tsori atau balsam Yudea.[28]
↑Bunzel-Drüke, Finck, Kämmer, Luick, Reisinger, Riecken, Riedl, Scharf & Zimball: "Wilde Weiden: Praxisleitfaden für Ganzjahresbeweidung in Naturschutz und Landschaftsentwicklung
↑Linnard, Gareth; Sleightholme, Stephen R. (31 October 2023). "An exploration of the evidence surrounding the identity of the last captive Thylacine". Australian Zoologist. 43 (2): 287–338. doi:10.7882/AZ.2023.034.
↑Richard Gray and Roger Dobson (31 January 2009). "Extinct ibex is resurrected by cloning". The Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2 August 2009. Diakses tanggal 27 January 2014.