Ibex pirenia, atau yang juga dikenal dengan nama bucardo dalam bahasa Spanyol dan Aragon, bukardo dalam Basque, herc dalam Katalan, atau bouquetin dalam bahasa Prancis, adalah salah satu dari empat subspesies ibex iberia atau kambing liar iberia, yang endemik ke Pegunungan Pirenia. Ibex pirenia paling umum ditemukan di Pegunungan Cantabria, Prancis Selatan, dan Pirenia utara. Spesies ini umum pada kala Holosen dan Pleistosen akhir, dimana mereka memiliki morfologi, terutama beberapa tengkorak, yang ditemukan lebih besar dari pada subspesies-subspesies Capra lainnya diE Eropa barat daya dari masa yang sama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ibex pirenia | |
|---|---|
| Ilustrasi dari tahun 1898 | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Famili: | Bovidae |
| Subfamili: | Caprinae |
| Tribus: | Caprini |
| Genus: | Capra |
| Spesies: | |
| Subspesies: | †C. p. pyrenaica |
| Nama trinomial | |
| †Capra pyrenaica pyrenaica (Schinz, 1838) | |
Ibex pirenia (Capra pyrenaica pyrenaica), atau yang juga dikenal dengan nama bucardo dalam bahasa Spanyol dan Aragon, bukardo dalam Basque, herc dalam Katalan, atau bouquetin dalam bahasa Prancis, adalah salah satu dari empat subspesies ibex iberia atau kambing liar iberia, yang endemik ke Pegunungan Pirenia. Ibex pirenia paling umum ditemukan di Pegunungan Cantabria, Prancis Selatan, dan Pirenia utara. Spesies ini umum pada kala Holosen dan Pleistosen akhir, dimana mereka memiliki morfologi, terutama beberapa tengkorak, yang ditemukan lebih besar dari pada subspesies-subspesies Capra lainnya diE Eropa barat daya dari masa yang sama.
Pada Januari 2000, ibex pirenia terakhir mati, menandai punahnya subspesies ini. Subspesies lainnya masih sintas: Ibex spanyol barat atau ibex gredos dan ibex spanyol tenggara atau ibex beceite, sementara ibex portugal telah punah. Karena ibex pirenia terakhir mati sebelum para ahli dapat cukup menelaahnya, taksonomi dari subspesies ini masih kontroversial.
Setelah beberapa percobaan gagal dalam menghidupkan kembali subspesies ini melalui kloning, seekor spesimen hidup lahir pada Juli 2003. Ibex pirenia hasil kloning ini lahir di Spanyol melalui metode-metode kloning genetik, dengan makalah risetnya diterbitkan pada 2009.[2] Namun, ibex tersebut mati beberapa menit setelah kelahiran karena adanya cacat paru-paru.[3][4] Ibex pirenia menjadi satu-satunya hewan yang pernah dipulihkan dari kepunahan—dan juga satu-satunya yang punah dua kali.