Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWiki‘Ō‘ō kaua‘i
Artikel Wikipedia

‘Ō‘ō kaua‘i

‘Ō‘ō kaua‘i, juga diketahui dengan nama ‘O‘o‘a‘a, adalah burung pengisap madu Hawaii yang sudah punah dan endemik di pulau Kauai. Burung ini berada di hutan subtropis di pulau Kauai sampai awal abad ke-20, populasinya mulai berkurang. Suara burung ini terakhir kali terdengar pada tahun 1987 dan dinyatakan punah. Penyebab dari kepunahan burung ini adalah akibat dari datangnya tikus hitam, babi, dan nyamuk yang membawa penyakit terhadap burung. Burung ini juga punah sebagai akibat dari dirusaknya habitat burung ini.

Spesies burung yang punah
Diperbarui 6 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

‘Ō‘ō kaua‘i
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025)
‘Ō‘ō kaua‘i
Kaua‘i ‘Ō‘ō
Status konservasi

Punah  (1987)  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Meliphagidae
Genus:
Moho
Spesies:
M. braccatus
Nama binomial
Moho braccatus
(Cassin, 1855)
Artikel takson sembarang

‘Ō‘ō kaua‘i (Moho braccatus), juga diketahui dengan nama ‘O‘o‘a‘a, adalah burung pengisap madu Hawaii yang sudah punah dan endemik di pulau Kauai. Burung ini berada di hutan subtropis di pulau Kauai sampai awal abad ke-20, populasinya mulai berkurang. Suara burung ini terakhir kali terdengar pada tahun 1987 dan dinyatakan punah. Penyebab dari kepunahan burung ini adalah akibat dari datangnya tikus hitam, babi, dan nyamuk yang membawa penyakit terhadap burung. Burung ini juga punah sebagai akibat dari dirusaknya habitat burung ini.

Burung ini merupakan salah satu jenis burung pemakan madu berukuran kecil dari Hawaii, tetapi bukan spesies terkecil, dan memiliki panjang 20 cm. Burung ini berwarna hitam atau cokelat sangat gelap yang mengilau dengan kaki kecil berwarna kuning. Seperti pemakan madu lainnya, burung ini memiliki paruh yang tajam untuk memakan nektar. Sumber nektar kesukaan burung ini adalah spesies Lobelia dan pohon 'ohiʻa lehua. Burung ini juga makan invertebrata kecil dan buah. Burung ini adalah pembuat sarang berupa lubang di lembah berhutan tebal di pulau Kauai. Banyak binatang yang berhubungan dengan burung ini juga punah, seperti ‘Ō‘ō Hawai‘i, ‘Ō‘ō Moloka‘i, dan ‘Ō‘ō O‘ahu. Sedikit informasi yang diketahui tentang burung ini.

Daftar pustaka

  • BirdLife International (2004). Moho braccatus. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 11 May 2006. Database entry includes justification for why this species is listed as extinct

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Moho braccatus". 2016: e.T22704323A93963628. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22704323A93963628.en. ;

Pranala luar

  • Kauai oo - only footage known to exist[pranala nonaktif permanen]
Pengidentifikasi takson
Moho braccatus
  • Wikidata: Q19555
  • Wikispecies: Moho braccatus
  • ADW: Moho_braccatus
  • ARKive: moho-braccatus
  • Avibase: D4D46BE5B28D3442
  • BirdLife: 22704323
  • BOLD: 725776
  • BOW: kauoo
  • eBird: kauoo
  • ECOS: 5526
  • EoL: 45510030
  • GBIF: 2486982
  • iNaturalist: 12672
  • IRMNG: 11203092
  • ITIS: 178820
  • IUCN: 22704323
  • NatureServe: 2.106541
  • NCBI: 572106
  • Open Tree of Life: 917520
  • Paleobiology Database: 186407
  • Xeno-canto: Moho-braccatus
Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Daftar pustaka
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Moa raksasa

genus burung ratite yang sudah punah yang masuk kedalam famili moa. Spesies ini endemik terhadap Selandia Baru. Dinornis merupakan salah satu burung terbesar

Dodo

burung yang tidak dapat terbang yang sudah punah dan hidup di Pulau Mauritius

Columbidae

Keluarga dari burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026