Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Imam Soetardjo

Imam Soetardjo adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia. Selama duduk dalam Dewan Perwakilan Rakyat ia mewakili Partai Buruh. Ia menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 1954 hingga 1960. Setelah meninggalkan dunia politik, ia bekerja sebagai direktur bisnis di sebuah perusahaan milik negara hingga wafatnya.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Imam Soetardjo
Imam Soetardjo
Potret resmi, 1954
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
20 Februari 1954 – 24 Juni 1960
Informasi pribadi
Lahir(1916-01-21)21 Januari 1916
Tegalombo, Pacitan, Hindia Belanda
Meninggal6 November 1966(1966-11-06) (umur 50)
Jakarta
Partai politikPartai Buruh
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Imam Soetardjo ( EYD : Imam Sutarjo ; 21 Januari 1916 – 6 November 1966) adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia. Selama duduk dalam Dewan Perwakilan Rakyat ia mewakili Partai Buruh. Ia menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 1954 hingga 1960. Setelah meninggalkan dunia politik, ia bekerja sebagai direktur bisnis di sebuah perusahaan milik negara hingga wafatnya.

Kehidupan awal dan karier

Imam Soetardjo lahir pada tanggal 21 Januari 1916 di Tegalombo, Kabupaten Pacitan, yang saat itu merupakan bagian dari Hindia Belanda. Ia menempuh pendidikan di Taman Dewasa Rayacode: id is deprecated , sebuah sekolah menengah yang dikelola oleh gerakan Taman Siswa yang dipelopori oleh Ki Hadjar Dewantara. [1] Setelah lulus dari sekolah, ia mulai bekerja sebagai jurnalis pada tahun 1936 [2] atau 1937 [1] dan menjadi editor untuk surat kabar harian Keng Po di Batavia dari tahun 1937 hingga 1942 ketika pasukan Jepang datang di Hindia Belada. Sekitar waktu yang sama, Soetardjo bergabung dengan kelompok pemuda yang berhaluan nasionalis bernama Indonesia Muda dan Pemuda Taman Siswa, dan sebagai akibatnya ia ditangkap selama 8 bulan oleh pemerintah kolonial Belanda. [1]

Selama masa pendudukan Jepang (1942–1945), ia menjadi seorang editor dalam surat kabar milik Jepang yang bernama Asia Raya yang berkedudukan di Jakarta, serta merupakan seorang anggota Suishintai (Barisan Pelopor). Dalam organisasi tersebut, Soetardjo naik pangkat sampai menjadi daitaicho atau komandan. [2] Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, ia berada di Surakarta dengan posisi kepemimpinan dalam milisi Barisan Banteng dan juga menjadi pemimpin redaksi dalam harian Pasifik . Pada tahun 1949, ia ditangkap oleh Belanda dan dimasukkan ke dalam penjara sebagai tahanan politik selama 11 bulan. Setelah dibebaskan pada tahun 1950, ia bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Perburuhan . [1]

Karier politik

Soetardjo merupakan seorang anggota Partai Demokrasi Rakyat yang pada tahun 1952 bergabung dengan Partai Buruh pimpinan Iskandar Tedjasukmana yang pada masa itu menjabat sebagai Menteri Perburuhan. Dalam Partai Buruh, ia menjadi bagian dari kepemimpinan pusat partai.

Pada tahun 1953, ia pergi ke luar negeri ke Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda sebagai bagian dari tugas untuk mempelajari masalah perburuhan. Setahun kemudian, ia menjadi penasihat delegasi Indonesia yang menuju Perserikatan Bangsa-Bangsa . [1]

Pada tanggal 20 Februari 1954, Soetardjo diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara yang mewakili Partai Buruh. [2] Ia mempertahankan kursinya dalam pemilihan umum tahun 1955 dari daerah pemilihan Jawa Timur, di mana ia menjadi satu dari hanya dua orang anggota parlemen yang terpilih dari Partai Buruh. Di dalam DPR hasil pemilihan umum, ia duduk sebagai bagian dari Fraksi Pendukung Proklamasi. [1] Soetardjo dilantik sebagai anggota parlemen pada tanggal 24 Maret 1956 dan menjabat hingga tanggal 24 Juni 1960 ketika DPR dibubarkan dan digantikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). [3]

Kehidupan kemudian hari

Pada tahun 1950-an, pabrik perakitan mobil di Indonesia seperti Perusahaan Jasa Indonesia milik pengusaha Hasyim Ning merakit mobil buatan Amerika untuk perusahaan seperti General Motors . Presiden Sukarno berupaya menciptakan sebuah proyek 'mobil nasional' yang akan menjadi simbol kebanggaan nasional. Hal ini mendorong terbentuknya PT Industri Mobil Indonesia Usaha Negara dan Swasta (disingkat PT Imindo Uneswa) sebagai usaha patungan antara pemerintah Indonesia dan sektor swasta nasional. [4] Pada tahun 1965, Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 1965 yang menetapkan perusahaan tersebut sebagai 'badan vital' dan menunjuk pimpinannya. Soetardjo diangkat menjadi anggota dewan direksi perusahaan sebagai direktur bisnis.

Soetardjo meninggal pada tanggal 6 November 1966.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Parlaungan (1956). Hasil Rakjat Memilih Tokoh-Tokoh Parlemen (Hasil Pemilihan Umum Pertama — 1955) di Republik Indonesia [Results of the People's Election of Parliamentary Figures (Results of the First General Election - 1955) in the Republic of Indonesia]. Jakarta: C.V. Gita. hlm. 377–378.
  2. 1 2 3 Kami Perkenalkan [We Introduce] (PDF). Jakarta: Ministry of Information. 1954. hlm. 131 – via Wikimedia Commons.
  3. ↑ Seperempat Abad Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia [A Quarter Century of the House of Representatives of the Republic of Indonesia]. Jakarta: House of Representatives. 1970. hlm. 610, 626.
  4. ↑ Fakhriansyah, M. (2024-11-27). "Tinggal Selangkah Lagi, Mobil Nasional RI Gagal Terwujud" [Just One Step Away, The National Car of the Republic of Indonesia Fails to be Realized]. cnbcindonesia.com. Jakarta: CNBC Indonesia.

Pranala luar

  • Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 1965 [Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 1965].

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan karier
  2. Karier politik
  3. Kehidupan kemudian hari
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar film Indonesia tahun 2025

artikel daftar Wikimedia

What's Up with Secretary Kim

film Indonesia tahun 2025 oleh Rako Prijanto

Partai Buruh (1949)

partai politik di Indonesia (1949–1956)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026