Ilmu perpustakaan adalah bidang interdisipliner yang mempelajari teori dan praktik pengelolaan perpustakaan serta informasi. Bidang ini mencakup kegiatan pengumpulan, pengorganisasian informasi, penyimpanan dan pemeliharaan, pemanfaatan, serta penyiangan koleksi. Ilmu Perpustakaan membahas penataan dan pengelolaan sumber informasi melalui sistem klasifikasi serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pencarian, penelusuran, dan pemanfaatan informasi oleh pengguna. Bidang ini juga mengkaji dimensi sosial, ekonomi, politis, dan legal dari informasi dalam konteks perpustakaan maupun masyarakat. Aspek lain yang tidak terpisahkan adalah pelestarian nilai serta etika kepustakawanan yang berakar dari tradisi, sekaligus pengembangan prinsip etika informasi untuk menjamin keterbukaan, integritas, keberlanjutan, dan relevansi perpustakaan sebagai institusi pengelola pengetahuan di era digital.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Ilmu perpustakaan (Inggris: library science) adalah bidang interdisipliner yang mempelajari teori dan praktik pengelolaan perpustakaan (administrasi dan manajemen lembaga) serta informasi (pengorganisasian informasi). Bidang ini mencakup kegiatan pengumpulan (melalui akuisisi atau pengembangan koleksi), pengorganisasian informasi (klasifikasi, katalogisasi, indeks, abstrak, metadata, dan sejenisnya), penyimpanan dan pemeliharaan (preservasi dan konservasi), pemanfaatan (sistem temu kembali informasi, diseminasi, layanan referensi, penelusuran, dan literasi informasi), serta penyiangan koleksi. Ilmu Perpustakaan membahas penataan dan pengelolaan sumber informasi melalui sistem klasifikasi serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pencarian, penelusuran, dan pemanfaatan informasi oleh pengguna. Bidang ini juga mengkaji dimensi sosial, ekonomi, politis, dan legal dari informasi dalam konteks perpustakaan maupun masyarakat. Aspek lain yang tidak terpisahkan adalah pelestarian nilai serta etika kepustakawanan yang berakar dari tradisi, sekaligus pengembangan prinsip etika informasi untuk menjamin keterbukaan, integritas, keberlanjutan, dan relevansi perpustakaan sebagai institusi pengelola pengetahuan di era digital.
Secara akademis, mata kuliah atau topik yang dipelajari dalam ilmu perpustakaan biasanya meliputi topik tradisional perpustakaan: manajemen koleksi, klasifikasi, katalogisasi, metadata, preservasi dan konservasi, temu balik informasi, kemas ulang informasi, layanan/jasa referensi, layanan/jasa informasi, literasi informasi, bibliometrika, dan manajemen/administrasi lembaga. Selain itu, diajarkan pula topik yang berhubungan dengan dokumentasi dan kearsipan seperti manajemen arsip, manajemen rekod, atau studi/manajemen dokumen. Beberapa kampus juga mulai memberikan perkuliahan terkait topik yang lebih luas dalam lingkup ilmu informasi seperti audit informasi, tata kelola informasi, manajemen pengetahuan, dsb. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komputer, topik tentang sistem informasi manajemen, basis data, arsitektur informasi, pengembangan website, dan manajemen aset digital juga menjadi bagian mata kuliah penting menuju perpustakaan digital. Konsekuensi dari multidisiplinnya bidang ini, terkadang diajarkan pula terkait aspek hukum dan bisnis informasi, kajian pengguna, komunikasi ilmiah, penerbitan, dsb.
Ide-ide keilmuan ini muncul dan tercatat dari para praktisi pengelola material perpustakaan dan arsip di Eropa. Ditandai dari publikasi "Bibliotheca Universalis" oleh Conrad Gesner pada tahun 1545 menjadi ide awal dan prinsip umum salah satunya untuk pengindeksan. kemudian pada tahun 1627 terbit tulisan oleh Gabriel Naude berjudul Advice on Establishing a Library. Bertahun-tahun setelahnya publikasi mengenai sistem klasifikasi muncul misalnya dari Francis Bacon dan Gottfried von Leibnitz.[1]
Secara institusional keilmuan ini mulai terlihat diupayakan pada tahun 1808 di Jerman, dengan kemunculan istilah Ilmu Perpustakaan (Jerman: bibliothekswissenschaft). Ilmu perpustakaan mulai ditetapkan sebagai disiplin ilmiah pada periode ini. Pada tahun 1821 di Perancis, didirikan École Nationale des Chartes (ENC) menjadi sebuah lembaga yang turut mengembangkan pendidikan formal dan pelatihan untuk pustakawan, arsiparis, dan bibliografer. Pada tahun 1841 di Inggris, muncul publikasi pertama terkait katalog perpustakaan oleh Anthony Panizzi seorang pustakawan di the British Museum. Kemudian 36 tahun setelahnya terbentuklah Library Association of the United Kingdom (LAUK) pada tahun 1877. Pendidikan formal untuk ilmu perpustakaan di Inggris akhirnya dibuka di University College London dan di London School of Economics (butuh referensi). Pada tahun 1886 di Jerman, sebuah kelas pendidikan perpustakaan dikenalkan di University of Göttingen. Pada tahun 1887 di Amerika Serikat, Melvil Dewey memimpin dibukanya Columbia University School of Library Service sebagai sekolah perpustakaan untuk pustakawan melalui Columbia College School of Library Economy yang menjadikannya dianggap sebagai program pendidikan formal pustakawan berbasis universitas pertama di dunia, tepat setelah 11 tahun pendirian American Library Association (ALA). Pada tahun 1895 di Perancis mulai muncul studi-studi dokumentasi dengan tokohnya adalah Paul Otlet dan Henri LaFontaine. Hingga tahun-tahun berikut publikasi terkait keilmuan ini muncul dan tersebar dari Eropa menyeberangi Samudera Atlantik menuju daratan Amerika.[1] Hingga abad ke-20 Masehi, terkhusus pada tahun 1926 di Amerika Serikat, University of Chicago mendirikan program PhD pertama untuk Ilmu Perpustakaan. Australia dan Selandia Baru mulai menerapkan model pendidikan ilmu perpustakaan seperti di Amerika Serikat dan Inggris. Model pendidikan ini kemudian tersebar ke negara-negara Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan serta ke Kanada, Amerika Latin dan Amerika Selatan.[2]
Di Indonesia, sekolah pustakawan dimulai sejak tahun 1952 sebagai Kursus Pendidikan Pegawai Perpustakaan. Kemudian dilembagakan menjadi Sekolah Perpustakaan pada tahun 1959. Dua tahun setelahnya, yakni pada tahun 1961 Universitas Indonesia membuka pendidikan sarjana muda Jurusan Ilmu Perpustakaan FKIP-UI. Setelah kepindahannya dari FKIP ke Fakultas Sastra, jurusan ini kemudian membuka pendidikan sarjana (S1) pada tahun 1969, ini merupakan embrio dari Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya UI. Perguruan tinggi lain yang kemudian membuka jurusan ini adalah IKIP Bandung (Sekarang menjadi UPI Bandung) pada tahun 1975 sebagai pendidikan perpustakaan khusus disiapkan sebagai guru pustakawan (berbeda dengan program sarjana yang didirikan tahun 2008). Selanjutnya, program sarjana dan diploma perpustakaan mulai dibuka di berbagai perguruan tinggi negeri pada tahun 1978. [3]
Ledakan dokumentasi ilmiah selama dan setelah Perang Dunia Kedua memunculkan pengembangan pengkatalogan dan pengindeksan di kalangan ilmuwan, termasuk dikenalkannya teknologi baru: komputer. antara tahun 1950-1960, Otomasi dan penggunaan mesin terjadi hingga memunculkan spesialis informasi ilmiah (ide pengembangan Ilmu Informasi) dalam upaya menemukan sistem temu balik informasi yang dimunculkan dari partisipasi ilmuwan dengan latar belakang beragam seperti ilmu komputer, linguistik, ilmu perilaku, matematika, dan komunikasi. Ilmu perpustakaan modern kemudian menekankan pada pemanfaatan aplikasi teknologi modern yang menggabungkan antara sumber daya manusia dan komputerisasi (Human-Computer Interaction).
Pada tahun 1960-an, di kalangan akademisi dan praktisi terjadi penambahan kata informasi di belakang kata ilmu perpustakaan yang merupakan akibat dari perkembangan teknologi dan internet serta kebutuhan akan informasi yang semakin terdesak di sekitar profesional dan ilmuwan informasi. Fenomena ini menyebabkan konsekuensi misalnya dimulai pada 1960an departemen-departemen ilmu perpustakaan mulai menambahkan kata informasi di belakangnya. Diikuti oleh perubahan pada organisasi profesional seperti terbentuknya ASIST (Association for Information Science and Technology) di US dan peleburan IIS (the Institute of Information Scientists) menjadi CILIP (Chartered Institute of Library and Information Professionals) pada akhir dekade ini. Hingga akhirnya pada 10 tahun terakhir di Amerika Utara dan Eropa, bergeser beberapa departemen-departemen mulai mengganti namanya menjadi Ilmu Informasi atau Studi Informasi saja.
Tujuan dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi (LIS) didefinisikan oleh Belkin (1977, hlm. 22): "Memfasilitasi komunikasi yang efektif dari informasi yang diinginkan antara penghasil dan pengguna manusia" (lihat Ingwersen, 1992, hlm. 11). Tujuan ini dapat dirinci lebih lanjut:
Daftar publikasi jurnal ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang diterbitkan oleh perpustakaan atau perguruan tinggi atau lembaga riset lainnya di Indonesia, seperti yang terindeks GARUDA[5] dan terakreditasi SINTA,[6] beberapa di antaranya:
| No. | Nama Jurnal | Penerbit | Akreditasi | Tautan |
|---|---|---|---|---|
| 1. | BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi | Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/BRIN | SINTA2 | https://jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/baca |
| 2. | BIP (Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi) | Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada | SINTA2 | https://jurnal.ugm.ac.id/v3/BIP/issue/archive |
| 3. | Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan | Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran | SINTA2 | https://jurnal.unpad.ac.id/jkip/index |
| 4. | Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan | Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar | SINTA2 | https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/index |
| 5. | Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan | Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro | SINTA3 | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka/index |
| 6. | Record and Library Journal | Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga | SINTA3 | https://e-journal.unair.ac.id/RLJ/index |
Di Indonesia terdapat sejumlah 63 perguruan tinggi yang menyelenggarakan program gelar Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan berbagai jenjang mulai dari Diploma 3 (DIII), Sarjana Terapan (D-IV), Sarjana (S1), dan Magister (S2). Gelar yang diberikan untuk lulusan program studi ini beragam, tergantung kebijakan perguruan tinggi terkait. Beberapa contoh gelar yang diberikan S.IP. (Universitas Brawijaya), S.I.Ptk. (Universitas Terbuka), S.S.I. (sesuai peraturan Kepdirjen Dikti), S.Hum (Universitas Indonesia), dsb. Nomenklatur resmi untuk program studi ini di Indonesia adalah :
Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (APTIPI) kemudian dibentuk untuk memfasilitasi dan mengkoordinasikan perkembangan terkait pendidikan akademik ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia. Para sarjananya kemudian diwadahi dalam Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi (ISIPII). Di antara perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi seperti dikutip dari laman BAN-PT pada tahun 2025 adalah :
| Nomor | Perguruan Tinggi | Program Studi | Strata | Wilayah*) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Universitas Airlangga | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 2 | Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang | Ilmu Perpustakaan | D-III | PTAN |
| 3 | Universitas Lampung | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 4 | Universitas Negeri Padang | Informasi, Perpustakaan & Kearsipan | D-III | PTN |
| 5 | Universitas Pendidikan Ganesha | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 6 | Universitas Sebelas Maret | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 7 | Universitas Sumatera Utara | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 8 | Universitas Tanjungpura | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 9 | Universitas Udayana | Perpustakaan | D-III | PTN |
| 10 | Universitas Negeri Malang | Perpustakaan Digital | D-IV | PTN |
| 11 | Institut Agama Islam Negeri Curup | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 12 | Institut Agama Islam Negeri Kerinci | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 13 | Institut Agama Islam Negeri Palu | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 14 | Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi | S1 | PTAS |
| 15 | Universitas Airlangga | Ilmu Informasi Dan Perpustakaan | S1 | PTN |
| 16 | Universitas Bengkulu | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTN |
| 17 | Universitas Bina Mandiri Gorontalo | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 16 |
| 18 | Universitas Brawijaya | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 19 | Universitas Cahaya Prima | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 9 |
| 20 | Universitas Cenderawasih | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 21 | Universitas Diponegoro | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi | S1 | PTN |
| 22 | Universitas Halu Oleo | Perpustakaan Dan Ilmu Informasi | S1 | PTN |
| 23 | Universitas Indonesia | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 24 | Universitas Islam Makassar | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 9 |
| 25 | Universitas Islam Mulia Yogyakarta | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 5 |
| 26 | Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 27 | Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 28 | Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 29 | Universitas Islam Negeri Datokarama Palu | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 30 | Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 31 | Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 32 | Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim | Perpustakaan Dan Ilmu Informasi | S1 | PTAN |
| 33 | Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTAN |
| 34 | Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 35 | Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 36 | Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 37 | Universitas Islam Negeri Salatiga | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTAN |
| 38 | Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 39 | Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | PTAN |
| 40 | Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 41 | Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 42 | Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 43 | Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTAN |
| 44 | Universitas Kristen Satya Wacana | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 6 |
| 45 | Universitas Lancang Kuning | Ilmu Perpustakaan | S1 | 17 |
| 46 | Universitas Muhammadiyah Enrekang | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 9 |
| 47 | Universitas Muhammadiyah Mataram | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 8 |
| 48 | Universitas Muhammadiyah Ponorogo | Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam | S1 | 7 |
| 49 | Universitas Muhammadiyah Sinjai | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 9 |
| 50 | Universitas Negeri Jakarta | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTN |
| 51 | Universitas Negeri Malang | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 52 | Universitas Negeri Padang | Perpustakaan Dan Ilmu Informasi | S1 | PTN |
| 53 | Universitas Padjadjaran | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTN |
| 54 | Universitas Pendidikan Indonesia | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTN |
| 55 | Universitas Sam Ratulangi | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 56 | Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 1 |
| 57 | Universitas Sumatera Utara | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | PTN |
| 58 | Universitas Terbuka | Ilmu Perpustakaan | S1 | PTN |
| 59 | Universitas Widyatama | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 4 |
| 60 | Universitas Wijaya Kusuma Surabaya | Ilmu Perpustakaan | S1 | 7 |
| 61 | Universitas Yarsi | Perpustakaan Dan Sains Informasi | S1 | 3 |
| 62 | Universitas Airlangga | Sains Informasi Dan Perpustakaan | S2 | PTN |
| 63 | Universitas Indonesia | Ilmu Perpustakaan | S2 | PTN |
*) PTN: perguruan tinggi negeri, PTAN: perguruan tinggi agama negeri, PTAS: perguruan tinggi agama swasta, PTKL: perguruan tinggi kementerian lain, 01-16: PTS dibawah LLDIKTI
Pendirian Program Studi Ilmu Informasi
Pada 2022 untuk pertama kalinya didirikan program studi Sains Informasi yang diselenggarakan oleh FISIP UPN Veteran Jakarta [10]. Pendirian program studi ini menandakan adanya pemisahan yang jelas dan bukan variasi dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang sudah ada sebelumnya. Sains Informasi masuk ke dalam rumpun informasi bersama dengan 'perpustakaan dan sains informasi' dan 'manajemen arsip dan rekod informasi'. Sains Informasi sering dianggap sebagai perluasan dari library and information science.