Hubungan Jepang–Palestina adalah hubungan antara Jepang dan Palestina. Meskipun kedua negara tersebut memiliki hubungan bersahabat, Jepang tak mengakui Palestina sebagai negara berdaulat namun mengakui Otoritas Nasional Palestina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jepang |
Palestina |
|---|---|
| Misi diplomatik | |
| Kantor Perwakilan Jepang, Ramallah | Misi Umum Palestina, Tokyo |
| Wakil | |
| Duta Besar Yoichi Nakashima | Duta Besar Waleed Ali Siam |
Hubungan Jepang–Palestina adalah hubungan antara Jepang dan Palestina. Meskipun kedua negara tersebut memiliki hubungan bersahabat, Jepang tak mengakui Palestina sebagai negara berdaulat namun mengakui Otoritas Nasional Palestina.


Sebelum Jepang dan Palestina menjalin hubungan resmi, sebuah insiden serius terjadi. Tiga teroris Tentara Merah Jepang, dalam kerjasama dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina, membantai 26 orang dalam sebuah penembakan di terminal penumpang Bandara Lod pada 30 Mei 1972.[1]
Pada awalnya, sebuah kantor Organisasi Pembebasan Palestina dibuka di Tokyo pada 1977.[2] Yasser Arafat, Ketua PLO dan kemudian Presiden Palestina, mengadakan kunjungan resmi ke Jepang pada Oktober 1981.[3][4] Selain itu, Arafat mengunjungi Jepang sebanyak empat kali antara 1996 dan 2000.[5]
Presiden Mahmoud Abbas menjadi saalh satu tamu internasional upacara penahbisan Kaisar Jepang Naruhito pada 22 Oktober 2019. Abbas bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe di Istana Akasaka, Tokyo pada malam penahbisan.[6]