Hubungan Argentina dengan Swedia mengacu pada hubungan bilateral antara Argentina dan Swedia. Argentina saat ini memiliki kedutaan besar di Stockholm dan Swedia memiliki kedutaan besar di Buenos Aires serta tiga konsulat, masing-masing di Córdoba, Oberá, dan Tucumán. Komunitas Swedia di Argentina saat ini diperkirakan sekitar seribu orang, yang sepertiganya tinggal di Buenos Aires. Terdapat sekitar 30 perusahaan besar Swedia yang terwakili di Argentina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Argentina |
Swedia |
|---|---|
Hubungan Argentina dengan Swedia mengacu pada hubungan bilateral antara Argentina dan Swedia. Argentina saat ini memiliki kedutaan besar di Stockholm dan Swedia memiliki kedutaan besar di Buenos Aires serta tiga konsulat, masing-masing di Córdoba, Oberá, dan Tucumán. Komunitas Swedia di Argentina saat ini diperkirakan sekitar seribu orang,[1] yang sepertiganya tinggal di Buenos Aires.[2] Terdapat sekitar 30 perusahaan besar Swedia yang terwakili di Argentina.[1]
Kontak antara Swedia dan Argentina terjalin pada tahun 1834 ketika konsulat Swedia dibuka di Buenos Aires.[1] Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 3 Januari 1846. Di Paris pada tahun 1872, Swedia dan Argentina menandatangani perjanjian perdagangan pertama mereka.[3] Pada tahun 1906, kedutaan Swedia dibuka di Buenos Aires.[2]
Pada tahun 1884, kapal uap Swedia pertama berlabuh di pelabuhan Buenos Aires di bawah komando Kapten Erik Adolf Adde. Kapal tersebut penuh dengan produk industri yang dijual. Pada tahun 1887, Adde diangkat sebagai perwakilan Asosiasi Ekspor Swedia dan sebuah ruang pamer Swedia permanen didirikan di Avenida Belgrano 801 dengan tujuan menjual produk industri Swedia. Pada tahun 1904, pemilik perusahaan pelayaran Axel Johnson meresmikan jalur kapal uap langsung pertama antara Göteborg dan Buenos Aires. Hal ini meningkatkan omset perdagangan secara signifikan.[4] Pada tahun 1910, jalur tersebut menguntungkan dan nama “Johnsonlinjen” mulai digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kapal-kapal Johnson berlayar antara Swedia dan Argentina hingga tahun 1980-an sebelum jalur tersebut ditutup.[5] Pada tahun 1954, Kamar Dagang Swedia-Argentina didirikan sebagai tanggapan terhadap hubungan komersial yang berkembang antara kedua negara. Anggotanya adalah perusahaan-perusahaan Swedia yang beroperasi di Argentina, perusahaan-perusahaan Argentina yang beroperasi di Swedia, dan perusahaan atau individu yang memiliki kepentingan dalam hubungan ekonomi antara Argentina dan Swedia.[6]
Pada tahun 1977, gadis Swedia Dagmar Hagelin menghilang selama Perang Kotor kediktatoran militer Argentina. Selama perang ini, Swedia memainkan peran penting dengan menerima sejumlah besar warga Argentina yang melarikan diri dari kediktatoran negara tersebut.[2] Pada tahun 1978, Piala Dunia diselenggarakan di Argentina oleh junta militer Jenderal Jorge Videla. Perdebatan muncul mengenai apakah Swedia harus berpartisipasi atau tidak setelah lolos ke babak final.[7]
Kunjungan kenegaraan terakhir terjadi pada tahun 1998 ketika Presiden Argentina saat itu, Carlos Menem, mengunjungi Swedia.[1] Sejak tahun 2006, Dewan Perdagangan Swedia telah dibentuk dengan kantor Sekretaris Perdagangan di Buenos Aires.[8] Ekspor Swedia ke Argentina sebagian besar terdiri dari produk-produk teknik, terutama peralatan telekomunikasi.[9]
Pada tanggal 22 Desember 2010, diumumkan bahwa pemerintah Swedia telah memutuskan untuk menutup kedutaan Swedia di Buenos Aires karena alasan keuangan pada tahun 2011.[10] Namun, pengumuman ini dibatalkan beberapa bulan kemudian.
Perjanjian bilateral utama yang disepakati oleh Swedia dan Argentina:[2][9]