Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hidrogen halida

Hidrogen halida adalah senyawa anorganik diatomik dengan rumus umum HX dengan X adalah salah satu dari halogen: fluor, klor, brom, iodium, atau astatin. Hidrogen halida adalah gas yang dapat larut dalam air menghasilkan asam yang umum dikenal sebagai asam halida.

senyawa kimia
Diperbarui 16 April 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hidrogen halida

Hidrogen halida adalah senyawa anorganik diatomik dengan rumus umum HX dengan X adalah salah satu dari halogen: fluor, klor, brom, iodium, atau astatin.[1] Hidrogen halida adalah gas yang dapat larut dalam air menghasilkan asam yang umum dikenal sebagai asam halida.

SenyawaRumus kimiaPanjang ikatan
d(H−X) / pm
(fase gas)
modelDipol
μ / D
Fase larutan (asam)
hidrogen fluorida
(fluorana)
HF
1.86
asam fluorida
hidrogen klorida
(klorana)
HCl
1.11
asam klorida
hidrogen bromida
(bromana)
HBr
0.788
asam bromida
hidrogen iodida
(iodana)
HI
0.382
asam iodida
hidrogen astatida
astatin hidrida
(astatane)
HAt
−0.06
asam astatida

Vs. asam halida

Hidrogen halida adalah molekul diatomik yang tidak memiliki kecenderungan untuk mengion pada fase gas (meskipun hidrogen fluorida cair adalah pelarut polar yang mirip dengan air). Oleh karena itu, kimiawan membedakan hidrogen klorida dari asam klorida. Hidrogen klorida adalah gas pada suhu ruang yang bereaksi dengan air membentuk asam. Sekali asamnya terbentuk, molekul diatomik sulit dihasilkan kembali, kecuali melalui distilasi. Secara umum nama asam dan molekulnya tidak dibedakan dengan tegas seperti jargon laboratorium "HCl" yang sering berarti asam klorida, bukan gas hidrogen klorida.

Keberadaan

Hidrogen klorida, dalam bentuk asam klorida, adalah komponen utama asam lambung.

Hidrogen fluorida, klorida dan bromida juga merupakan gas vulkanis.

Sintesis

Reaksi langsung hidrogen dengan fluor dan klor masing-masing menghasilkan hidrogen fluorida dan hidrogen klorida. Dalam skala industri, gas ini diproduksi melalui perlakuan garam halida dengan asam sulfat. Hidrogen bromida terbentuk ketika hidrogen dan brom bergabung pada suhu tinggi dengan adanya katalis platina. Hidrogen halida yang paling kurang stabil, HI, dibuat tiak secara langsung, melalui reaksi iodium dengan hidrogen sulfida atau hidrazin.[1][halaman dibutuhkan]

Sifat fisika

Perbandingan titik didih hidrogen halida dan hidrogen kalkogenida; dapat dilihat bahwa hidrogen fluorida memecah tren air.

Hidrogen halida adalah gas tak berwarna pada suhu dan tekanan standar (STP) kecuali untuk hidrogen fluorida, yang mendidih pada 19 °C. Hidrogen fluorida adalah satu-satunya hidrogen halida yang menunjukkan ikatan hidrogen antar molekulnya, dan karenanya memiliki titik lebur dan titik didih tertinggi di antara seri HX. Titik didih meningkat dari HCl ke HI. Tren ini terkait dengan peningkatan kekuatan gaya van der Waals antarmolekul, yang berkorelasi dengan jumlah elektron dalam molekul. Larutan asam halida pekat menghasilkan asap putih yang tampak. Kabut ini timbul dari pembentukan tetesan halus dari larutan akuatik pekat asam halida.

Reaksi

Saat dilarutkan dalam air, yang reaksinya sangat eksotermik, halida hidrogen menghasilkan asam yang sesuai. Asam-asam ini sangat kuat, mencerminkan kecenderungan mereka untuk mengion dalam larutan berair yang menghasilkan ion hidronium (H3O+). Dengan pengecualian asam fluorida, hidrogen halida adalah asam kuat, dengan kekuatan asam meningkat ke bawah golongan tersebut. Asam fluorida cukup rumit karena kekuatannya bergantung pada konsentrasi karena efek homokonjugasi. Namun, sebagai larutan dalam pelarut tidak berair, seperti asetonitril, hidrogen halida hanya bersifat sedikit asam.

Demikian pula, hidrogen halida bereaksi dengan amonia (dan basa lainnya), membentuk amonium halida:

HX + NH 3 ⟶ NH 4 X {\displaystyle {\ce {HX + NH3 -> NH4X}}} {\displaystyle {\mathrm {HX} {}+{}\mathrm {NH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {NH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}\mathrm {X} }}

Dalam kimia organik, reaksi hidrohalogenasi digunakan untuk menyiapkan halokarbon. Sebagai contoh, kloroetana diproduksi melalui hidroklorinasi etilena:[2]

C 2 H 4 + HCl ⟶ CH 3 CH 2 Cl {\displaystyle {\ce {C2H4 + HCl -> CH3CH2Cl}}} {\displaystyle {\mathrm {C} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}{}+{}\mathrm {HCl} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {Cl} }}

Lihat juga

  • Pseudohalogen

Referensi

  1. 1 2 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ M. Rossberg et al. "Chlorinated Hydrocarbons" in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2006, Wiley-VCH, Weinheim. doi:10.1002/14356007.a06_233.pub2
  • l
  • b
  • s
Senyawa biner hidrogen
Hidrida logam alkali
(Golongan 1)
  • LiH
  • NaH
  • KH
  • RbH
  • CsH
Hidrida logam alkali
tanah (Golongan 2)
Monohidrida
  • BeH
  • MgH
  • CaH
  • SrH
  • BaH
Dihidrida
  • BeH2
  • MgH2
  • CaH2
  • SrH2
  • BaH2
Hidrida golongan 13
Borana
  • BH3
  • BH
  • B2H6
  • B2H2
  • B2H4
  • B4H10
  • B5H9
  • B5H11
  • B6H10
  • B6H12
  • B10H14
  • B18H22
Alana
  • AlH3
  • Al2H6
Galana
  • GaH3
  • Ga2H6
Indigana
  • InH3
  • In2H6
Talana
  • TlH3
  • Tl2H6
Nihonana (diprediksi)
  • NhH
  • NhH3
  • Nh2H6
  • NhH5
Hidrida golongan 14
Hidrokarbon
  • Alkana
  • Alkena
  • Alkuna
  • Anulena
  • Sikloalkana
  • Sikloalkena
  • Sikloalkuna
  • CH
  • CH2
  • CH3
  • C2H
Silana
  • SiH4
  • Si2H6
  • Si3H8
  • Si4H10
  • Si5H12
  • Si6H14
  • Si7H16
  • Si8H18
  • Si9H20
  • Si10H22
  • lainnya...
Silena
  • Si2H4
Siluna
  • Si2H2
  • SiH
Germana
  • GeH4
  • Ge2H6
  • Ge3H8
  • Ge4H10
  • Ge5H12
Stanana
  • SnH4
  • Sn2H6
Plumbana
  • PbH4
Flerovana (diprediksi)
  • FlH
  • FlH2
  • FlH4
Hidrida pniktogen
(Golongan 15)
Azana
  • NH3
  • N2H4
  • N3H5
  • N4H6
  • N5H7
  • N6H8
  • N7H9
  • N8H10
  • N9H11
  • N10H12
  • lainnya...
Azena
  • N2H2
  • N3H3
  • N4H4
Fosfana
  • PH3
  • P2H4
  • P3H5
  • P4H6
  • P5H7
  • P6H8
  • P7H9
  • P8H10
  • P9H11
  • P10H12
  • lainnya...
Fosfena
  • P2H2
  • P3H3
  • P4H4
Arsana
  • AsH3
  • As2H4
Stibana
  • SbH3
Bismutana
  • BiH3
Moskovana
  • McH3 (diprediksi)
  • HN3
  • NH
  • HN5
  • NH5 (hipotetis)
Hidrogen
kalkogenida
(Hidrida golongan 16)
Polioksidana
  • H2O
  • H2O2
  • H2O3
  • H2O4
  • H2O5
  • lainnya...
Polisulfana
  • H2S
  • H2S2
  • H2S3
  • H2S4
  • H2S5
  • H2S6
  • H2S7
  • H2S8
  • H2S9
  • H2S10
  • lainnya...
Selana
  • H2Se
  • H2Se2
Telana
  • H2Te
  • H2Te2
Polana
  • PoH2
Livermorana
  • LvH2 (diprediksi)
  • HO
  • HO2
  • HO3
  • H2O+–O– (hipotetis)
  • HS
  • HDO
  • D2O
  • T2O
Hidrogen halida
(Hidrida golongan 17)
  • HF
  • HCl
  • HBr
  • HI
  • HAt
  • HTs (diprediksi)
Hidrida logam transisi
  • ScH2
  • YH2
  • YH3
  • YH6
  • YH9
  • LuH2
  • LuH3
  • TiH2
  • TiH4
  • ZrH2
  • ZrH4
  • HfH2
  • HfH4
  • VH
  • VH2
  • NbH
  • NbH2
  • TaH
  • TaH2
  • CrH
  • CrH2
  • CrHx
  • FeH
  • FeH2
  • FeH5
  • CoH2
  • RhH2
  • IrH3
  • NiH
  • PdHx (x < 1)
  • PtHx (x< 1)
  • DsH2 (diprediksi)
  • CuH
  • RgH (diprediksi)
  • ZnH2
  • CdH2
  • HgH
  • Hg2H2
  • HgH2
  • CnH2 (diprediksi)
Hidrida lantanida
  • LaH2
  • LaH3
  • LaH10
  • CeH2
  • CeH3
  • PrH2
  • PrH3
  • NdH2
  • NdH3
  • SmH2
  • SmH3
  • EuH2
  • GdH2
  • GdH3
  • TbH2
  • TbH3
  • DyH2
  • DyH3
  • HoH2
  • HoH3
  • ErH2
  • ErH3
  • TmH2
  • TmH3
  • YbH2
  • LuH2
  • LuH3
Hidrida aktinida
  • AcH2
  • ThH2
  • ThH4
  • Th4H15
  • PaH3
  • UH3
  • UH4
  • NpH2
  • NpH3
  • PuH2
  • PuH3
  • AmH2
  • AmH3
  • CmH2
  • BkH2
  • BkH3
  • CfH2
  • CfH3
Hidrida atom eksotis
  • PsH
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Vs. asam halida
  2. Keberadaan
  3. Sintesis
  4. Sifat fisika
  5. Reaksi
  6. Lihat juga
  7. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026