Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hernia inguinalis

Hernia inguinalis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan jaringan lunak, biasanya usus, melalui bagian yang lemah atau robek di bagian bawah dinding perut di lipatan paha. Perut adalah daerah antara dada dan pinggul. Daerah dinding perut bagian bawah juga disebut daerah inguinal atau pangkal paha. Terdapat dua jenis hernia inguinalis yaitu hernia inguinalis tidak langsung dan hernia inguinal langsung. Hernia inguinalis tidak langsung disebabkan oleh cacat pada dinding perut yang bawaan, atau ada pada saat lahir. Hernia inguinal langsung biasanya hanya terjadi pada orang dewasa laki-laki dan disebabkan oleh kelemahan pada otot dinding perut yang berkembang dari waktu ke waktu. Hernia inguinalis terjadi pada kanalis inguinalis di daerah selangkangan. Hernia ingunalis dapat disebabakan oleh kondisi yang mengakibatkan peningkatan tekanan di rongga perut. Ketika isi dari hernia menonjol keluar, hal ini dapat memberikan telanan yang cukup untuk menyebabkan konstruksi dari pembuluh darah. Jika pasokan darah pada lubang hernia yang ada di dinding perut, hal ini menjadi suatu kedaruratan medis dan pembedahan yang darurat karena kekurangan pasokan oksigen.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hernia inguinalis
Hernia Ingunalis Langsung

Hernia inguinalis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan jaringan lunak, biasanya usus, melalui bagian yang lemah atau robek di bagian bawah dinding perut di lipatan paha.[1] Perut adalah daerah antara dada dan pinggul.[2] Daerah dinding perut bagian bawah juga disebut daerah inguinal atau pangkal paha.[2] Terdapat dua jenis hernia inguinalis yaitu hernia inguinalis tidak langsung dan hernia inguinal langsung.[2] Hernia inguinalis tidak langsung disebabkan oleh cacat pada dinding perut yang bawaan, atau ada pada saat lahir.[2] Hernia inguinal langsung biasanya hanya terjadi pada orang dewasa laki-laki dan disebabkan oleh kelemahan pada otot dinding perut yang berkembang dari waktu ke waktu.[2] Hernia inguinalis terjadi pada kanalis inguinalis di daerah selangkangan.[2] Hernia ingunalis dapat disebabakan oleh kondisi yang mengakibatkan peningkatan tekanan di rongga perut .[1] Ketika isi dari hernia menonjol keluar, hal ini dapat memberikan telanan yang cukup untuk menyebabkan konstruksi dari pembuluh darah .[1] Jika pasokan darah pada lubang hernia yang ada di dinding perut, hal ini menjadi suatu kedaruratan medis dan pembedahan yang darurat karena kekurangan pasokan oksigen.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 "Hernia Inguinalis". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-23. Diakses tanggal June 27 2014. ;
  2. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Michael G. Sarr, M.D.,. "Inguinalis Hernia". National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-23. Diakses tanggal June 27 2014. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  • l
  • b
  • s
Penyakit sistem pencernaan
Saluran GI atas
Esofagus
  • Esofagitis
    • kandida
    • Eosinofilik
    • Herpetiform
  • Pecah
    • Sindrom Boerhaave
    • Sindrom Mallory–Weiss
  • UES
    • Divertikulum Zenker
  • LES
    • kerongkongan Barrett
  • Gangguan motilitas esofagus
    • Kerongkongan Nutcracker
    • Akalasia
    • Obstruksi aliran keluar persimpangan esofagogastrik
    • Kejang esofagus difus
    • Refluks gastroesofagus (GERD)
  • Refluks laringofaring (LPR)
  • striktur esofagus
  • Megaesofagus
  • Esophageal intramural pseudodiverticulosis
  • Nekrosis esofagus akut
Perut
  • Gastritis
    • Atrofi
    • penyakit Ménétrier
    • Gastroenteritis
  • Ulkus peptik (lambung)
    • Ulkus Cushing
    • Lesi Dieulafoy
  • Dispepsia
  • Pyloric stenosis
  • Aklorhidria
  • Gastroparesis
  • Gastroptosis
  • Portal hipertensi gastropati
  • Gastric antral vascular ectasia
  • Sindrom pembuangan lambung
  • Volvulus lambung
  • Sindrom bumper terkubur
  • Gastrinoma
    • Sindrom Zollinger–Ellison
Saluran GI bawah
Enteropati
Usus halus
(Duodenum/Jejunum/Ileum)
  • Enteritis
    • Duodenitis
    • Jejunitis
    • Ileitis
  • Ulkus peptikum (duodenal)
    • Maag Curling
  • Masalah penyerapan: Coeliac
  • Sari tropis
  • Sindrom lingkaran buta
  • Pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil
  • Penyakit Whipple
  • Sindrom usus pendek
  • Steatorrhea
  • Penyakit Milroy
  • Masalah penyerapan asam empedu
Usus Besar
(Apendiks/Usus Besar)
  • Apendisitis
  • Kolitis
    • Pseudomembran
    • ulseratif
    • Iskemia
    • Mikroskopis
    • Kolagen
    • Limfositik
  • Disentri
  • Penyakit kolon fungsional
    • IBS
    • Pseudoeobstruksi usus / sindrom Ogilvie
  • Megakolon / Megakolon Beracun
  • Divertikulitis/Divertikulosis/SCAD
Besar dan/atau kecil
  • Enterokolitis
    • Necrotizing
  • Gastroenterokolitis
  • IBD
    • Penyakit Crohn
  • Pembuluh darah: Angina perut
  • Iskemia mesenterika
  • Angiodidisplasia
  • Obstruksi usus: Ileus
  • Intususepsi
  • Volvulus
  • Impaksi tinja
  • Sembelit
  • Diare
    • Menular
  • Adhesi usus
Rektum
  • Proctitis
    • Radiation proctitis
  • Proctalgia fugax
  • Rectal prolapse
  • Anismus
  • Solitary rectal ulcer syndrome
Anal canal
  • Anal fissure/Fistula ani
  • Anal abscess
  • Hemorrhoid
  • Anal dysplasia
  • Pruritus ani
Pendarahan GI
  • Darah dalam tinja
  • Atas
    • Hematemesis
    • Melena
  • bawah
    • Hematokezia
Kelenjar pencernaan
Hati
  • Hepatitis
    • Virus hepatitis
    • Hepatitis autoimun
    • Hepatitis alkoholik
  • Sirosis
    • PBC
  • Perlemakan hati
    • NASH
  • Pembuluh darah
    • Sindrom Budd–Chiari
    • Penyakit veno-oklusif hati
    • Portal hipertensi
    • hati pala
  • Penyakit hati alkoholik
  • Gagal hati
    • Ensefalopati hepatik
    • Gagal hati akut
  • Abses hati
    • Piogenik
    • Amuba
  • sindrom hepatorenal
  • Peliosis hepatis
  • Gangguan metabolisme s
    • penyakit Wilson
    • Hemokromatosis
Kantung empedu
  • Kolangitis akut
  • Batu Empedu/Kolestasis
  • Kolesterolosis
  • Adenomyomatosis
  • Sindrom pascakolesistektomi
  • Kantung empedu porselen
Saluran empedu/
Lainnya biliary tree
  • Kolangitis
    • Kolangitis sklerosis primer
    • Kolangitis sklerosis sekunder
    • Akut
  • Kolestasis/sindrom Mirizzi
  • Fistula bilier
  • Haemobilia
  • Saluran empedu umum
    • Choledocholitiasis
    • Biliary dyskinesia
  • Disfungsi Sfingter Oddi
Pankreas
  • Pankreatitis
    • Akut
    • Kronis
    • Keturunan
    • abses pankreas
  • Pseudokista pankreas
  • Insufisiensi pankreas eksokrin
  • Fistula pankreas
Lain
Hernia
  • Diapharagmatika
    • Kongenital
  • Hiatus
  • Inguinalis
    • Tidak langsung
    • Langsung
  • Umbilikalis
  • Femoralis
  • Obturator
  • Spigelian
  • Lumbar
    • Petit's
    • Grynfeltt–Lesshaft
  • Lokasi tidak ditentukan
    • Insisional
    • hernia dalam
    • Hernia Richter
Peritoneal
  • Peritonitis
    • Peritonitis bakterial spontan
  • Hemoperitoneum
  • Pneumoperitoneum
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s


Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Operasi hernia inguinalis

Operasi hernia inguinalis adalah operasi untuk memperbaiki kelemahan pada dinding perut yang secara tidak normal memungkinkan isi perut masuk ke dalam

Hernia

penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak.

Bodong

bodong dikenal sebagai hernia umbilikalis (umbilical hernia). Umumnya akan hilang saat usia sekitar 2 tahun. Jika diameter hernia lebih kecil dari 5 mm

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026