Aklorhidria adalah kelainan pada lambung yang ditandai dengan sekresi asam lambung yang sangat sedikit. Aklorhidri terjadi karena keberadaan bakteri Helicobacter pylori yang berlebihan atau munculnya polipeptida intestinal vasoaktif di dalam lambung sehingga menahan sekresi asam lambung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Aklorhidria adalah kelainan pada lambung yang ditandai dengan sekresi asam lambung yang sangat sedikit.[1] Aklorhidri terjadi karena keberadaan bakteri Helicobacter pylori yang berlebihan atau munculnya polipeptida intestinal vasoaktif di dalam lambung sehingga menahan sekresi asam lambung.[2]
Polipeptida intestinal vaskoaktif merupakan zat yang disekresikan oleh tumor yang tumbuh di dalam lambung.[2] Zat tersebut tidak hanya menahan sekresi asam lambung, tetapi juga menyebabkan diare, hipotensi, dan hipokalemia.[2]
Terjadinya aklorhidri dapat dikaitkan dengan pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori yang tidak terkontrol.[1] Koloni bakteri Helicobacter pylori akan menyebabkan kenaikan pH di dalam lambung, sementara bakteri tersebut berkembang dengan cepat bila penderita mengkonsumsi obat maag.[1]
Kondisi keasaman lambung penderita aklorhidri merupakan ciri-ciri utama untuk menandai adanya kelainan tersebut.[1] Karena jumlah asam lambung yang dikeluarkan penderita aklorhidri sangat sedikit, tingkat keasaman di dalam lambung biasanya lebih besar atau sama dengan 4.[1] Aklorhidri umumnya dialami oleh penderita tuberkulosis, penyakit Addison, dan radang usus besar.[3] Selain itu, aklorhidri yang disertai dengan penimbunan makanan pada lambung akan hanya ditemui pada penderita karsinoma lambung.[3]