Hernia ventralis adalah keadaan di mana terdapat tonjolan yang berasal dari dinding perut, sering kali pada bagian tengahnya. Namun, dapat terjadi pada setiap lokasi di dinding perut. Sering kali disebut pula hernia insisional karena sering terbentuk pada bagian sayatan pasca operasi di mana kulit telah menjadi lemah atau tipis. Jaringan perut atau bagian dari usus dapat mendorong melalui daerah melemah ini, menyebabkan rasa sakit dan komplikasi yang berpotensi serius. Hernia ventralis adalah jenis hernia abdominal. Hernia abdominal dapat berkembang sebagai cacat saat lahir, akibat dari penutupan lengkap dari bagian dari dinding perut, atau terjadi ketika sayatan pasca operasi tidak sembuh dengan baik. Orang-orang tertentu dilahirkan dengan cacat bawaan, menyebabkan dinding perut secara alami tipis. Mereka berada pada risiko lebih besar untuk mengalami hernia ventral. Faktor risiko lain diantaranya kehamilan, obesitas, riwayat hernia sebelumnya, luka pada daerah usus, riwayat keluarga hernia, mengangkat atau mendorong benda berat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Hernia ventralis adalah keadaan di mana terdapat tonjolan yang berasal dari dinding perut, sering kali pada bagian tengahnya.[1] Namun, dapat terjadi pada setiap lokasi di dinding perut.[1] Sering kali disebut pula hernia insisional karena sering terbentuk pada bagian sayatan pasca operasi di mana kulit telah menjadi lemah atau tipis.[1] Jaringan perut atau bagian dari usus dapat mendorong melalui daerah melemah ini, menyebabkan rasa sakit dan komplikasi yang berpotensi serius.[2] Hernia ventralis adalah jenis hernia abdominal.[2] Hernia abdominal dapat berkembang sebagai cacat saat lahir, akibat dari penutupan lengkap dari bagian dari dinding perut, atau terjadi ketika sayatan pasca operasi tidak sembuh dengan baik.[2] Orang-orang tertentu dilahirkan dengan cacat bawaan (sudah ada sejak lahir), menyebabkan dinding perut secara alami tipis.[1] Mereka berada pada risiko lebih besar untuk mengalami hernia ventral.[1] Faktor risiko lain diantaranya kehamilan, obesitas, riwayat hernia sebelumnya, luka pada daerah usus, riwayat keluarga hernia, mengangkat atau mendorong benda berat.[1]