Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiThymus vulgaris
Artikel Wikipedia

Thymus vulgaris

Herba timi atau Thymus vulgaris adalah tumbuhan perdu dari famili Lamiaceae yang berasal dari daerah Mediterania. Timi telah memiliki nilai dalam kehidupan manusia sejak masa peradaban kuno sebagai bahan aromatik dan medis. Meskipun timi liar masih dipanen, tanaman ini dibudidayakan pula dengan pemuliaan menghasilkan sejumlah kultivar untuk memenuhi syarat industri bersangkutan homogenitas, produktivitas, dan kandungan fitokimianya.

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Thymus vulgaris
Thymus vulgaris Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Tumbuhan
Jenis buahZmelkoow (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN203348 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoLamiales
FamiliLamiaceae
TribusMentheae
GenusThymus
SpesiesThymus vulgaris Suntingan nilai di Wikidata
Linnaeus, 1753
Artikel takson sembarang

Herba timi atau Thymus vulgaris adalah tumbuhan perdu dari famili Lamiaceae yang berasal dari daerah Mediterania. Timi telah memiliki nilai dalam kehidupan manusia sejak masa peradaban kuno sebagai bahan aromatik dan medis. Meskipun timi liar masih dipanen, tanaman ini dibudidayakan pula dengan pemuliaan menghasilkan sejumlah kultivar untuk memenuhi syarat industri bersangkutan homogenitas, produktivitas, dan kandungan fitokimianya.

Deskripsi

Timi merupakan tumbuhan menahun semipeluruh berupa perdu yang dapat tumbuh dengan tinggi 10–50 cm dan lebar 40–50 cm serta cabang berkayu yang tegak hingga semi-merebah. Batang timi berbentuk kuadranguler dan menjadi berkayu seiring penambahan usia.[1] Timi memiliki ukuran daun 4–12 mm untuk panjang dan lebar sampai 3 mm, memiliki tangkai daun yang sangat pendek[2]; dalam sumber yang lain, timi dideskripsikan memiliki daun dengan panjang 3–8 mm dan lebar 0,5–2,5 mm dengan sejumlah rambut glanduler yang beragam.[1] Daun berbentuk lonjong sampai bulat telur,[2] dideskripsikan pula berbentuk linearis hingga eliptikus.[1] Daun pelindung timi berbentuk seperti daunnya, tetapi lebih lebar dan kadang memiliki pinggiran yang rata.[1] Kelopak berwarna hijau, sering disertai bintik-bintik ungu, dan berbentuk tubular.[2] Setelah berbunga, tabung kelopak ditutup oleh mahkota yang panjang dan berambut kaku.[2] Bunga timi memiliki sepal berbentuk lonceng. Timi memiliki bunga majemuk yang berupa bongkol dengan kelopak bunga berukuran 3–4 mm serta berambut pendek.[1] Mahkota bunga biasanya berwarna kecoklatan dalam keadaan kering dan sedikit berbibir dua[2], tetapi mahkota tersebut dapat berwarna putih hingga ungu pucat. Timi memiliki bentuk daun, daun pelindung, dan bunga majemuk yang beraneka ragam, baik pada populasi liar maupun budi daya.[1]

Asal-usul dan penyebaran

Timi ialah tumbuhan asli cekungan Mediterania Barat, dari Spanyol dan Kepulauan Balearik hingga Italia tenggara.[1] Timi ditemukan telah digunakan dalam peradaban kuno oleh bangsa Yunani Kuno, Sumer, dan Mesir Kuno walaupun jenis timi yang digunakan lebih mungkin ialah T. capitatus. Timi disebarkan ke Eropa daerah utara oleh bangsa Romawi dan kemudian disebarkan ke Amerika Utara oleh bangsa Eropa pada abad ke-16.[1]

Populasi alami timi ditemukan di daerah utara Mediterania Barat, yaitu Spanyol, Prancis, dan Italia. Timi dapat tumbuh hingga ketinggian 1600 m pada populasinya yang paling utara di Lembah Aosta Alpen Italia dan hingga ketinggian 2000 m di Spanyol. Timi juga dikatakan tumbuh alami di Portugal dan Yunani menurut suatu sumber, tetapi spesies timi yang dimaksud belum dapat dipastikan. Begitu pula, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan populasi alaminya di Afrika Utara.[1]

Sejarah tertulis

Penggambaran resmi paling awal spesies T. vulgaris ditemukan dibuat oleh Linné pada tahun 1753 dalam edisi pertama Species Plantarum. Namun demikian, penguraian lebih awal tentang timi ini ditemukan dalam tulisan Dodonaeus pada tahun 1616 dan Bauhin pada tahun 1623. Berdasarkan ciri morfologinya, para ahli botani telah lama memperdebatkan jumlah pasti bagian-bagian dari genus Thymus; pada awalnya T. vulgaris ditempatkan dalam Serpyllum oleh sejumlah penulis dan kemudian dalam Thymus. Selain itu, Morales menuliskan keberadaan dua subspesies: T. vulgaris subsp. vulgaris dan T. vulgaris subsp. aestivus (Willk.) A. Bolòs & O.Bolòs dari Kepulauan Balearik barat dan Spanyol timur yang memiliki jumlah kromosom yang berbeda sehingga terdapat kemungkinan subspesies ketiga yang telah dideskripsikan di Catalonia, T. vulgaris subsp. palearensis O.Bolòs & Vigo.[1]

Penamaan

Thymus vulgaris tersusun dari dua kata: "Thymus" mungkin berasal dari bahasa Yunani "thuô" yang berarti fumigasi atau dari "thio" yang berarti parfum; dan "vulgaris" dari bahasa Latin yang berarti umum. Thymus vulgaris L. dikenal sebagai "garden thyme".[1] Nama lain timi dalam bahasa daerah di Indonesia antara lain "timo" dan "teem".[3]

Sitologi

Menurut Index to Plant Chromosome Numbers dan Chromosome Counts Database per tahun 2018, jumlah kromosom sporofitik timi adalah 2n = 30 berdasarkan bahan dari Spanyol, Prancis, atau Italia.[1] Namun demikian, terdapat laporan kromosom yang berjumlah 2n = 28, 56, 58, dan 60:

  • 2n = 28 ditemukan pada T. vulgaris L. subsp. vulgaris di Alicante, Madrid, dan Valencia di Spanyol, tetapi terdapat kemungkinan bahwa ini adalah hasil kesalahan identifikasi terhadap Thymus zygis (2n = 28).
  • 2n = 56 ditemukan pada T. vulgaris di Prancis. Jumlah kromosom ini juga ditemukan pada T. froelichianus Opiz dan T. longicaulis K. Presl, tetapi kemungkinan kesalahan identifikasi ialah kecil karena spesies-spesies tersebut tidak ada di Prancis. Tetraploidisasi T. zygis juga dianggap tidak mungkin karena spesies ini tidak ada di Prancis.
  • 2n = 58 dan 2n = 60 ditemukan pada T. vulgaris subsp. aestivus (Reut.) A. Bolòs & O.Bolòs di Alicante dan Valencia, Spanyol yang memiliki nama T. aestivus (Reut. ex Wilk.) atau T. vulgaris var. aestivus (Reut.) F. Quer. Subspesies aestivus tersebut diduga mungkin sama dengan populasi aneuploid dari T. vulgaris tetraploid.[1]

Dalam pembahasan keberadaan hibrida timi yang ditemukan sering terjadi, terdapat keanekaragaman cpDNA tingkat tinggi dalam dan antara populasi-populasi T. vulgaris di Prancis selatan.[1]

Fitokimia dan Farmakologi

Kandungan senyawa dari minyak atsiri timi komersial antara lain timol (23–60%), α-terpineol (18–50%), p-simena (8–44%), karvakrol (2–8%), dan linalool (3–4%).[1] Kemotipe (chemotype, CT) timi sendiri telah banyak ditemukan, timi termasuk spesies herba dengan keanekaragaman minyak atsiri tertinggi. Berdasarkan profil terpena dan fenoliknya, sebuah penelitian mengidentifikasi 20 CT yang berbeda dari 85 minyak atsiri. Pada populasi alami timi, terdapat kemotipe yang dianggap paling penting, antara lain CT timol, CT karvakrol, dan CT p-simena. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh bagaimana metabolit terbentuk, diketahui bahwa monoterpena utama dikendalikan oleh hubungan epistatik antara lokus yang masing-masing memiliki alel dominan dan resesif: geraniol > α-terpineol > thuyanol > linalool > karvakrol > timol.[1] Selain itu, profil fitokimia timi, terutama monoterpena, juga dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti lokasi, elevasi (ketinggian), praktik budaya, waktu panen, metode pengeringan, serta kondisi penyimpanan. Maka dari itu, karakter minyak atsiri tanaman yang dipanen pada musim semi berbeda dengan yang dipanen pada musim gugur. Selain itu, distribusi enantiomer senyawa kiral dapat bersifat beragam, menghasilkan aktivitas biologi dan farmakologi serta rasa dan aroma yang berbeda: misalnya L-linalool memiliki aktivitas antikonvulsan pada model mencit sedangkan D-linalool tidak. Timi juga mengandung metabolit lain yang termasuk flavonoid dan polifenol lain.[1]

Bagian timi yang digunakan dalam skala industri antara lain daun dan bunganya. Dibandingkan dengan batangnya, bagian-bagian tersebut mengandung kandungan metabolit bioaktif yang lebih tinggi. Metabolit sekunder tersebut antara lain hidrokarbon terpena, turunan terpena oksigen, hidrokarbon seskuiterpena, turunan hidrokarbon seskuiterpena oksigen, hidrokarbon alifatik jenuh, dan turunan fitosterol.[1]

Timi adalah salah satu jenis tanaman yang sudah lama digunakan sebagai anti batuk.[4] Efek utama sebagai pengeluar dahak atau ekspektoran dan anti pasmodik.[4] Hal tersebut berkaitan dengan kandungan minyak atsiri (timol dan karvakrol), serta flavonoid yang dikandung oleh herba timi.[4] Pemberian minyak timi secara oral dan intramuskular pada hewan coba, memperlihatkan stimulasi saluran pernapasan.[4] Penggunaan sirop dengan ekstrak timi selama 5 hari, terbukti memberikan efek yang sama dengan obat bromheksin.[4] Zat aktif yang terdapat pada minyak timi adalah senyawa fenol dengan komponen utamanya terdiri dari timol sebesar 30-70% dan karvakrol 70%.[5] Selain zat itu, senyawa timol metil eter, p-simena, terpinena, linalool, dan juga mengandung senyawa golongan flavonoid yaitu circineol, 8-methoxycircineol, timonin dan eriodiktol.[5]

Sosial

Timi telah digunakan sejak masa peradaban kuno sebagai bahan aromatik dan medis. Timi masih digunakan pada abad ke-21 ini sebagai bahan aromatik yang memberikan rasa pada berbagai hidangan, misalnya pada keju dan daging, minuman keras, serta campuran herba/bumbu. Timi juga masih digunakan sebagai bahan yang memiliki manfaat kesehatan: khasiat antimikroba dan antioksidan minyak atsirinya dimanfaatkan untuk menangani alopesia, plak gigi, infeksi jamur/dermatofit, bronkitis, batuk, gangguan peradangan pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Timi juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik; ekstrak timi digunakan dalam sampo, pasta gigi, kondisioner rambut, kolonye, sabun, deterjen, dan krem. Dalam pemanfaatannya di bidang industri, timi telah diberi standar seperti dalam European Pharmacopoeia yang menyebutkan bahwa kandungan minyak atsiri T. vulgaris harus lebih tinggi dari 1,2% v/b dengan hidrodestilasi yang mana timol dan karvakrolnya berbarengan harus berjumlah 40%.[1]

Dalam pemanfaatannya, diketahui bahwa T. vulgaris liar langsung dibudidayakan, tidak melewati proses domestikasi terlebih dahulu. Hal ini dibuktikan dengan kemiripan morfologi dan fitokimia individu timi yang tumbuh liar maupun dalam budidaya. Pada mulanya, timi liar dipanen di negara-negara di area Mediterania seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, area di mana spesies timi ini dianggap tidak dalam kondisi dikhawatirkan kepunahannya menurut IUCN Red List karena penyebarannya yang luas, populasinya yang stabil, dan ketiadaan ancaman mayor. Per tahun 2020, sebagian besar timi dibudidayakan di banyak negara seperti Moroko, Prancis, Italia, Spanyol, Swiss, dan Amerika Serikat. Namun demikian per tahun tersebut, tidak ada data dengan skala global untuk pembudidayaannya saja karena kebanyakan negara menggabungkan data bumbu dan herba untuk kepentingan statistik. Yang diketahui ialah produksi minyak atsiri tahunan diperkirakan berjumlah 4 ton dengan jumlah timi dalam perdagangan dunia tahunan sekitar 15 ribu ton. Timi dibudidayakan dan dipanen dari alam liar di negara-negara Eropa dengan Spanyol yang memproduksi sekitar 90% produksi minyak timi dunia (T. vulgaris dan T. zygis). T. vulgaris juga diproduksi di Prancis, Jerman, Swiss, Portugal, Italia, Bulgaria, Hungaria, Turki, dan Yunani. Produksi juga ditemukan ada di Rusia, Amerika Utara, Afrika Utara (Algeria dan Moroko), Tiongkok, Jepang, India, Afrika Selatan, Chili, Brazil, Selandia Baru, Iran, Arab Saudi, dan Kamerun.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Vouillamoz, José F.; Christ, Bastien (2020). Novak, Johannes; Blüthner, Wolf-Dieter (ed.). Thymus vulgaris L.: Thyme (dalam bahasa Inggris). Vol. 12. Cham: Springer International Publishing. hlm. 547–557. doi:10.1007/978-3-030-38792-1_18. ISBN 978-3-030-38791-4.
  2. 1 2 3 4 5 "Timi Berkhasiat Hilangkan Batuk". Essential Medicines and Health Products Information Portal. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  3. ↑ Farmalkes, Setditjen. "Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia | Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan". Diakses tanggal 2026-03-16.
  4. 1 2 3 4 5 "Herbal Penghilang Batuk". Liza Herbal. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-09. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  5. 1 2 "Timi Berkhasiat Hilangkan Batuk". Balai Penelitian Rempah dan Obat. Diakses tanggal 27 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
Pengidentifikasi takson
Thymus vulgaris
  • Wikidata: Q148668
  • Wikispecies: Thymus vulgaris
  • APDB: 117485
  • APNI: 117029
  • BioLib: 41129
  • CoL: 56RHL
  • Ecocrop: 2441
  • eFloraSA: Thymus_vulgaris
  • EoL: 484542
  • EPPO: THYVU
  • EUNIS: 173794
  • GBIF: 5341442
  • GRIN: 36631
  • iNaturalist: 85469
  • IPNI: 461765-1
  • IRMNG: 10587267
  • ISC: 53795
  • ITIS: 505501
  • IUCN: 203348
  • MoBotPF: 281450
  • NatureServe: 2.152200
  • NBN: NBNSYS0000004977
  • NCBI: 49992
  • NZOR: 13d687f4-d866-4e27-97b2-70f3ab2fce7d
  • NZPCN: 2840
  • Observation.org: 7554
  • Open Tree of Life: 907458
  • Plant List: kew-205645
  • PLANTS: THVU
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:461765-1
  • RHS: 18213
  • Tropicos: 17600443
  • WFO: wfo-0000324951
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Asal-usul dan penyebaran
  3. Sejarah tertulis
  4. Penamaan
  5. Sitologi
  6. Fitokimia dan Farmakologi
  7. Sosial
  8. Referensi

Artikel Terkait

Timi

tanaman terna

Za'atar

rempah-rempah herbal yang digunakan dalam bumbu

Timol

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026