Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hamengkubuwana VIII

Sri Sultan Hamengkubuwana VIII adalah salah seorang raja di Kesultanan Yogyakarta tahun 1921-1939. Dia dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada 8 Februari 1921. Pada masa Hamengkubuwana VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah kesultanan. Putra-putra Hamengkubuwana VIII banyak disekolahkan hingga perguruan tinggi, banyak diantaranya di Belanda. Salah satunya adalah GRM Darajatun, yang kelak bertakhta dengan gelar Hamengkubuwana IX, yang bersekolah di Universitas Leiden.

sultan Yogyakarta
Diperbarui 9 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hamengkubuwana VIII
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Hamengkubuwana VIII" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juni 2023)
Hamengkubuwana VIII
ꦲꦩꦼꦁꦑꦸꦨꦸꦮꦟ꧇꧘꧇
Sri Sultan Hamengkubuwana VIII
Gambar Sultan Hamengkubuwana VIII (ca 1932)
Sultan Yogyakarta
ke-8
Bertakhta8 Februari 1921 - 22 Oktober 1939
Penobatan8 Februari 1921 (Selasa Kliwon, 29 Jumadil Awal Alip 1851)
PendahuluSultan Hamengkubuwana VII
PenerusSultan Hamengkubuwana IX
KelahiranGusti Raden Mas Sujadi
(1880-03-03)3 Maret 1880
Kraton Yogyakarta
Kematian22 Oktober 1939(1939-10-22) (umur 59)
RS Panti Rapih, Yogyakarta[1]
Pemakaman
Astana Saptarengga, Imogiri, Yogyakarta
PermaisuriKangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara
Nama lengkap
Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga 'Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Wolu ing Ngayogyakarta Hadiningrat
WangsaMataram
AyahSultan Hamengkubuwana VII
IbuGusti Kangjeng Ratu Hemas[1](Permaisuri kedua)

Sri Sultan Hamengkubuwana VIII (3 Maret 1880 – 22 Oktober 1939, lahir dengan nama Gusti Raden Mas Sujadi) adalah salah seorang raja di Kesultanan Yogyakarta tahun 1921-1939. Dia dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada 8 Februari 1921. Pada masa Hamengkubuwana VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah kesultanan. Putra-putra Hamengkubuwana VIII banyak disekolahkan hingga perguruan tinggi, banyak diantaranya di Belanda. Salah satunya adalah GRM Darajatun, yang kelak bertakhta dengan gelar Hamengkubuwana IX, yang bersekolah di Universitas Leiden.

Karier

Pada masa pemerintahannya, ia banyak mengadakan rehabilitasi bangunan kompleks Kraton Yogyakarta. Salah satunya adalah Bangsal Pagelaran yang terletak di paling depan sendiri (berada tepat di selatan Alun-alun utara Yogyakarta). Bangunan lainnya yang direhabilitasi adalah tratag Siti Hinggil, Gerbang Danapratapa, dan Masjid Gedhe. Ia juga merupakan salah satu orang pertama dari kalangan politikus papan atas Kota Yogyakarta yang mendukung perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam pembentukan Muhammadiyah sebagai bentuk loyalitasnya pada Islam.

Kematian

Ia meninggal pada tanggal 22 Oktober 1939 di kereta api di daerah Wates, Kulon Progo dalam perjalanan pulang dari Jakarta untuk menjemput GRM Darajatun dari Belanda. Sedangkan sumber lain menyebutkan bahwa ia meninggal dunia di rumah sakit Onder de Bogen (kini Rumah Sakit Panti Rapih) setelah jatuh sakit di dalam kereta api di wilayah Kroya. GRM Darajatun yang belum sempat menyelesaikan sekolahnya, mendadak dipanggil pulang. Di Batavia, Sultan menyerahkan keris Kangjeng Kyai Ageng Jakapiturun kepada GRM Darajatun sebagai tanda suksesi kerajaan, sekaligus sebagai isyarat bahwa GRM Darajatun-lah yang kelak akan menggantikan sebagai Sultan.

Penghargaan

Gelar dan tanda kehormatan

  • Grand Cross of the Order of Orange-Nassau (1937)
  • Commander of the Order of the Netherlands Lion (1925)
  • Grand Cross of the Order of the Wendish Crown of Mecklenburg
  • Grand Cross of the Royal Order of Cambodia
  • Grand Cross of the Order of the Black Star of Benin of France
  • Knight Commander of the Most Noble Order of Thailand (1929)
  • Grand Officer of the Order of Leopold II of Belgium
  • Commander 1st Class of the Order of Vasa of Sweden
  • Grand Officer of the Order of the Million Elephants and White Parasol of Luang Prabang (Laos)

Lambang kebesaran

Pada tahun 1921, saat Hamengkubuwana VIII naik takhta, ia mengajukan perubahan heraldika Kesultanan, yang sebelumnya masih mengadopsi lambang Kerajaan Belanda. Ia berkeinginan untuk membuat lambang keraton sendiri yang mengangkat cita rasa lokal sehingga mampu menumbuhkan identitas yang tidak lagi mengikuti lambang Belanda.[2]

Lambang Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
Deskripsi
Cihnaning pribadhi Sultan Hamengkubuwana VIII
Jambul
Songkok dengan sumping Emas
Perisai
Merah, aksara Jawa Ha-Bha Emas, di bagian bawah angka Jawa 8 Emas.
Penyokong
Sepasang sayap Emas dengan 8 helai

Silsilah

Sri Sultan Hamengkubuwana VIII
  • Putra keduapuluh tiga dari Hamengkubuwana VII (Sinuhun Behi) dan permaisuri keduanya, Gusti Kangjeng Ratu Hemas.
  • Memiliki delapan istri:
  1. Raden Ayu Siti Katina, putri Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi, tahun 1907.
  2. Bendara Raden Ayu Pujaningdyah.
  3. Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah.
  4. Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah.
  5. Raden Ayu Kustilah/Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamangkunegara/Kangjeng Ratu Alit, putri Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi (putra Hamengkubuwana VI).
  6. Bendara Raden Ayu Rukmihadiningdyah.
  7. Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum.
  8. Bendara Raden Ayu Retnapuspita.
  9. Bendara Raden Ayu Tejaningrum.
  • Memiliki dua puluh empat putra:
  1. Bendara Raden Mas ..., dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah. Meninggal sebelum sempat diberi nama.
  2. Bendara Raden Mas Mustari, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Meninggal sewaktu masih muda.
  3. Mayor Bendara Raden Mas Jartabitu/Gusti Pangeran Hangabehi, lurah pangeran, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Menikah dengan Bendara Raden Ayu Siti Mustakirun.
  4. Kapten Bendara Raden Mas Sungangusamsi/Gusti Bendara Pangeran Harya Purubaya/Kangjeng Gusti Panembahan Purubaya, dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah. Menikah dengan Bendara Raden Ayu Madusari/Raden Ayu Purbaya.
  5. Bendara Raden Mas Sumeru/Gusti Bendara Pangeran Harya Danupaya, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah.
  6. Bendara Raden Mas Sudiarsa dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah.
  7. Bendara Raden Mas Kartala/Gusti Bendara Pangeran Harya Mangkudiningrat, dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah. Menikah dengan Raden Ajeng Sumani dan menikah dengan Raden Ajeng Amiratna/Bendara Raden Ayu Mangkudiningrat, putri kedua dari Paku Alam VI dan Kangjeng Gusti Timur (putri Paku Alam III).
  8. Bendara Raden Mas Tinggarta/Gusti Pangeran Harya Prabuningrat, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah.
  9. Gusti Raden Mas Darajatun/Sri Sultan Hamengkubuwana IX, dari Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara/Kangjeng Ratu Alit.
  10. Bendara Raden Mas Duryatnahnu dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah. Meninggal sewaktu masih muda.
  11. Bendara Raden Mas Mahikyaun/Gusti Bendara Pengeran Harya Suryawijaya, dari Bendara Raden Ayu Rukmihadiningdyah
  12. Bendara Raden Mas Raisulngaskari/Gusti Bendara Pangeran Harya Bintara, dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah
  13. Bendara Raden Mas Alpasuatlamin/Gusti Bendara Pangeran Harya Suryabrangta, dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah
  14. Bendara Raden Mas Mupasalukatini, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Meninggal sewaktu masih muda.
  15. Bendara Raden Mas Ilaulkirami/Gusti Bendara Pangeran Harya Murdaningrat, dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah.
  16. Bendara Raden Mas Makanulmunajati/Gusti Bendara Pangeran Harya Pujakusuma, dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah.
  17. Bendara Raden Mas Pelulkuluki/Gusti Bendara Pangeran Harya Suryaputra, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum.
  18. Bendara Raden Mas Sunwata/Gusti Bendara Pangeran Harya Hadiwijaya, dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita.
  19. Bendara Raden Mas Sahadatsatir, dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita. Meninggal sewaktu masih muda.
  20. Bendara Raden Mas Hening/Gusti Bendara Pangeran Harya Yudanegara, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum.
  21. Bendara Raden Mas Dr. Banakamsi/Gusti Bendara Pangeran Harya Dr. Dipayana, dari Bendara Raden Ayu Tejaningrum.
  22. Bendara Raden Ayu Satriya/Gusti Bendara Pangeran Benawa, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum
  23. Bendara Raden Mas Danangjaya, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum
  24. Bendara Raden Mas Rabinharyani/Gusti Bendara Pangeran Harya Puger, dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita
  • Memiliki tujuh belas putri:
  1. Bendara Raden Ajeng Gusti Siti Sundarumiyah/Gusti Kangjeng Ratu Pembayun, dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah. Menikah dengan Bendara Pangeran Harya Pakuningrat (putra tertua Kangjeng Gusti Raden Mas Putra/Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegara III).
  2. Bendara Raden Ajeng Siti Sayadi/Gusti Bendara Raden Ayu Sindureja, lurah putri, dari Bendara Raden Ayu Pujaningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Sindureja.
  3. Bendara Raden Ajeng Siti Sadari/Gusti Bendara Raden Ayu Purbawinata, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Purbawinata/Kangjeng Pangeran Harya Purbawinata.
  4. Bendara Raden Ajeng Siti Kadarmi/Gusti Bendara Raden Ayu Jayaningrat, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Jayaningrat.
  5. Bendara Raden Ajeng Siti Kajananywa/Gusti Bendara Raden Ayu Jayawinata, dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Jayawinata.
  6. Bendara Raden Ajeng Siti Mutasangilun dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah
  7. Bendara Raden Ajeng Siti Nurywadinah/Gusti Bendara Raden Ayu Candradiningrat dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Candradiningrat.
  8. Bendara Raden Ajeng Siti Kuswanayi/Gusti Bendara Raden Ayu Cakradiningrat dari, Bendara Raden Ayu Rukmihadiningdyah. Menikah dengan Gusti Bendara Pangeran Harya Cakradiningrat (putra dari Kangjeng Gusti Raden Mas Putra/Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegara III).
  9. Bendara Raden Ajeng Siti Sriwayati/Gusti Bendara Raden Ayu Purbaseputra, dari Bendara Raden Ayu Srengkarahadiningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Purbaseputra.
  10. Bendara Raden Ajeng Siti Swandari/Gusti Bendara Raden Ayu Purwadiningrat, dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Purwadiningrat.
  11. Bendara Raden Ajeng Siti Hilalulngasarati/Gusti Bendara Raden Ayu Kusumadiningrat dari Bendara Raden Ayu Puspitaningdyah. Menikah dengan Kangjeng Raden Tumenggung Kusumadiningrat.
  12. Bendara Raden Ajeng Siti Sutyanti/Gusti Bendara Raden Ayu Jayaningrat, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum. Menikah dengan Ir. Raden Puspaharsana Jayaningrat.
  13. Bendara Raden Ajeng Siti Padmasari/Gusti Bendara Raden Ayu Sumarman, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum. Menikah dengan Raden Sumarman, S.H.
  14. Bendara Raden Ajeng Wayarini, dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita. Meninggal sewaktu masih muda.
  15. Bendara Raden Ajeng Siti Prayuti, dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita. Meninggal sewaktu masih muda.
  16. Bendara Raden Ajeng Siti Widyastuti/Gusti Bendara Raden Ayu Handayaningrat, dari Kangjeng Bendara Raden Ayu Retnahadiningrum. Menikah dengan Raden Suwarna Andayaningrat.
  17. Bendara Raden Ajeng Sutarnin dari Bendara Raden Ayu Retnapuspita. Meninggal sewaktu masih muda.

Lihat pula

  • Daftar Raja-Raja Jawa
  • Daerah Istimewa Yogyakarta

Referensi

  1. 1 2 Biografi singkat HB VIII Diarsipkan 2020-08-07 di Wayback Machine.. kratonjogja.id. 2019. Diakses tanggal 18/07/2019
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-03-20). "Sejarah dan Makna Lambang Keraton Yogyakarta yang Dibuat Tahun 1921 Halaman all". KOMPAS.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-30. Diakses tanggal 2023-06-30.

Pranala luar

  • (Inggris) Hamengkubuwana VIII - Genealogy Diarsipkan 2008-05-16 di Wayback Machine.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Hamengkubuwono VII
Raja Kesultanan Yogyakarta
1921-1939
Diteruskan oleh:
Hamengkubuwono IX
  • l
  • b
  • s
Sri Sultan Hamengkubuwana Yogyakarta

Hamengkubuwana I
HB I
(1755–1792)

Hamengkubuwana II
HB II
(1792–1810)

Hamengkubuwana III
HB III
(1810–1811)

Hamengkubuwana II
HB II
(1811–1812)

Hamengkubuwana III
HB III
(1812–1814)

Hamengkubuwana IV
HB IV
(1814–1822)

Hamengkubuwana V
HB V
(1822–1826)

Hamengkubuwana II
HB II
(1826–1828)

Hamengkubuwana V
HB V
(1828–1855)

Hamengkubuwana VI
HB VI
(1855–1877)

Hamengkubuwana VII
HB VII
(1877–1921)

Hamengkubuwana VIII
HB VIII
(1921–1939)

Hamengkubuwana IX
HB IX
(1940–1988)

Hamengkubuwana X
HB X
(1989–sekarang)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier
  2. Kematian
  3. Penghargaan
  4. Gelar dan tanda kehormatan
  5. Lambang kebesaran
  6. Silsilah
  7. Lihat pula
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

kerajaan di Asia Tenggara

Hamengkubuwana X

Sultan Yogyakarta ke-10 & Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-3 (sejak 1989)

Hamengkubuwana V

sultan Yogyakarta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026