Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hagai

Hagai adalah salah seorang dari keduabelas nabi kecil dan penulis Kitab Hagai. Ia hidup sezaman dengan Zakharia. Ia berkarya setelah tahun 520 SM, yaitu pada pada masa bangsa Israel telah kembali dari pembuangan di Babel. Ia mungkin adalah salah seorang dari mereka yang dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar dan mewartakan pesan Allah mengenai pembangunan kembali Bait Suci setelah kembali dari pembuangan.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hagai
Untuk kitab Alkitab, lihat Kitab Hagai.

Hagai (bahasa Ibrani: חַגַּי, Ḥaggai atau "Hag-i", artinya "perayaan") adalah salah seorang dari keduabelas nabi kecil dan penulis Kitab Hagai.[1] Ia hidup sezaman dengan Zakharia.[2][3][4] Ia berkarya setelah tahun 520 SM, yaitu pada pada masa bangsa Israel telah kembali dari pembuangan di Babel.[2][3][5] Ia mungkin adalah salah seorang dari mereka yang dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar dan mewartakan pesan Allah mengenai pembangunan kembali Bait Suci setelah kembali dari pembuangan.[3]

Russian icon of Haggai, 18th century (Iconostasis of Kizhi monastery, Karelia, Russia).

Latar Belakang

Hagai memulai pelayanannya sekitar 16 tahun setelah kepulangan kembali orang Yahudi ke Yehuda.[3] Setelah ditunda selama 15 tahun, pekerjaan pembangunan Bait Suci itu dilanjutkan kembali melalui upaya Hagai dan Zakharia (Ezra 6:14).[3] Mereka mengimbau bangsa Israel dan membangkitkan mereka dari kemalasan mereka, dan mendorong mereka untuk memanfaatkan perubahan dalam kebijakan yang diambil oleh pemerintah Persia di bawah Darius I dari Persia untuk membangun Bait Suci.[3] Sebagai nabi yang berkarya pada masa setelah pembuangan, maka yang menjadi keprihatinan mereka pada saat itu adalah pembangunan kembali kota Yerusalem dan pembangunan Bait Suci.[2][4] Sejak kembali dari pembuangan, bangsa Israel sudah mulai melupakan keterlibatan mereka untuk membangun Bait Suci dan kehilangan makna Bait Suci bagi bangsa.[2] selain itu, upaya pembangunan kembali Bait Suci telah dihentikan karena gangguan-gangguan orang Samaria.[2][4] Sehingga, Hagai menyampaikan keprihatinannya ini kepada Zerubabel (Yehuda pada waktu itu) dan kepada Yosua (Imam Besar Yahudi).[1][2][4] Pada masa itu pula, situasi politik memberikan keuntungan bagi bangsa Israel untuk segera melaksanakan pembangunan, sebab pemerintahan Persia sedang dalam kondisi krisis.[2]

Warta Nabi

Hagai mewartakan pesan bahwa tanah mereka telah dinajiskan oleh karena dosa bangsa israel, sehingga perlu dilakukan pembersihan dan pembangunan Bait Suci agar TUHAN hadir di tengah-tengah bangsa itu.[2][5] TUHAN akan memberikan berkat melimpah bagi bangsa israel, jika Bait Suci dibangun.[2] Tuhan akan memulihkan bangsa-bangsa dan memuliakan Zerubabel.[2] Pewartaannya ini tentu sejajar dengan warta Yehezkiel yang menunjukkan bahwa hari pembangunan akan datang, Bait Suci akan dibangun, dan bahwa segala suku akan hidup aman tenteram di bawah pimpinan seorang pemimpin dan imam (lih. Yeh. 40-48).[2] Pewartaan dan himbauan Hagai ini terlaksana, sehingga pada tahun 516 SM, Bait Suci yang baru telah selesai dibangun.[3]

Pemikiran

Nabi Hagai memiliki pemikiran bahwa Bait Suci adalah wujud kehadiran TUHAN dan kelanjutan dari karya penyelamatan Allah.[1] Tanpa kehidupan iman dan beribadatan kepada TUHAN, maka TUHAN tidak akan memberikan berkat dan kebaikan bagi bangsa israel pada saat itu.[2] Sehingga, ia menggabungkan rencana politis pembangunan Bait Suci, dengan tuntutan bagi umat yang seharusnya mengusahakan kesucian hidup dalam tindakan mereka.[2]

Lihat pula

  • Kitab Hagai
  • Makam Nabi Hagai, Zakharia dan Maleakhi

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris) David Noel Freedman (ed.). 2000. Eerdmans Dictionary of the Bible. USA: Wm. B. Eerdmans Publishing Co.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 (Indonesia) Pr. Darmawijaya. 1990. Warta Nabi Masa Pembuangan dan Sesudahnya. Yogyakarta: Kanisius.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)J.D. Douglas, 2008. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I. Jakarta: Bina Kasih.
  4. 1 2 3 4 (Indonesia)W.S. Lasor. 1994. Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  5. 1 2 (Indonesia) I. Snoek. 1981. Sejarah Suci. Jakarta: BPK Gunung Mulia
  • l
  • b
  • s
Kitab Hagai • ספר חגי (Sefer Hagay)
Alkitab
Hagai 1 • 2
  • iconPortal Kristen
  • Portal Yahudi
Tempat/Istilah
Bait Tuhan
Tokoh
Darius • Hagai • Sealtiel • YHWH • Yehuda • Yosua bin Yozadak • Zerubabel
Sumber
Alkitab Ibrani • Septuaginta • Latin Vulgata • Versi Terjemahan Baru • Versi Wycliffe • Versi King James • Versi American Standard • Versi World English
Kitab Zefanya (pasal 3) ← • → Kitab Zakharia (pasal 1)
  • l
  • b
  • s
Kitab-kitab Nevi'im (Para Nabi)
Kitab Nabi-nabi Awal
Yosua (Yosua bin Nun) · Hakim-hakim  · 1 Samuel  · 2 Samuel (Nabi Samuel) · 1 Raja-raja  · 2 Raja-raja
Kitab Nabi-nabi Akhir
Yesaya (Nabi Yesaya) · Yeremia (Nabi Yeremia) · Yehezkiel (Nabi Yehezkiel)
Kitab Nabi-nabi Kecil
Hosea (Nabi Hosea) · Yoël (Nabi Yoël) · Amos (Nabi Amos) · Obaja (Nabi Obaja) · Yunus (Nabi Yunus) · Mikha (Nabi Mikha) · Nahum (Nabi Nahum) · Habakuk (Nabi Habakuk) · Zefanya (Nabi Zefanya) · Hagai (Nabi Hagai) · Zakharia (Nabi Zakharia) · Maleakhi (Nabi Maleakhi)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Warta Nabi
  3. Pemikiran
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Kitab Hagai

Kitab Hagai (disingkat Hagai; akronim Hag.) merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kelompok kitab-kitab kenabian dan khususnya dalam kelompok nabi-nabi

Hagai 2

Hagai 2 (disingkat Hag 2) adalah bagian terakhir dari Kitab Hagai dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang

Hagai 1

Hagai 1 (disingkat Hag 1) adalah bagian pertama dari Kitab Hagai dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026