Makam Nabi Hagai, Zakharia dan Maleakhi adalah suatu tempat pemakaman kuno yang terletak di lereng atas sebelah barat pada Bukit Zaitun, Yerusalem. Menurut sebuah tradisi Yahudi dari Abad Pertengahan, yang juga diadopsi oleh sejumlah golongan Kristen, katakombe ini diyakini sebagai tempat pemakaman nabi Hagai, Zakharia dan Maleakhi. Ketiga nabi ini dianggap merupakan nabi-nabi terakhir yang tulisannya termasuk ke dalam Alkitab Ibrani, dan merupakan para penulis tiga kitab terakhir dalam Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Mereka hidup sekitar abad ke-6 sampai ke-5 SM. Para arkeolog memberi tarikh tiga ruang kuburan tertua pada abad pertama SM, sehingga tidak sesuai dengan tradisi tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Peta makam | |
![]() | |
| Lokasi | Bukit Zaitun, Yerusalem |
|---|---|
| Koordinat | 31°46′35″N 35°14′35″E / 31.776444°N 35.243106°E / 31.776444; 35.243106 |
| Jenis | Ruang kuburan |
| Sejarah | |
| Didirikan | Abad pertama Masehi |
| Catatan situs | |
| Tanggal ekskavasi | 1870-74 |
| Arkeolog | Clermont-Ganneau |
| Pemilik | Gereja Ortodoks Rusia Di Luar Rusia |
| Akses umum | Menurut jadwal juru kunci setempat |
Makam Nabi Hagai, Zakharia dan Maleakhi (bahasa Inggris: Tomb of the Prophets Haggai, Zechariah and Malachicode: en is deprecated ; bahasa Arab: Qubur el Anbia) adalah suatu tempat pemakaman kuno yang terletak di lereng atas sebelah barat pada Bukit Zaitun, Yerusalem. Menurut sebuah tradisi Yahudi dari Abad Pertengahan, yang juga diadopsi oleh sejumlah golongan Kristen, katakombe ini diyakini sebagai tempat pemakaman nabi Hagai, Zakharia dan Maleakhi. Ketiga nabi ini dianggap merupakan nabi-nabi terakhir yang tulisannya termasuk ke dalam Alkitab Ibrani, dan merupakan para penulis tiga kitab terakhir dalam Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Mereka hidup sekitar abad ke-6 sampai ke-5 SM. Para arkeolog memberi tarikh tiga ruang kuburan tertua pada abad pertama SM, sehingga tidak sesuai dengan tradisi tersebut.[1]
Ruang itu membentuk dua jalur melingkar yang dapat memuat 38 rongga kuburan.[2] Pintu masuk ke dalam gua besar yang digali dari batu karang terletak pada sisi barat, di mana ada anak tangga menurun, diapit di kedua sisinya oleh suatu balustrade dari batu.[3] Jalan itu menuju ke suatu ruang utama berbentuk lingkaran berdiameter 24 kaki (7,3 m). Dari sana ada dua terowongan paralel dengan lebar 5 kaki (1,5 m) dan tinggi 10 kaki (3,0 m), merentang sekitar 20 yard (18 m) menembus batu karang. Terowongan ketiga menuju arah lain. Semuanya dihubungkan dengan galeri-galeri melintang, paling luar panjangnya 40 yard.[4]
Penelitian menunjukkan bahwa kompleks itu dibangun sekitar abad ke-1 SM, di mana corak makam ini umum digunakan dalam penguburan orang Yahudi. Sejumlah inskripsi bahasa Yunani yang ditemukan di situs tersebut mengindikasikan bahwa gua tersebut digunakan lagi untuk menguburkan orang-orang asing beragama Kristen pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi.[5] Pada satu sisi dinding ruangan, tertera suatu tulisan bahasa Yunani yang berbunyi:
Percayalah pada Allah, Dometila: Tidak ada makhluk manusia yang tidak dapat mati![6]

Situs ini dijadikan tempat keramat oleh orang Yahudi sejak abad pertengahan, dan sering diziarahi.[3][7][8] Pada tahun 1882, Archimandrite Antonine (Kapustin) membeli lokasi tersebut bagi Gereja Ortodoks Rusia.[9] Ia merencanakan untuk membangun sebuah gereja di sana, tetapi mendapatkan protes keras dari orang-orang Yahudi yang berziarah di gua tersebut.[10] Istana Utsmaniyah pada tahun 1890 memerintahkan bahwa transaksi itu mengikat tetapi orang Rusia setuju untuk tidak menampilkan simbol atau ikon Kristen pada situs yang tetap terbuka untuk penganut agama apapun.
The place is known as the "Tombs of the Prophets" due to a medieval Jewish tradition that Haggai, Zechariah and Malachi were buried here.
This catacomb is venerated by the Jews as the tomb of the Prophets Haggai, Zechariah and Malachi.
Further down, towards the town, mid way up the mountain, is another cave, consisting of several divisions, containing the tombs of the Prophets Haggai, Zechariah and Malachi, which are frequently visited by the Jews.
On the ascent of the Mount of Olives is a burial place, which from immemorial time has been regarded as containing the remains of Haggai, Zechariah, and Malachi. A Russian priest has been endeavoring to purchase it to build a church upon, but the Turkish government has, at the request of the Jews, deferred the completion of the sale.