Hagai 1 adalah bagian pertama dari Kitab Hagai dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan nabi Hagai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hagai 1 | |
|---|---|
Bagian Kitab Nabi-nabi Kecil yang memuat Kitab Hagai secara lengkap pada Kodeks Leningrad (tahun 1008 M). | |
| Kitab | Kitab Hagai |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 37 |
Hagai 1 (disingkat Hag 1) adalah bagian pertama dari Kitab Hagai dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan nabi Hagai.[1][2]
Transliterasi Ibrani
Nubuat dari Allah ini disampaikan oleh nabi Hagai pada tanggal 29 Agustus 520 SM, menurut perhitungan kalender modern. Nubuat-nubuat Hagai termasuk yang paling dapat dipastikan tarikhnya dalam Perjanjian Lama.[6]
Raja Koresy dari Persia mengizinkan 50.000 orang Yahudi buangan kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Zerubabel selaku bupati (bahasa Inggris: governorcode: en is deprecated , ="gubernur") dan Yosua selaku imam besar (lihat Ezra 1:2–4; 2:64–65; 3:2; 5:1). Sementara tahun kedua setelah kembali (536/535 SM) dasar Bait Suci diletakkan (lihat Ezra 3:8–10). Akan tetapi, pertentangan orang Samaria menghentikan pekerjaan di Bait Suci itu (lihat Ezra 4:1–5,24), dan setelah itu orang Yahudi menjadi acuh-tak acuh secara rohani dan menghentikan pembangunan itu selama 16 tahun. Allah kemudian mengutus nabi Hagai dan Zakharia untuk membangkitkan semangat umat itu agar melanjutkan pekerjaan tersebut.[7]
Dalam Alkitab bahasa Indonesia, pasal ini terdiri dari 14 ayat, sedangkan dalam Alkitab bahasa Inggris terdapat 15 ayat, di mana ayat 15 merupakan ayat 1 dari pasal 2 dalam Alkitab bahasa Indonesia.