Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hafez al-Assad

Hafez al-Assad adalah presiden Suriah untuk tiga kali masa jabatan. Ia digantikan anaknya,yakni presiden "Basyar al-Assad" yang menjabat sejak tahun 2000 Sampai 8 Desember 2024.

Mantan Presiden Suriah pada tahun 1971- 2000
Diperbarui 28 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hafez al-Assad
Hafizh al-Assad
حافظ الأسد
Hafez Al-Assad Tahun 1987
Suriah Presiden Suriah ke-18
Masa jabatan
14 Maret 1971 – 10 Juni 2000
Perdana MenteriAbdul Rahman Khleifawi
Mahmoud al-Ayyubi
Muhammad Ali al-Halabi
Abdul Rauf al-Kasm
Mahmoud Al-Zoubi
Muhammad Mustafa Mero
Wakil PresidenMahmoud al-Ayyubi
Rifaat al-Assad
Abdul Halim Khaddam
Zuhair Masharqa
Sebelum
Pendahulu
Nuruddin al-Atassi
Pengganti
Abdul Halim Khaddam
Sebelum
Perdana Menteri Suriah Ke-55
Masa jabatan
21 November 1970 – 3 April 1971
PresidenAhmad al-Khatib
Sebelum
Pendahulu
Nuruddin al-Atasi
Pengganti
Abdul Rahman Khleifawi
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir6 Oktober 1930
Qardaha, Negara Alawi, Mandat Prancis di Suriah dan Lebanon
Meninggal10 Juni 2000(2000-06-10) (umur 69)
Damaskus, Suriah
KebangsaanSuriah
Partai politikPartai Ba'ath (faksi dominasi Suriah)
AgamaSyi'ah Alawi
Tanda tangan
Karier militer
Pihak Suriah Ba'athis
Dinas/cabangAngkatan Bersenjata Arab Suriah
Angkatan Udara Arab Suriah
Masa dinas1952–2000
PangkatJenderal
Pertempuran/perangPerang 6 hari
Perang Atrisi
Perang Yom Kippur
Penghargaan
  • (nilai tidak diketahui) Order of Civil Merit , 1st Class (Syria) (en) Terjemahkan
  • (nilai tidak diketahui) Order of Civil Merit , 4th Class (Syria) (en) Terjemahkan
  • Pahlawan Uni Soviet
  • Grand Cross of the Order of Polonia Restituta (en) Terjemahkan
  • Collar of the Order of the White Lion (en) Terjemahkan
  • Grand Star of the Decoration for Services to the Republic of Austria (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm0015684 Find a Grave: 9914 Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Hafez al-Assad (Arab: حافظ الأسد Ḥāfiẓ al-Asad, 6 Oktober 1930 – 10 Juni 2000) adalah presiden Suriah untuk tiga kali masa jabatan. Ia digantikan anaknya,yakni presiden "Basyar al-Assad" yang menjabat sejak tahun 2000 Sampai 8 Desember 2024.

Asal-usul

Lahir dari keluarga Alawiyah pada 6 Oktober 1930. Menjadi anggota Angkatan Udara Syria (Suriah) dan merupakan anggota pendiri Partai Ba'ats yang membuatnya mengambil posisi yang menguntungkan menyusul kudeta di Suriah pada 1966 di mana kemudian ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ia terlibat dalam Perang Enam Hari melawan Israel pada 1967, dan peristiwa September Hitam saat PLO mencoba (dengan dukungan Suriah) menggulingkan Raja Husain bin Thalal dari Yordania.

Menuju kekuasaan

Berbagai macam intrik politik baik di Timur Tengah maupun di dalam negerinya membuat Assad naik ke atas panggung kekuasaan penuh sebagai Perdana Menteri Suriah, posisi yang menjadi sangat kuat pada tahun berikutnya saat ia diangkat sebagai Presiden Suriah.

Melawan Israel

Hafizh al-Assad memperkuat posisinya lebih dari 30 tahun berikutnya dan menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Timur Tengah. Perang Yom Kippur 1973, di mana dunia Arab termasuk Suriah mendapat sedikit kemajuan dalam perimbangan militer dengan Israel daripada tahun 1967 (Perang Enam Hari), tetapi tak bisa memperoleh kembali daerah Dataran Tinggi Golan yang telah direbut Israel yang kemudian menjadikan sebagai wilayahnya . Ia juga mengirim pasukan Suriah sebagai campur tangan di Libanon selama huru-hara akibat perang saudara di negara itu (1975-1989). Namun campur tangan kekuatan militer Suriah tidak berjalan mulus, terutama setelah kekalahan dalam Insiden Lembah Beka'a serta masuknya tentara Israel ke Libanon Selatan dalam Invasi Israel atas Libanon 1982 (Operasi Perdamaian Galilea). Meskipun demikian, kehadiran militer Suriah yang awalnya untuk mendukung milisi Druze di Libanon mampu mengimbangi kekuatan Israel serta mempercepat perdamaian di Libanon, terutama setelah gagalnya kekuatan militer PBB, Amerika Serikat dan Prancis dalam menciptakan perdamaian di Libanon pada saat perang saudara berkecamuk. Perdamaian di Libanon terwujud setelah Perjanjian Thaif pada tahun 1989.

Faktor penentu

Hafizh al-Assad memantapkan dirinya sebagai faktor penentu dalam politik dalam negerinya serta di kawasan "panas" Timur Tengah. Ia memilih menentang mayoritas negara-negara Arab di mana Suriah berpihak kepada Iran dalam Perang Iran Irak (1980-1988), yang dilanjutkan dengan menunjukkan antipati ini pada Irak selama Perang Teluk I 1991 di mana sikap dihargai Amerika Serikat untuk itu. Meskipun antara Irak dengan Suriah memiliki kesamaan politik dan sama-sama menggunakan Partai Ba'ath yang mengagungkan Nasionalisme dan Sosialisme Arab, ia memiliki konflik panjang dengan presiden Saddam Hussein yang juga pimpinan partai Ba'ath di Irak. Ia mengambil sikap moderat dalam tahun-tahun terakhir pemerintahannya, yang didapatkannya pada penerimaan kembali sedikit Dataran Tinggi Golan, walau ia tak pernah membuat persetujuan damai dengan Israel. Peranan Assad sangat diperlukan dalam menyelesaikan setiap konflik Timur Tengah, misalnya Assad menjadi tokoh kunci dalam pembebasan sandera pesawat maskapai penerbangan TWA dari Amerika Serikat di Beirut yang dibajak kelompok gerilyawan pada tahun 1984. Sekalipun Assad mengambil kebijakan pro-Iran dalam perang Iran-Irak, Assad mendapat dukungan bantuan ekonomi, dan finansial untuk kepentingan militernya oleh Negara-negara Arab sekalipun politiknya bertentangan. Alasan yang diambil Negara Arab tersebut adalah karena memerlukan negara yang dianggap kuat secara militer dalam menghadapi Israel, setelah Mesir yang justru mengadakan perjanjian damai dengan Israel.

Partai Ba'ath dan gerakan Islam

Pada masa pemerintahannya, Suriah benar-benar dibawa ke dalam pemerintahan diktator militer dengan rezim Partai Ba’athnya. Suriah sendiri bertindak represif terhadap kelompok gerakan Islam yang dianggap Partai Ba’ath, merupakan ancaman utama bagi kekuasaannya. Sehingga pada masa kekuasaannya, Hafizh al-Assad melakukan tindakan represif pada kelompok Islam militan.

Pada 1979, terjadi serangan terhadap sekolah kader militer di Halab dan kantor Partai Ba'ath. Pihak yang dituduh melakukannya ialah kelompok dakwah Ikhwanul Muslimin. Tak hanya itu, kelompok gerakan Islam ini berdemo besar-besaran dan melakukan aksi boikot di Hama, Himsh, dan Halab pada Maret 1980. Dengan alasan inilah Assad lebih ketat dalam melaksanakan kebijakan represifnya terutama terhadap kelompok dakwah Islam seperti Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin. Tidakan kekerasan politiknya ini memuncak dalam peristiwa pembantaian Hama di awal 1980-an dimana sekitar 40.000 warga sipil tewas oleh pasukan Hafez.[1]

Keruntuhan Uni Soviet

Runtuhnya Uni Soviet membawa banyak implikasi terhadap Suriah, di mana dukungan Uni Soviet terhadap Suriah semakin berkurang terutama dengan banyaknya utang luar negeri Suriah kepada negeri itu, dan rezim Partai Ba’ath sendiri mulai goyah. Selama ini, rezim Suriah banyak didukung Uni Soviet dalam Perang Dingin. Persamaan paham sosialisme dan komunisme menjadi perekat keduanya. Walau begitu, pengaruh Inggris dan Prancis yang lama menguasai Suriah tak bisa hilang sama sekali. Dengan bantuan senjata dan dana, Suriah dijadikan alat bagi negara adikuasa itu untuk menanamkan pengaruhnya di Timur Tengah-sekalipun Suriah memiliki tujuan tersendiri-antara lain dengan mendorong Suriah masuk ke Libanon dan konflik dengan Israel di Dataran Tinggi Golan. Sejak runtuhnya Uni Soviet di akhir 1991, Assad mengambil kebijakan moderat tetapi tetap mempertahankan tuntutannya terhadap wilayah Dataran tinggi Golan. Sehingga sampai akhir hayatnya, Suriah tidak menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Kematian

Hafizh al-Assad meninggal pada 10 Juni 2000 dan digantikan putranya, Basyar al-Assad sebagai Presiden Suriah. Setelah Basyar lengser, kuburan megah Hafiz dibakar massa di Latakia.[2]

Pranala luar

  • Biografi Hafizh al-Assad Diarsipkan 2005-03-11 di Wayback Machine.
  • Assad.org Diarsipkan 2023-03-07 di Wayback Machine.
  • Pikiran Hafizh al-Assad Diarsipkan 2022-01-20 di Wayback Machine.
  • Berita Kematian di BBC Diarsipkan 2001-12-20 di Wayback Machine.
Didahului oleh:
Nuruddin al-Atassi
Perdana Menteri Suriah
1970–1971
Diteruskan oleh:
Abdur Rahman Khalifawi
Didahului oleh:
Ahmad Khathib
(Kepala Negara)
Presiden Suriah
1971–2000
Diteruskan oleh:
Abdul Halim Khaddam
(bertindak)
  • l
  • b
  • s
Presiden Suriah
Mandat Prancis
  • Subhi Barakat
  • François Pierre-AlypeAP
  • Ahmad Nami
  • Taj al-Din al-HasaniAP
  • Léon SolomiacAP
  • Muhammad Ali al-Abid
  • Hasyim al-Atasi
  • Bahij al-Khatib
  • Khalid al-AzmAP
  • Taj al-Din al-Hasani
  • Jamil al-UlshiAP
  • Ata al-Ayyubi
  • Syukri al-Quwatli
Republik Suriah
  • Syukri al-Quwatli
  • Husni al-Za'im†
  • Sami al-HinnawiAP†
  • Hasyim al-Atasi
  • Adib ShishakliAP†
  • Fawzi Selu†
  • Adib Shishakli
  • Maamun al-KuzbariAP†
  • Hasyim al-Atasi
  • Syukri al-Quwatli
Republik Arab Bersatu
Gamal Abdel Nasser
Republik Arab Suriah
  • Maamun al-KuzbariAP
  • Izzat al-NussAP†
  • Nazim al-Kudsi
  • Lu'ay al-Atasi†
  • Amin al-Hafiz†
  • Nuruddin al-Atasi†
  • Ahmad al-KhatibAP
  • Hafez al-Assad
  • Abdul Halim KhaddamAP
  • Bashar al-Assad
AP: Presiden sementara; †: Militer
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • NARA
  • SNAC
  • Yale LUX
  1. ↑ Shahdawi, Yazan (2025-01-09). "The Legacy of Hama's Massacre". New Lines Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-28.
  2. ↑ AFP. "Makam Mewah Ayah Bashar Al-Assad Dibakar Massa, Gosong Tak Bersisa". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-28.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-usul
  2. Menuju kekuasaan
  3. Melawan Israel
  4. Faktor penentu
  5. Partai Ba'ath dan gerakan Islam
  6. Keruntuhan Uni Soviet
  7. Kematian
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Kejatuhan dinasti Assad

Runtuhnya pemerintahan keluarga al-Assad

John F. Kennedy

Presiden Amerika Serikat ke-35 (1961–1963)

Jeffrey Epstein

Pelaku kejahatan seksual dan pemodal Amerika (1953–2019)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026