Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gugus alil

Dalam kimia organik, gugus alil adalah substituen dengan rumus struktur −CH2−HC=CH2. Gugus ini terdiri dari jembatan metilena yang terikat pada gugus vinil. Namanya berasal dari nama ilmiah bawang putih, yakni Allium sativum. Pada tahun 1844, Theodor Wertheim mengisolasi turunan alil dari minyak bawang putih dan menamakannya Schwefelallyl. Istilah alil berlaku untuk banyak senyawa yang terkait dengan H2C=CH−CH2, beberapa di antaranya penting secara praktis atau sehari-hari, misalnya alil klorida

Wikipedia article
Diperbarui 4 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gugus alil
Chemical group (–CH2–CH=CH2)Templat:SHORTDESC:Chemical group (–CH2–CH=CH2)
Struktur gugus alil

Dalam kimia organik, gugus alil adalah substituen dengan rumus struktur −CH2−HC=CH2. Gugus ini terdiri dari jembatan metilena (−CH2−) yang terikat pada gugus vinil (−CH=CH2).[1][2] Namanya berasal dari nama ilmiah bawang putih, yakni Allium sativum. Pada tahun 1844, Theodor Wertheim mengisolasi turunan alil dari minyak bawang putih dan menamakannya Schwefelallyl.[3][4] Istilah alil berlaku untuk banyak senyawa yang terkait dengan H2C=CH−CH2, beberapa di antaranya penting secara praktis atau sehari-hari, misalnya alil klorida

Alilasi adalah reaksi kimia apa pun yang menambahkan gugus alil ke substrat.[1]

Tata nama

Jalur radikal bebas untuk fase pertama tengikifikasi oksidatif lemak

Suatu posisi yang berdekatan dengan atom karbon tak jenuh disebut posisi alilik atau situs alilik. Gugus yang terikat pada situs ini terkadang digambarkan sebagai alilik. Jadi, CH2=CHCH2OH "memiliki gugus hidroksil alilik". Ikatan C−H alilik sekitar 15% lebih lemah daripada ikatan C−H pada pusat karbon sp3 biasa dan karenanya lebih reaktif.

Benzilik dan alilik berhubungan dalam hal struktur, kekuatan ikatan, dan reaktivitas. Reaksi lain yang cenderung terjadi dengan senyawa alilik adalah oksidasi selenoksida, reaksi "ena", dan reaksi Tsuji–Trost. Gugus benzilik berhubungan dengan gugus alil; keduanya menunjukkan reaktivitas yang lebih tinggi.

Gugus Pentadienil

Artikel utama: Gugus pentadienil

Gugus CH2 yang terhubung ke dua gugus vinil disebut alilik ganda. Energi disosiasi ikatan C−H pada pusat alilik ganda sekitar 10% lebih rendah daripada energi disosiasi ikatan C−H yang merupakan alilik tunggal. Ikatan C−H yang melemah tercermin dalam oksidasi mudah senyawa yang mengandung ikatan 1,4-pentadiena (C=C−CH2−C=C). Beberapa asam lemak tak jenuh ganda memiliki gugus pentadiena ini: asam linoleat, asam α-linolenat, dan asam arakidonat. Mereka rentan terhadap berbagai reaksi dengan oksigen (O2), dimulai dengan peroksidasi lipid. Produk-produk tersebut meliputi hidroperoksida asam lemak, asam lemak tak jenuh ganda epoksi-hidroksi, jasmonat, asam lemak divinileter, dan aldehida daun. Beberapa turunan ini merupakan molekul pemberi sinyal, beberapa digunakan dalam pertahanan tumbuhan (antifeedant), beberapa merupakan prekursor metabolit lain yang digunakan oleh tumbuhan.[5]

Salah satu konsekuensi praktis dari reaktivitasnya yang tinggi adalah asam lemak tak jenuh ganda memiliki umur simpan yang buruk karena kecenderungannya terhadap autoksidasi, yang menyebabkan makanan menjadi tengik. Logam mempercepat degradasi. Lemak ini cenderung berpolimerisasi, membentuk semipadatan. Pola reaktivitas ini mendasar bagi perilaku pembentukan lapisan film dari "minyak pengering", yang merupakan komponen cat minyak dan pernis.

Trigliserida representatif yang ditemukan dalam minyak biji rami memiliki gugus dengan situs CH2 alilik ganda ((asam linoleat dan asan alfa-linolenat) dan situs alilik tunggal (asam oleat).

Homoalilik

Istilah homoalilik mengacu pada posisi pada kerangka karbon di sebelah posisi alilik. Dalam but-3-enil klorida CH2=CHCH2CH2Cl, klorida bersifat homoalilik karena terikat pada situs homoalilik.

Situs alilik, homoalilik, dan alilik ganda ditandai dengan warna merah.

Pengikatan

Gugus alil banyak ditemukan dalam kimia organik.[1] Radikal bebas, anion, dan kation alil sering dibahas sebagai zat perantara dalam reaksi. Semuanya memiliki tiga pusat karbon hibridisasi sp² yang berdekatan dan semuanya memperoleh stabilitas dari resonansi.[6] Setiap spesies dapat disajikan oleh dua struktur resonansi dengan muatan atau elektron tak berpasangan yang terdistribusi pada kedua posisi 1,3.

Struktur resonansi anion alil. Kationnya identik, tetapi membawa muatan dengan tanda yang berlawanan.[7]

Dalam hal teori MO, diagram MO memiliki tiga orbital molekuler: yang pertama adalah orbital ikatan, yang kedua adalah orbital non-ikatan, dan orbital energi yang lebih tinggi adalah orbital anti-ikatan.[2]

Diagram MO untuk orbital π alil. Pada radikal (ditunjukkan) orbital Ψ2 perantara terisi tunggal, pada kation tidak terisi, dan pada anion terisi penuh.

Reaksi dan penggunaan

Lihat pula: Substitusi alilik

Reaktivitas gugus alilik yang tinggi ini memiliki banyak konsekuensi praktis. Vulkanisasi belerang pada berbagai jenis karet memanfaatkan konversi gugus CH2 alilik menjadi ikatan silang CH−Sx−CH. Demikian pula, minyak pengering seperti minyak biji rami membentuk ikatan silang melalui oksigenasi situs alilik (atau alilik ganda). Ikatan silang ini mendasari sifat-sifat cat dan kerusakan makanan akibat ketengikan.

Produksi industri akrilonitril melalui amoksidasi propena memanfaatkan oksidasi mudah pusat C−H alilik:

2 CH 3 − CH = CH 2 + 2 NH 3 + 3 O 2 ⟶ 2 CH 2 = CH − C ≡ N + 6 H 2 O {\displaystyle {\ce {2CH3-CH=CH2 + 2 NH3 + 3 O2 -> 2CH2=CH-C#N + 6 H2O}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{-}\mathrm {CH} {=}\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}2\,\mathrm {NH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}+{}3\,\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{=}\mathrm {CH} {-}\mathrm {C} {\equiv }\mathrm {N} {}+{}6\,\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} }}

Diperkirakan 800.000 ton (1997) alil klorida diproduksi melalui klorinasi propilena:

CH 3 CH = CH 2 + Cl 2 ⟶ ClCH 2 CH = CH 2 + HCl {\displaystyle {\ce {CH3CH=CH2 + Cl2 -> ClCH2CH=CH2 + HCl}}} {\displaystyle {\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}\mathrm {CH} {=}\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {Cl} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {ClCH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {CH} {=}\mathrm {CH} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {HCl} }}

Ini merupakan prekursor untuk alkohol alil dan epiklorohidrin.

Alilasi

Alilasi adalah penambahan gugus alil ke substrat, biasanya senyawa organik lain. Secara klasik, alilasi melibatkan reaksi karbanion dengan alil klorida. Alternatifnya termasuk alilasi karbonil dengan reagen alilmetalik seperti aliltrimetilsilana,[8][9][10] atau alilasi Krische yang dikatalisis iridium.

Alilasi juga dapat dilakukan dengan adisi konjugat: penambahan gugus alil ke posisi beta enona. Reaksi Hosomi-Sakurai adalah metode umum untuk alilasi konjugat.[11]

insert a caption here
insert a caption here

Dalam kasus lain, senyawa mengalami retro-alilasi, memutus ikatan karbon-karbon.[12]

Oksidasi

Ikatan C-H alilik rentan terhadap oksidasi.[13] Salah satu aplikasi komersial oksidasi alilik adalah sintesis nootkatona, aroma jeruk limau gedang; dari valencene, seskuiterpenoid yang lebih melimpah:[14]

Konversi valencene menjadi nootkatona adalah contoh oksidasi alilik.

Dalam sintesis beberapa bahan kimia halus, selenium dioksida digunakan untuk mengubah alkena menjadi alkohol alilik:[15]

R2C=CR'-CHR"2 + [O] → R2C=CR'-C(OH)R"2

di mana R, R', R" dapat berupa substituen alkil atau aril.

Dari perspektif industri, oksidasi ikatan C-H benzilik dilakukan dalam skala yang sangat besar, misalnya produksi asam tereftalat, asam benzoat, dan kumena hidroperoksida.[16]

Senyawa alil

Banyak substituen dapat diikatkan pada gugus alil untuk menghasilkan senyawa yang stabil. Senyawa alil yang penting secara komersial meliputi:

  • Alkohol krotil (CH3CH=CH−CH2OH)
  • Dimetilalil pirofosfat, yang berperan penting dalam biosintesis terpena, prekursor dari banyak produk alami, termasuk karet alami.
  • Kompleks alil logam transisi, seperti dimer alilpaladium klorida.

Referensi

  1. 1 2 3 Jerry March, "Advanced Organic Chemistry" 4th Ed. J. Wiley and Sons, 1992: New York. ISBN 0-471-60180-2.
  2. 1 2 Morrison, Robert Thornton; Boyd, Robert Neilson (1987). Organic Chemistry (Edisi 4th). Allyn and Bacon.
  3. ↑ Theodor Wertheim (1844). "Untersuchung des Knoblauchöls". Annalen der Chemie und Pharmacie. 51 (3): 289–315. doi:10.1002/jlac.18440510302.
  4. ↑ Eric Block (2010). Garlic and Other Alliums: The Lore and the Science. Royal Society of Chemistry. ISBN 978-0-85404-190-9.
  5. ↑ Feussner, Ivo; Wasternack, Claus (2002). "The Lipoxygenase Pathway". Annual Review of Plant Biology. 53: 275–297. doi:10.1146/annurev.arplant.53.100301.135248. PMID 12221977.
  6. ↑ Organic Chemistry John McMurry 2nd ed. 1988
  7. ↑ Richey, Herman G. (1970). "The properties of alkene carbonium ions and carbanions". Dalam Zabicky, Jacob (ed.). The Chemistry of Alkenes. The Chemistry of Functional Groups. Vol. 2. London: Interscience / William Clowes & Sons. hlm. 56–57. ISBN 0471980501. LCCN 64-25218.
  8. ↑ Yus, Miguel; González-Gómez, José C.; Foubelo, Francisco (2013). "Diastereoselective Allylation of Carbonyl Compounds and Imines: Application to the Synthesis of Natural Products". Chemical Reviews. 113 (7): 5595–5698. doi:10.1021/cr400008h. hdl:10045/38276. PMID 23540914.
  9. ↑ Weaver, Jimmie D.; Recio, Antonio; Grenning, Alexander J.; Tunge, Jon A. (2011). "Transition Metal-Catalyzed Decarboxylative Allylation and Benzylation Reactions". Chemical Reviews. 111 (3): 1846–1913. doi:10.1021/cr1002744. PMC 3116714. PMID 21235271.
  10. ↑ Yus, Miguel; González-Gómez, José C.; Foubelo, Francisco (2011). "Catalytic Enantioselective Allylation of Carbonyl Compounds and Imines". Chemical Reviews. 111 (12): 7774–7854. doi:10.1021/cr1004474. PMID 21923136.
  11. ↑ Sakurai Hideki; Hosomi Akira; Hayashi Josabro (1984). "Conjugate Allylation of α,β-Unsaturated Ketones with Allylsilanes: 4-Phenyl-6-Hepten-2-one". Organic Syntheses. 62: 86. doi:10.15227/orgsyn.062.0086.
  12. ↑ Nogi, Keisuke; Yorimitsu, Hideki (2021). "Carbon–Carbon Bond Cleavage at Allylic Positions: Retro-allylation and Deallylation". Chemical Reviews. 121 (1): 345–364. doi:10.1021/acs.chemrev.0c00157. PMID 32396335. S2CID 218617434.
  13. ↑ Maison, Wolfgang; Weidmann, Verena (2013). "Allylic Oxidations of Olefins to Enones". Synthesis. 45 (16): 2201–2221. doi:10.1055/s-0033-1338491. S2CID 196767407.
  14. ↑ Horn, Evan J.; Rosen, Brandon R.; Chen, Yong; Tang, Jiaze; Chen, Ke; Eastgate, Martin D.; Baran, Phil S. (2016). "Scalable and sustainable electrochemical allylic C–H oxidation". Nature. 533 (7601): 77–81. Bibcode:2016Natur.533...77H. doi:10.1038/nature17431. PMC 4860034. PMID 27096371.
  15. ↑ Hoekstra, William J.; Fairlamb, Ian J. S.; Giroux, Simon; Chen, Yuzhong (2017). "Selenium(IV) Oxide". Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. hlm. 1–12. doi:10.1002/047084289X.rs008.pub3. ISBN 978-0-470-84289-8.
  16. ↑ Recupero, Francesco; Punta, Carlo (2007). "Free Radical Functionalization of Organic Compounds Catalyzed by N- Hydroxyphthalimide". Chemical Reviews. 107 (9): 3800–3842. doi:10.1021/cr040170k. PMID 17848093.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tata nama
  2. Gugus Pentadienil
  3. Pengikatan
  4. Reaksi dan penggunaan
  5. Alilasi
  6. Oksidasi
  7. Senyawa alil
  8. Referensi

Artikel Terkait

Gugus vinil

gugus kimia turunan etena (–CH=CH₂)

Gugus fungsi

Dalam kimia organik, gugus fungsi adalah substituen atau bagian spesifik dalam molekul yang bertanggung jawab terhadap karakteristik reaksi kimia dari

Gugus organil

vinil, gugus alil) Gugus alkinil (misalnya gugus propargil, gugus etunil) Gugus benziloksikarbonil (Cbz) Gugus tert-butoksikarbonil (Boc) Gugus karboksil

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026