Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Antipakan

Antipakan adalah bahan kimia yang diproduksi oleh tumbuhan (fitokimia) yang mengusir serangga melalui rasa tidak enak. Nama alternatif untuk antipakan adalah senyawa antipakan, penolak pakan, penghalang makan, penekan pakan, penghambat pakan, penolak gustatori, fagodepresan, anoreksigenik, dan anti-nafsu makan.

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Compounds produced by plants to stop insects feeding on themTemplat:SHORTDESC:Compounds produced by plants to stop insects feeding on them

Antipakan (Bahasa Inggris: Antifeedant) adalah bahan kimia yang diproduksi oleh tumbuhan (fitokimia) yang mengusir serangga melalui rasa tidak enak. Nama alternatif untuk antipakan adalah senyawa antipakan, penolak pakan, penghalang makan, penekan pakan, penghambat pakan, penolak gustatori, fagodepresan, anoreksigenik, dan anti-nafsu makan.[1][2][3]

Definisi

Antipakan umumnya didefinisikan sebagai bahan kimia yang bekerja pada konsentrasi rendah dan dirasakan oleh reseptor rasa khusus (reseptor gustatori).[3][4] Definisi lain yang lebih sempit dan lebih luas muncul dalam literatur.[3]

Suatu bahan kimia yang mengusir serangga melalui bau daripada rasa, yang bekerja pada reseptor bau serangga (reseptor olfaktori), didefinisikan sebagai penolak dan biasanya tidak dikategorikan sebagai antipakan.[5][6] Senyawa insektisida yang diproduksi oleh tumbuhan jelas akan menghentikan serangga untuk makan, tetapi ini tidak diklasifikasikan sebagai antipakan. Namun, ada kemungkinan bahwa suatu zat kimia dapat bertindak sebagai antipakan terhadap satu spesies dan sebagai insektisida terhadap spesies lain (lihat azadirakhtin).

Produksi antipakan adalah salah satu dari beberapa mekanisme yang digunakan tumbuhan untuk menghentikan herbivora ketika memakannya.

Tidak semua tumbuhan menghasilkan antipakan. Karena tidak penting untuk kehidupan tumbuhan, antipakan diklasifikasikan sebagai metabolit sekunder.

Antipakan adalah molekul pemberi sinyal (semiokimia). Karena menguntungkan organisme penghasilnya (tumbuhan) dan merugikan organisme lain (serangga), antipakan diklasifikasikan sebagai alomon.

Cara kerja biokimia

Serangga memiliki reseptor rasa manis, pahit, asam, asin, dan gurih (gustatori), seperti halnya manusia.[7][8][9] Secara umum, senyawa yang manis atau pahit bagi manusia juga manis atau pahit bagi serangga.[8] Antipakan dapat mengaktifkan reseptor (misalnya reseptor pahit) yang menyebabkan rasa tidak enak atau dapat memblokir reseptor yang akan merangsang makan (misalnya reseptor manis) sehingga serangga mencari sumber makanan yang sesuai di tempat lain. Banyak antipakan memiliki rasa pahit.[3]

Serangga memiliki reseptor pengecap di berbagai bagian tubuh, tidak hanya di bagian mulut.[9] Beberapa dapat merasakan rasa dengan kaki (tarsi). Serangga yang menjauh setelah mendeteksi antipakan dengan tarsi dan tanpa menggigit tumbuhan kadang-kadang disebut sebagai mekanisme iritasi[6] atau penekan.[3]

Serangga dapat terbiasa dengan antipakan dan bahkan dapat berevolusi dari generasi ke generasi untuk menggunakan "penolak" untuk mengidentifikasi tumbuhan yang akan dikonsumsi.[8]

Jenis Kimia

Koul mencantumkan sekitar 900 senyawa dengan aktivitas antipakan.[10] Antipakan dapat ditemukan di antara semua kelas utama metabolit sekunder. Namun, antipakan yang paling ampuh adalah terpenoid. Ini juga merupakan kelompok dengan jumlah dan keragaman antipakan yang diketahui paling banyak. Di antara terpenoid, limonoid telah dipelajari dengan baik dan contoh yang paling ampuh adalah azadirakhtin A.[3][11]

Penggunaan pada pertanian

Satu-satunya antipakan yang digunakan secara komersial adalah ekstrak yang mengandung azadirakhtin dari pohon mimba (Azadirachta indica), meskipun aktivitas insektisida lebih relevan daripada aktivitas antipakan.[12] Ini merupakan biopestisida yang disetujui untuk digunakan dalam pertanian organik.[13]

Limonoid seperti limonin adalah antipakan yang diproduksi oleh sejumlah tumbuhan dari famili Cucurbitaceae, Rutaceae, dan Meliaceae.[14]
  • Tumbuhan umum yang dikenal sebagai sumber zat antipakan
  • Bawang putih hijau, yang melepaskan alisin saat dipotong
    Bawang putih hijau, yang melepaskan alisin saat dipotong
  • Lobak pedas, yang melepaskan alil isotiosianat saat dipotong
    Lobak pedas, yang melepaskan alil isotiosianat saat dipotong

Referensi

  1. ↑ Purrington, C.B. (2003). "Secondary Products | Antifeedant Substances in Plants". Dalam Thomas, Brian (ed.). Encyclopedia of Applied Plant Sciences (Edisi 1st). Elsevier. hlm. 1140–1145. ISBN 9780122270505.
  2. ↑ Purrington, C.B. (2017). "Antifeedant Substances in Plants". Dalam Thomas, Brian; Murray, Brian G; Murphy, Denis J (ed.). Encyclopedia of Applied Plant Sciences (Edisi 2nd). Academic Press. hlm. 364–367. ISBN 9780123948083.
  3. 1 2 3 4 5 6 Koul, Opender (2016). "Chapter 17 - Antifeedant Phytochemicals in Insect Management (so Close yet so Far)". Dalam Omkar (ed.). Ecofriendly Pest Management for Food Security. Academic Press. hlm. 525–544. ISBN 9780128032657.
  4. ↑ Pavela, Roman; Kovaříková, Kateřina; Novák, Matěj (31 January 2025). "Botanical Antifeedants: An Alternative Approach to Pest Control". Insects. 16 (2): 136.
  5. ↑ Deletre, Emilie; Schatz, Bertrand; Bourguet, Denis; Chandre, Fabrice; Williams, Livy; Ratnadass, Alain; Martin, Thibaud (19 May 2016). "Prospects for repellent in pest control: current developments and future challenges". Chemoecology. 26: 127–142.
  6. 1 2 Fernando, S. S. S. T.; Jayasooriya, R. G. P. T.; Samarakoon, Kalpa W.; Wijegunawardana, N. D. Asha D; Alahakoon, Sampath B. (6 November 2024). "Citrus-Based Bio-Insect Repellents—A Review on Historical and Emerging Trends in Utilizing Phytochemicals of Citrus Plants". Journal of Toxicology. 2024. 6179226.
  7. ↑ Liman, Emily R.; Zhang, Yali V.; Montell, Craig (March 5, 2014). "Peripheral Coding of Taste". Neuron. 81 (5): 984–1000.
  8. 1 2 3 King, B H; Gunathunga, Panchalie B (4 April 2023). "Gustation in insects: taste qualities and types of evidence used to show taste function of specific body parts". Journal of Insect Science. 23 (2): 1–18.
  9. 1 2 King, Bethia H; Gunathunga, Panchalie B (2 February 2023). "Gustation Across the Class Insecta: Body Locations". Annals of the Entomological Society of America. 116 (2): 76–82.
  10. ↑ Koul, Opender (2005). Insect antifeedants. CRC Press. ISBN 0-415-33400-4.
  11. ↑ Koul, Opender (19 May 2008). "Phytochemicals and Insect Control: An Antifeedant Approach". Critical Reviews in Plant Sciences. 27 (1): 1–24.
  12. ↑ Isman, Murray (August 2002). "Insect antifeedants". Pesticide Outlook. 13 (4): 152–157.
  13. ↑ Richard N. Bennett; Roger M. Wallsgrove (1994). "Secondary metabolites in plant defence mechanisms". New Phytologist. 127 (4): 617–633. Bibcode:1994NewPh.127..617B. doi:10.1111/j.1469-8137.1994.tb02968.x. PMID 33874382.
  14. ↑ Amit Roy and Shailendra Saraf (2006). "Limonoids: Overview of Significant Bioactive Triterpenes Distributed in Plants Kingdom". Biol. Pharm. Bull. 29 (2): 191–201. doi:10.1248/bpb.29.191. PMID 16462017.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Cara kerja biokimia
  3. Jenis Kimia
  4. Penggunaan pada pertanian
  5. Referensi

Artikel Terkait

Dysmachus antipai

spesies serangga

Choerades antipai

spesies serangga

Lignan

Lignan merupakan prekursor fitoestrogen. Mereka mungkin berperan sebagai antipakan dalam pertahanan biji dan tumbuhan terhadap herbivora. Struktur beberapa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026