Gondang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang berada di utara. Sebagian besar wilayahnya terletak di utara Kali Widas. Gondang merupakan kecamatan ketiga terluas di Kabupaten Nganjuk setelah Rejoso dan Sawahan. Secara geografis, Gondang berupa dataran rendah di bagian selatan dan perbukitan di bagian utara. Mayoritas penduduk tinggal di bagian selatan yang tanahnya subur untuk dijadikan lahan pertanian terutama bawang merah. Gondang adalah salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Nganjuk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gondang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Nganjuk | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Bayu Istas Sasongko S.STP. M.AP. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 57.651 jiwa | ||||
| Kode pos | 64451 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.18.17 | ||||
| Kode BPS | 3518120 | ||||
| Luas | 95,94 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 | ||||
| |||||
Gondang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang berada di utara. Sebagian besar wilayahnya terletak di utara Kali Widas. Gondang merupakan kecamatan ketiga terluas di Kabupaten Nganjuk setelah Rejoso dan Sawahan. Secara geografis, Gondang berupa dataran rendah di bagian selatan dan perbukitan di bagian utara. Mayoritas penduduk tinggal di bagian selatan yang tanahnya subur untuk dijadikan lahan pertanian terutama bawang merah. Gondang adalah salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Nganjuk.[1][2]
Kondisi di Gondang bagian utara berbeda jauh dengan Gondang bagian selatan karena terletak di kawasan Pegunungan Kendeng yang kering dan dikelola oleh Perhutani untuk ditanami pohon jati. Di antara hutan jati tersebut terdapat desa terpencil yang jauh dari desa lain di Gondang yaitu Desa Losari.[3] Kecamatan Gondang adalah lokasi asal-usul makanan khas Nganjuk bernama "dumbleg".[4]

Secara geografis, Gondang berupa dataran rendah di bagian selatan dan perbukitan di bagian utara. Perbukitan di utara banyak ditanami pohon jati oleh Perhutani. Di tengah perkebunan jati tersebut terdapat desa terpencil bernama Losari. Sedangkan wilayah selatan berupa dataran rendah dan banyak ditanami bawang merah. Sebagian besar wilayah Gondang berada di utara Kali Widas kecuali beberapa dusun di Desa Sumberjo dan Nglinggo. Gondang merupakan akses utama menuju Kecamatan Ngluyu di ujung utara Nganjuk.[2]
Batas wilayah kecamatan Gondang adalah:[2]
| Utara | Kecamatan Ngluyu |
| Timur | Kecamatan Lengkong |
| Selatan | Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Baron, dan Kecamatan Tanjunganom |
| Barat | Kecamatan Rejoso |
Kecamatan Gondang terdiri dari 17 desa. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Balonggebang | Balonggebang, Balongrejo, Kawedegan, Kedungrejo | [2] |
| 2 | Campur | Balongglagah, Ngrambek, Pulo, Sambong Lor, Sambong Kidul, Sukorejo | [2] |
| 3 | Gondangkulon | Gondang Kulon, Balongkenci, Karangpedat, Ngemplak | [2] |
| 4 | Jaan | Jaan, Jatitengah, Sempayang | [5] |
| 5 | Karangsemi | Karangsemi, Pilanggenteng | [2] |
| 6 | Kedungglugu | Kedungglugu, Ndadung, Kedunggalih | [2] |
| 7 | Ketawang | Ketawang, Kedungceleng, Nglumbu | [6] |
| 8 | Losari | Losari | [2] |
| 9 | Mojoseto | Mojoseto, Kalangan | [2] |
| 10 | Nglinggo | Nglinggo, Besuki, Bringin, Gobang, Josuman | [2] |
| 11 | Ngujung | Ngujung, Dungpilang, Keringan | [2] |
| 12 | Pandean | Pandean, Kampungbaru, Sumbersari | [2] |
| 13 | Sanggrahan | Sanggrahan, Jatigetih | [2] |
| 14 | Senggowar | Senggowar, Dawang, Jatirejo, Krajan, Ngelo, Pereng | [2] |
| 15 | Senjayan | Senjayan, Kedungingas | [2] |
| 16 | Sumberagung | Sumberagung, Jarak | [2] |
| 17 | Sumberjo | Boro, Depok, Kedunggulun, Ngasem, Paldaplang | [2] |


Kecamatan Gondang terkenal dengan kulinernya yaitu "dumbleg" yang menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Nganjuk. Dumbleg adalah makanan sejenis jenang atau dodol yang terbuat campuran tepung beras, santan, gula merah, gula putih. Adonan tersebut dituang ke bungkus yang terbuat dari pelepah pinang dan kemudian dikukus. Salah satu daerah yang memproduksi dumbleg adalah Dusun Ngemplak di Desa Gondang Kulon. Dumbleg memiliki tekstur kenyal dengan rasa yang manis.[4]