Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Geweer M. 95

Geweer M.95, juga dikenal oleh kolektor sebagai Mannlicher Belanda, adalah senapan dinas Angkatan Bersenjata Belanda antara tahun 1895–1940 yang menggantikan Beaumont-Vitali M1871/88 yang sudah usang. Awalnya diproduksi oleh Steyr untuk Belanda, tetapi setelah tahun 1904 produksinya dilisensikan ke pabrik senjata negara di Zaandam, dekat jembatan Hembrug. Meski sering dianggap berbasis Model Mannlicher 1893, senapan ini sebenarnya merupakan modifikasi oleh August Schriever dan komisi senjata Belanda. Sekitar 470.000 pucuk M.95 dikeluarkan oleh Belanda.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Geweer M. 95
Artikel ini bukan mengenai Mannlicher M1895.
Geweer M. 95

Geweer Model 1895
Jenis Senapan aksi-baut, senapan dinas
Negara asal  Belanda
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1895–1949
Digunakan oleh Belanda
Republik Indonesia
Kekaisaran Jepang[1]
Jerman Nazi[1]
Pada perang Perang Aceh
Intervensi Belanda di Bali (1906)
Intervensi Belanda di Bali (1908)
Perang Dunia I
Perang Dunia II
Revolusi Nasional Indonesia
Sejarah produksi
Perancang Otto Schönauer dan Ferdinand Mannlicher
Tahun 1895
Produsen ŒWG, Artillerie-Inrichtingen
Diproduksi 1895–1940
Jumlah produksi sekitar 470.000 pucuk
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat M.95: 435 kg (959 pon)
Karbin.No 4: 337 kg (743 pon)
Panjang M.95: 1.287 mm (50,7 in)
Karbin.No 4: 951 mm (37,4 in)
Panjang  M.95: 790 mm (31 in)
Karbin.No 4: 450 mm (18 in)

Geweer M.95, juga dikenal oleh kolektor sebagai Mannlicher Belanda (Dutch Mannlicher), adalah senapan dinas Angkatan Bersenjata Belanda antara tahun 1895–1940 yang menggantikan Beaumont-Vitali M1871/88 yang sudah usang.[2][3] Awalnya diproduksi oleh Steyr untuk Belanda, tetapi setelah tahun 1904 produksinya dilisensikan ke pabrik senjata negara di Zaandam, dekat jembatan Hembrug.[4][5] Meski sering dianggap berbasis Model Mannlicher 1893, senapan ini sebenarnya merupakan modifikasi oleh August Schriever dan komisi senjata Belanda.[6][2] Sekitar 470.000 pucuk M.95 dikeluarkan oleh Belanda.

Senapan Belanda dan Rumania memakai peluru bertepi yang sama, sering disebut "Romanian" 6.5×53.5mmR atau "Dutch 6.5" 6.5×53 mmR (juga dikenal sebagai .256 Mannlicher).[7] Dalam dinas militer, peluru M.95 (6.5×53 mmR) dimasukkan lewat en-bloc clip, serupa konsep dengan klip M1 Garand AS. Dengan perakitan pelindung picu/rumah magasin rancangan Ferdinand Mannlicher, saat baut ditarik penuh ke belakang, klip penuh dimasukkan dari atas lewat badan senjata yang terbuka; klip kosong akan jatuh lewat lubang dasar rumah magasin setelah amunisi habis, memungkinkan pengisian cepat saat pertempuran. Klip dapat dikeluarkan paksa ke atas lewat kait pegas di belakang magasin yang dioperasikan oleh tombol tersembunyi di bagian depan pelindung pemicu. Klip pada dasarnya sekali pakai karena amunisi yang dikeluarkan sudah terisi dalam klip dari pabrik.

Sejarah

Pada tahun 1880-an, dua perkembangan penting mengubah dunia persenjataan: munculnya senapan berulang (dengan magasin) dan ditemukannya bubuk tanpa asap. Pada tahun 23 Februari 1886, Menteri Perang Belanda membentuk komisi untuk menilai "masalah senapan", yaitu mengumpulkan informasi tentang sistem senapan berulang. Karena pencarian senapan baru dianggap tujuan jangka panjang, adopsi sementara senapan dengan magasin juga dipertimbangkan. Pada tahun 1888, senapan M1871 Beaumont dimodifikasi dengan magasin Vitali berisi 4 peluru sebagai solusi sementara.

Korps Cadangan Kolonial dari Nijmegen dengan senapan M.95 pada tahun 1905

Dalam memilih senapan baru, komisi berpegang pada dua prinsip: senapan harus sudah diadopsi atau dipertimbangkan oleh negara lain, dan fokus penilaian pada laras, baut, dan peluru. Komisi juga mempertimbangkan penggunaan fitur magazine cut-off, agar bisa dipakai sebagai senapan tembakan tunggal seperti Beaumont-Vitali M71/88. Namun pada tahun 1890, fungsi itu dihapus agar senapan menjadi pengisi otomatis murni. Sembilan senapan diuji, termasuk Mannlicher 1886 Austria, senapan Vinci Italia, Mosin-Nagant Belgia, senapan Pieper Belgia, senapan Krag–Jørgensen, senapan Frey Swiss, Gewehr 1888 Jerman, dan Mannlicher hasil modifikasi August Schriever.

Beberapa senapan langsung dieliminasi karena kekurangan amunisi uji, seperti Vinci dan Gewehr 1888. Komisi merekomendasikan pembuatan senapan baru dari kombinasi terbaik, dengan dasar senapan Mannlicher modifikasi Schriever. Namun, perusahaan Nagant kemudian mengajukan versi baru dengan sistem klip pelepas ala Mauser. Kedua model diuji pada akhir tahun 1890; masing-masing produsen menyuplai senapan seharga 155 gulden. Setelah pengujian lebih lanjut, komisi mempersempit pilihan ke tiga senapan: Gewehr 1888, Mannlicher modifikasi Schriever, dan Nagant. Setelah amunisi untuk Gewehr 1888 tersedia, senapan tersebut diuji lalu dieliminasi karena berpotensi menyebabkan double-feed berbahaya.

Pejuang TNI dengan senapan M.95 di Solo pasca ditariknya pasukan Belanda, 12 November 1949

Awalnya komisi berfokus pada kaliber 7,5–8 mm, tetapi versi Schriever dengan laras Italia berkaliber 6,5 mm juga diuji. Karena performanya setara tetapi lebih ringan, kaliber 6,5 mm dipilih. Sistem pengisian senapan Mannlicher juga disukai, sehingga pilihan hampir final – Mannlicher modifikasi Schriever menjadi kandidat utama.

Pada bulan Maret 1892, rancangan kontrak 100 senapan diajukan ke Menteri Perang. Setelah perubahan kecil pada popor dan bagian laras, senapan resmi ditetapkan sebagai Geweer M.95 pada 4 Desember 1895.[6]

Senapan ini menjadi senjata standar Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) hingga invasi Jepang.[8] M.95 kemudian digunakan kedua pihak selama Revolusi Nasional Indonesia.[9][10] Setelah perang, senapan yang tersisa diserahkan KNIL ke Tentara Nasional Indonesia (TNI).[11] Pada tahun 1950-an, TNI mengubah kaliber M.95 menjadi .303 British[12] dan menambahkan rem laras pada versi karabin.[9][10] M.95 tetap digunakan hingga setidaknya tahun 1955 oleh kepolisian di Suriname.

Varian

Senapan ini memiliki sembilan varian, sebagian besar berupa karabin yang hanya berbeda pada penempatan swivel tali senjata. Varian-varian tersebut meliputi:

Varian karabin No.3 Geweer M. 95
M.95 Loopgraafgeweer, varian senapan periskop dari M.95
  • Karabijn No.1 Oud Model ("model lama") (diperkenalkan pada tahun 1896)[13] yang dirancang untuk kavaleri dan Marsose. Karabin ini kemudian menjadi karabin resmi KNIL pada tahun 1911 (tahun 1925 untuk unit-unit non-Eropa di Jawa).[14]
  • Karabijn No.2 untuk Marsose Kerajaan Belanda dengan bayonet.
  • Karabijn No.3, varian karabin perintis dan artileri
  • Karabijn No.4, varian M.95 yang diperpendek (dirancang pada tahun 1909) yang dibuat untuk infanteri sepeda Belanda dan memiliki fairing kayu di sisi kiri magasin.
  • M.95 Loopgraafgeweer ("senapan parit"), versi senapan periskop dari M.95, yang dirancang pada tahun 1916 untuk peperangan parit.

Sekitar tahun 1930, model-model baru (Nieuw Model) dari No.1, No.2, No.3, dan No.4 diperkenalkan.

Pada tahun 1936, model karabin No.5 yang lebih pendek diperkenalkan.[15] Senjata ini merupakan Geweer M.95 yang dipotong menjadi ukuran karabin. 9.500 unit pertama diproduksi untuk artileri lapangan dan artileri antipesawat. Sebanyak 35.500 unit diproduksi ulang dalam

Sebutan beutewaffen

Setelah Jerman menduduki Belanda, senjata rampasannya (beutewaffen) dikatalogkan untuk digunakan Jerman. G adalah singkatan dari Gewehr ("Senapan"), Gr. G adalah singkatan dari Graben-Gewehr ("Senapan Parit"), K adalah singkatan dari Karabiner ("Karabin"), dan (h) adalah singkatan dari holländisch ("Belanda").

  • G. 211(h) — Geweer M1895 (Senapan Infanteri Mannlicher M1895)[16][17]
  • Gr. G.212(h) — Loopgraafgeweer M1895 (senapan parit Mannlicher M1895)[18]
  • K 411 (h) — Karabijn No.1 Nieuw Model (karabin No.1 Model Baru, kavaleri)
  • K 412 (h) — Karabijn No.1 Oud Model (karabin No. 1 Model Lama, kavaleri)
  • K 413 (h) — Karabijn No.3 Oud Model en Nieuw Model (karabin No. 3 Model Lama dan Model Baru, artileri & pionir)
  • K 414 (h) — Karabijn No.4 Oud Model en Nieuw Model (karabin No. 4 Model Lama dan Model Baru, pengendara sepeda)

Karabin No.2 tidak diklasifikasikan karena hanya sedikit, jika ada, yang berhasil ditangkap. Karabin No.5 diklasifikasikan sebagai Geweer M95.

Amunisi

Karena dimensi yang sangat mirip, selongsong peluru dengan primer Boxer bisa dibuat dengan mengubah ukuran dan memangkas selongsong kaliber .303 British[19] atau .30-40 Krag (.30-40 US)[20], membentuk ulang selongsong kuningan yang telah diubah tersebut di dalam ruang peluru 6,5x53R. Pengubahan ruang peluru senapan asli dengan mengisi ulang ruang laras dengan reamer ruang peluru 6.5×57R (lihat 6,5 × 57 mm Mauser)[21] juga pernah dilakukan, tetapi panjang keseluruhan selongsong peluru 6,5×53mmR harus dipertahankan dengan cara proyektilproyektil lebih dalam agar pas di magasin aslinya.

Galeri

  • Skema pengoperasian senapan
    Skema pengoperasian senapan
  • Bayonet dan sarungnya yang disertakan dengan senapan
    Bayonet dan sarungnya yang disertakan dengan senapan
  • Varian karbin M.95 sebelum Perang Dunia II
    Varian karbin M.95 sebelum Perang Dunia II
  • Klip en-bloc M.95
    Klip en-bloc M.95
  • Dua tentara Belanda menembak senapan M.95 dalam Pertempuran Grebbeberg, Mei 1940
    Dua tentara Belanda menembak senapan M.95 dalam Pertempuran Grebbeberg, Mei 1940
  • Kelompok Pao An Tui berlatih membidik senapan karabin M.95, Oktober 1947
    Kelompok Pao An Tui berlatih membidik senapan karabin M.95, Oktober 1947
  • Mohammad Hatta menginspeksi pasukan TRI dengan senapan M.95 di Cirebon, 15 November 1946
    Mohammad Hatta menginspeksi pasukan TRI dengan senapan M.95 di Cirebon, 15 November 1946
  • Kelas di Sekolah Polisi Suriname berlatih membongkar senapan M.95 pada tahun 1955
    Kelas di Sekolah Polisi Suriname berlatih membongkar senapan M.95 pada tahun 1955

Lihat pula

  • Tabel peluru pistol dan senapan
  • 6,5 × 54 mm Mannlicher–Schönauer
  • 6,5 × 55 mm Swedish
  • 7 × 57 mm Mauser

Referensi

  1. 1 2 John Walter (25 March 2006). Rifles of the World. Krause Publications. hlm. 270. ISBN 0-89689-241-7.
  2. 1 2 "Dutch Bolt action". nollesguns.be. Diakses tanggal 2024-03-22.
  3. ↑ "Karabin Het geweer M.95 (Mannlicher) | Encyklopedia Uzbrojenia II Wojny Światowej" (dalam bahasa Polski). Diakses tanggal 2024-03-22.
  4. ↑ "Karabin Het geweer M.95 (Mannlicher) | Encyklopedia Uzbrojenia II Wojny Światowej".
  5. ↑ "Dutch hand-guns [War over Holland - May 1940: The Dutch struggle]".
  6. 1 2 Nederlandse Vuurwapens: Landmacht en Luchtvaartafdeling, drs G. de Vries & drs B.J. Martens, p.40-56
  7. ↑ "256 Mannlicher".
  8. ↑ "},"date":{"wt":"30 June 1967"},"url":{"wt":"https://apps.dtic.mil/sti/pdfs/ADA324492.pdf#page=82"},"title":{"wt":"The Control of local conflict : a design study on arms control and limited war in the developing areas"},"publisher":{"wt":"Massachusetts Institute of Technology. Center for International Studies"},"volume":{"wt":"3"},"page":{"wt":"77"},"hdl":{"wt":"2027/uiug.30112064404368"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20200804022404/https://apps.dtic.mil/sti/pdfs/ADA324492.pdf#page=82"},"archive-date":{"wt":"4 August 2020"},"url-status":{"wt":"live"}},"i":0}}]}' id="mwAXE"/>Bloomfield, Lincoln P.; Leiss, Amelia Catherine (30 June 1967). The Control of local conflict : a design study on arms control and limited war in the developing areas (PDF). Vol. 3. Massachusetts Institute of Technology. Center for International Studies. hlm. 77. hdl:2027/uiug.30112064404368. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 4 August 2020.
  9. 1 2 Bloomfield & Leiss 1967, hlm. 89.
  10. 1 2 Bloomfield & Leiss 1967, hlm. 96.
  11. ↑ Bloomfield & Leiss 1967, hlm. 85.
  12. ↑ "Indonesian M95 Mannlicher Rifle 1954 303 British REF". libertytreecollectors.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 February 2021. Diakses tanggal 2021-02-02.
  13. ↑ Nederlandse Vuurwapens: Landmacht en Luchtvaartafdeling, drs G. de Vries & drs B.J. Martens, p.75
  14. ↑ Lohnstein, Marc (23 Aug 2018). Royal Netherlands East Indies Army 1936–42. Men-at-Arms 521. Osprey Publishing. hlm. 20. ISBN 9781472833754.
  15. ↑ "Geweer en karabijn M.95 - de Slag om de Grebbeberg en Betuwestelling in mei 1940".
  16. ↑ "Karabin Het geweer M.95 (Mannlicher) | Encyklopedia Uzbrojenia II Wojny Światowej".
  17. ↑ "Dutch hand-guns [War over Holland - May 1940: The Dutch struggle]".
  18. ↑ "Karabin Het geweer M.95 (Mannlicher) | Encyklopedia Uzbrojenia II Wojny Światowej".
  19. ↑ "CIP. 303 British" (PDF). bobp.cip-bobp.org. Diakses tanggal 18 May 2023.
  20. ↑ "CIP 30-40 Krag" (PDF). bobp.cip-bobp.org. Diakses tanggal 18 May 2023.
  21. ↑ "CIP 6,5 x 57 R" (PDF). bobp.cip-bobp.org. Diakses tanggal 18 May 2023.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Varian
  3. Sebutan beutewaffen
  4. Amunisi
  5. Galeri
  6. Lihat pula
  7. Referensi

Artikel Terkait

Daftar senjata infanteri pada Perang Dunia II

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026