Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Fritz Haber

Fritz Haber (1868-1934) dilahirkan di Breslau, dan dari 1886 sampai 1891 ia belajar di Universitas Heidelberg dengan Robert Bunsen, di Universitas Berlin dalam kelompok A.W. Hoffmann, dan di Universitas Teknik Charlottenburg dengan Carl Liebermann. Ia menikahi Clara Immerwahr pada 1901. Sebelum memulai karier akademinya sendiri ia bekerja pada bisnis kimia ayahnya dan di Institut Teknologi di Zürich dengan Georg Lunge. Selama masa itu di Karlsruhe dari 1894 sampai 1911 ia dan Carl Bosch mengembangkan proses Haber, yang merupakan pembentukan katalis amonia dari hidrogen dan nitrogen atmosfer ke bawah keadaan suhu dan tekanan tinggi. Pada 1918, ia menerima Hadiah Nobel Kimia untuk karyanya. Proses Haber-Bosch merupakan tonggak sejarah dalam kimia industri, karena memisahkan produksi produk nitrogen, seperti pupuk, bahan peledak dan makanan kimia, dari deposit alam, khususnya sodium nitrat ('Caliche'), yang mana Chili merupakan penghasil utama. Ketersediaan mendadak dari pupuk nitrogen yang murah dipuji dengan mencegah malapetaka Malthus, atau krisis penduduk.

kimiawan asal Republik Weimar
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Fritz Haber

Fritz Haber
Fritz Haber ca 1905
Lahir(1868-12-09)9 Desember 1868
Breslau, Jerman
Meninggal29 Januari 1934(1934-01-29) (umur 65)
Basel, Swiss
KebangsaanJerman
AlmamaterUniversitas Heidelberg, Universitas Humboldt Berlin
Universitas Teknologi Berlin
Dikenal atasProses Haber
Lahir-Haber sepeda
Pupuk
Reaksi Haber-Weiss
Perang kimia
Bahan peledak
Suami/istriClara Immerwahr (1901-1915; kematian istrinya; 1 anak)
Charlotte Nathan (1917-1927; bercerai; 2 anak)
PenghargaanPenghargaan Nobel untuk Kimia (1918)
Karier ilmiah
BidangKimia Fisik
InstitusiSwiss Federal Institute of Technology
Universitas Karlsruhe
Pembimbing doktoralRobert Bunsen

Fritz Haber (1868-1934) dilahirkan di Breslau, (kala itu terletak di Jerman namun sekarang termasuk wilayah Polandia) dan dari 1886 sampai 1891 ia belajar di Universitas Heidelberg dengan Robert Bunsen, di Universitas Berlin dalam kelompok A.W. Hoffmann, dan di Universitas Teknik Charlottenburg (kini Universitas Teknik Berlin) dengan Carl Liebermann. Ia menikahi Clara Immerwahr pada 1901. Sebelum memulai karier akademinya sendiri ia bekerja pada bisnis kimia ayahnya dan di Institut Teknologi di Zürich dengan Georg Lunge. Selama masa itu di Karlsruhe dari 1894 sampai 1911 ia dan Carl Bosch mengembangkan proses Haber, yang merupakan pembentukan katalis amonia dari hidrogen dan nitrogen atmosfer ke bawah keadaan suhu dan tekanan tinggi. Pada 1918, ia menerima Hadiah Nobel Kimia untuk karyanya. Proses Haber-Bosch merupakan tonggak sejarah dalam kimia industri, karena memisahkan produksi produk nitrogen, seperti pupuk, bahan peledak dan makanan kimia, dari deposit alam, khususnya sodium nitrat ('Caliche'), yang mana Chili merupakan penghasil utama. Ketersediaan mendadak dari pupuk nitrogen yang murah dipuji dengan mencegah malapetaka Malthus, atau krisis penduduk.

Ia juga aktif dalam penelitian reaksi pembakaran, pemisahan emas dari air laut, pengaruh adsorpsi, dan elektrokimia. Sebagian besar pekerjaannya dari 1911 sampai 1933 dikerjakan di Institut untuk Fisika dan Elektrokimia di Berlin-Dahlem. Haber memainkan peran utama dalam pengembangan perang kimia dalam PD I. Bagian kerjanya termasuk pengembangan topeng gas dengan penyaring absorban. Perang gas dalam PD I ialah, dalam beberapa hal, perang para kimiawan, dengan Haber yang beradu dengan pemenang Nobel Kimia asal Prancis Victor Grignard. Istrinya menentang pekerjaannya pada gas beracun dan berkeputusan bunuh diri dengan senjata dinasnya setelah ia sendiri menjaga penggunaan pertama klorin di Ypres.

Setelah PD I usai, Nobel Kimia kembali diberikan pada tahun 1918. Penerimanya adalah kimiawan anorganik Fritz Haber. Penghargaan ini mungkin yang paling kontroversial dalam sejarah Nobel Kimia. Proses ammonia yang ditemukan Haber memang berguna bagi agrikultur untuk pembuatan pupuk. Tapi prosesnya ini juga digunakan untuk membuat gas beracun semasa perang. Sejarawan Elizabeth Crawford menunjukkan bahwa Komite Nobel sebenarnya tidak akan memberikan penghargaan Nobel ke Haber jika saja ada dukungan internasional untuk kandidat yang lain.

Dalam studinya mengenai gas beracun, Haber menemukan hubungan matematika yang mudah antara konsentrasi (C) gas dan jumlah waktu (t) yang mana itu dihirup, diperlihatkan sebagai C x t = k, di mana k ialah tetapan. Dengan kata lain, pembukaan pada tingkat rendah gas selama masa panjang dapat menyebabkan akibat yang sama (misal kematian) sebagai pembukaan konsentrasi tinggi selama waktu singkat. Hubungan ini dikenal sebagai kaidah Haber. Haber membela perang gas terhadap dakwaan bahwa itu tak berperikemanusiaan, berkata bahwa kematian ialah kematian, dengan cara apa pun yang ditimbulkan. Pada 1920an, ia mengembangkan pembentukan gas sianida Zyklon B, yang digunakan sebagai insektisida.

Pada tahun 1933, NAZI mengambil alih kekuasaan di Jerman. Hitler sebagai pemimpin NAZI pernah melaksanakan program “Pemurnian Ras Arya”. Salah satu tindakan Hitler yang paling kejam adalah pembantaian umat Yahudi dengan menggunakan gas beracun. Satu persatu umat Yahudi digiring ke sebuah kamp militer, lalu mereka dimasukkan ke dalam ruangan tertutup yang dipenuhi gas beracun. Saat Hitler memegang tampuk kekuasaan pada tahun 1933, Fritz Haber tengah menjabat sebagai direktur Institute for Physical and Electrochemistry di Berlin-Dalhem. Demi mewujudkan ambisinya, Hitler memerintahkan Fritz Haber untuk menembak mati seluruh pekerja keturunan Yahudi yang bekerja di institutnya. Haber yang juga keturunan Yahudi menolak melakukannya, bahkan ia rela mengundurkan diri dari jabatannya. Kemudian ia menulis surat, “Selama lebih dari 40 tahun, saya telah memilih rekan-rekan kerja saya berdasarkan kepandaian dan karakter mereka. Saya tidak pernah memilih rekan kerja berdasarkan latar belakang nenek moyang mereka dan saya tidak ingin mengubah metode ini yang menurut saya sangat tepat.”

”For more than 40 years, I have selected my collaborators on the basis of their intelligence and their character and not on the basis of their grandmothers, and I am not willing to change this method which I have found so good.”

Tindakan Haber ini membuat NAZI marah besar tetapi mereka tidak menghukum Fritz Haber. NAZI tidak memberikan sanksi apa pun kepada Fritz Haber karena mereka mempertimbangkan jasa dan reputasi Fritz Haber di mata internasional.

Setelah mengundurkan diri, kondisi jantung Fritz Haber memburuk. Karena kondisi kesehatan yang semakin melemah akhirnya Fritz Haber menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Januari 1934 di Basle. Tidak lama setelah kematiannya, Asosiasi Kimia Jerman (German Chemical Society) mengadakan suatu acara seremonial untuk mengenang dan menghormati Fritz Haber. NAZI langsung naik pitam ketika mendengar rencana ini. Mereka marah karena Asosiasi Kimia Jerman memberikan suatu penghormatan yang sangat besar kepada seseorang yang telah menentang NAZI. NAZI mengancam akan menangkap semua orang yang menghadiri acara itu. Walaupun diancam, para ahli Kimia tidak takut dan tetap menghadiri acara itu. Melihat banyaknya ahli Kimia yang hadir, NAZI mengurungkan niat untuk menangkap dan menghukum mereka. NAZI sadar bahwa para ahli Kimia adalah tulang punggung dari rekonstruksi Jerman setelah Jerman hancur di Perang Dunia I. Tanpa adanya ahli Kimia, NAZI sulit membangun kembali kekuatannya.

Referensi

http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penghargaan_nobel_kimia_bagian_i_1901_1920/ Diarsipkan 2010-09-16 di Wayback Machine.

  • l
  • b
  • s
Penerima Penghargaan Nobel Kimia
1901–1925
  • 1901: Jacobus van 't Hoff
  • 1902: Emil Fischer
  • 1903: Svante Arrhenius
  • 1904: William Ramsay
  • 1905: Adolf von Baeyer
  • 1906: Henri Moissan
  • 1907: Eduard Buchner
  • 1908: Ernest Rutherford
  • 1909: Wilhelm Ostwald
  • 1910: Otto Wallach
  • 1911: Marie Curie
  • 1912: Victor Grignard / Paul Sabatier
  • 1913: Alfred Werner
  • 1914: Theodore Richards
  • 1915: Richard Willstätter
  • 1916
  • 1917
  • 1918: Fritz Haber
  • 1919
  • 1920: Walther Nernst
  • 1921: Frederick Soddy
  • 1922: Francis Aston
  • 1923: Fritz Pregl
  • 1924
  • 1925: Richard Zsigmondy
1926–1950
  • 1926: Theodor Svedberg
  • 1927: Heinrich Wieland
  • 1928: Adolf Windaus
  • 1929: Arthur Harden / Hans von Euler-Chelpin
  • 1930: Hans Fischer
  • 1931: Carl Bosch / Friedrich Bergius
  • 1932: Irving Langmuir
  • 1933
  • 1934: Harold Urey
  • 1935: Frédéric Joliot-Curie / Irène Joliot-Curie
  • 1936: Peter Debye
  • 1937: Norman Haworth / Paul Karrer
  • 1938: Richard Kuhn
  • 1939: Adolf Butenandt / Leopold Ružička
  • 1940
  • 1941
  • 1942
  • 1943: George de Hevesy
  • 1944: Otto Hahn
  • 1945: Artturi Virtanen
  • 1946: James B. Sumner / John Northrop / Wendell Meredith Stanley
  • 1947: Robert Robinson
  • 1948: Arne Tiselius
  • 1949: William Giauque
  • 1950: Otto Diels / Kurt Alder
1951–1975
  • 1951: Edwin McMillan / Glenn T. Seaborg
  • 1952: Archer Martin / Richard Synge
  • 1953: Hermann Staudinger
  • 1954: Linus Pauling
  • 1955: Vincent du Vigneaud
  • 1956: Cyril Hinshelwood / Nikolay Semyonov
  • 1957: Alexander Todd
  • 1958: Frederick Sanger
  • 1959: Jaroslav Heyrovský
  • 1960: Willard Libby
  • 1961: Melvin Calvin
  • 1962: Max Perutz / John Kendrew
  • 1963: Karl Ziegler / Giulio Natta
  • 1964: Dorothy Hodgkin
  • 1965: Robert Woodward
  • 1966: Robert S. Mulliken
  • 1967: Manfred Eigen / Ronald Norrish / George Porter
  • 1968: Lars Onsager
  • 1969: Derek Barton / Odd Hassel
  • 1970: Luis Federico Leloir
  • 1971: Gerhard Herzberg
  • 1972: Christian B. Anfinsen / Stanford Moore / William Stein
  • 1973: Ernst Otto Fischer / Geoffrey Wilkinson
  • 1974: Paul Flory
  • 1975: John Cornforth / Vladimir Prelog
1976–2000
  • 1976: William Lipscomb
  • 1977: Ilya Prigogine
  • 1978: Peter D. Mitchell
  • 1979: Herbert C. Brown / Georg Wittig
  • 1980: Paul Berg / Walter Gilbert / Frederick Sanger
  • 1981: Kenichi Fukui / Roald Hoffmann
  • 1982: Aaron Klug
  • 1983: Henry Taube
  • 1984: Robert Merrifield
  • 1985: Herbert A. Hauptman / Jerome Karle
  • 1986: Dudley R. Herschbach / Yuan T. Lee / John Polanyi
  • 1987: Donald J. Cram / Jean-Marie Lehn / Charles J. Pedersen
  • 1988: Johann Deisenhofer / Robert Huber / Hartmut Michel
  • 1989: Sidney Altman / Thomas Cech
  • 1990: Elias Corey
  • 1991: Richard R. Ernst
  • 1992: Rudolph A. Marcus
  • 1993: Kary Mullis / Michael Smith
  • 1994: George Olah
  • 1995: Paul J. Crutzen / Mario J. Molina / F. Sherwood Rowland
  • 1996: Robert Curl / Harold Kroto / Richard Smalley
  • 1997: Paul D. Boyer / John E. Walker / Jens Christian Skou
  • 1998: Walter Kohn / John Pople
  • 1999: Ahmed Zewail
  • 2000: Alan J. Heeger / Alan MacDiarmid / Hideki Shirakawa
2001–sekarang
  • 2001: William Knowles / Ryoji Noyori / K. Barry Sharpless
  • 2002: John B. Fenn / Koichi Tanaka / Kurt Wüthrich
  • 2003: Peter Agre / Roderick MacKinnon
  • 2004: Aaron Ciechanover / Avram Hershko / Irwin Rose
  • 2005: Robert H. Grubbs / Richard R. Schrock / Yves Chauvin
  • 2006: Roger D. Kornberg
  • 2007: Gerhard Ertl
  • 2008: Osamu Shimomura / Martin Chalfie / Roger Y. Tsien
  • 2009: Venkatraman Ramakrishnan / Thomas A. Steitz / Ada E. Yonath
  • 2010: Richard F. Heck / Akira Suzuki / Ei-ichi Negishi
  • 2011: Dan Shechtman
  • 2012: Robert Lefkowitz / Brian Kobilka
  • 2013: Martin Karplus / Michael Levitt / Arieh Warshel
  • 2014: Eric Betzig / Stefan Hell / William E. Moerner
  • 2015: Tomas Lindahl / Paul L. Modrich / Aziz Sancar
  • 2016: Jean-Pierre Sauvage / Fraser Stoddart / Ben Feringa
  • 2017: Jacques Dubochet / Joachim Frank / Richard Henderson
  • 2018: Frances Arnold / Gregory Winter / George Smith
  • 2019: John B. Goodenough / M. Stanley Whittingham / Akira Yoshino
  • 2020: Emmanuelle Charpentier / Jennifer Doudna
  • 2021: Benjamin List / David MacMillan
  • 2022: Carolyn R. Bertozzi / Morten P. Meldal / K. Barry Sharpless
  • 2023: Moungi Bawendi / Louis E. Brus / Alexey Ekimov
  • 2024: David Baker / Demis Hassabis / John M. Jumper
  • 2025: Kitagawa / Robson / Yaghi
  • {{Nobel Sastra}}
  • {{Nobel Fisika}}
  • {{Nobel Fisiologi atau Kedokteran}}
  • {{Nobel Kimia}}
  • {{Nobel Ekonomi}}
  • {{Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian}}
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Norwegia
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
  • Scopus
  • zbMATH
  • Leopoldina
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Universitas Humboldt Berlin

universitas di Jerman

Albert Einstein

fisikawan bidang fisika teori dan pengembang teori relativitas asal Jerman

1925

tahun kalender

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026