Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Besi(III) klorida

Besi(III) klorida, atau feri klorida, adalah suatu senyawa kimia yang merupakan komoditas skala industri, dengan rumus kimia FeCl3. Senyawa ini umum digunakan dalam pengolahan limbah, produksi air minum maupun sebagai katalis, baik di industri maupun di laboratorium.

senyawa kimia
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Besi(III) klorida
Besi(III) klorida
Nama
Nama IUPAC
Iron(III) chloride
Iron trichloride
Nama lain
Ferric chloride
Molysite
Flores martis
Penanda
Nomor CAS
  • 7705-08-0 checkY
  • 10025-77-1 (hexahydrate) N
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
ChEBI
  • CHEBI:30808 checkY
ChemSpider
  • 22792 checkY
Nomor EC
PubChem CID
  • 24380
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • U38V3ZVV3V N
  • 0I2XIN602U (hexahydrate) N
Nomor UN 1773 (anhidrat)
2582 (larutan akuatik)
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID8020622 Sunting di Wikidata
InChI
  • InChI=1S/3ClH.Fe/h3*1H;/q;;;+3/p-3 checkY
    Key: RBTARNINKXHZNM-UHFFFAOYSA-K checkY
  • InChI=1S/3ClH.Fe/h3*1H;/q;;;+3/p-3
    Key: RBTARNINKXHZNM-DFZHHIFOAF
  • Key: RBTARNINKXHZNM-UHFFFAOYSA-K
SMILES
  • Cl[Fe](Cl)Cl
Sifat
Rumus kimia
FeCl3
Massa molar 162,2 g/mol (anhidrat)
270,3 g/mol (heksahidrat)
Penampilan hijau-hitam oleh pantulan cahaya; ungu-merah oleh transmisi cahaya
heksahidrat: padatan kuning
larutan akuatik: coklat
Bau sedikit berbau HCl
Densitas 2,898 g/cm3 (anhidrat)
1,82 g/cm3 (heksahidrat)
Titik lebur 306 °C (anhidrat)
37 °C (99 °F; 310 K) (heksahidrat)
Titik didih 315 °C (599 °F; 588 K) (anhidrat, terdekomposisi)
280 °C (536 °F; 553 K) (heksahidrat, terdekomposisi) terdekomposisi parsial menjadi FeCl2 + Cl2
Kelarutan dalam air
74,4 g/100 mL (0 °C)[1]
92 g/100 mL (heksahidrat, 20 °C)
Kelarutan dalam Aseton
Metanol
Etanol
Dietil eter
63 g/100 ml (18 °C)
sangat mudah larut
83 g/100 ml
sangat mudah larut
Viskositas 40% larutan: 12 cP
Struktur
Struktur kristal
Heksagonal
Geometri koordinasi
Oktahedral
Bahaya[2][3][5]
Lembar data keselamatan Templat:ICSC-small
Piktogram GHS Corr. Met. 1; Skin Corr. 1C; Eye Dam. 1Acute Tox. 4 (oral)
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
Pernyataan bahaya GHS
H290, H302, H314
Langkah perlindungan GHS
P234, P260, P264, P270, P273, P280, P301+P312, P301+P330+P331, P303+P361+P353, P304+P340, P305+P351+P338, P310, P321, P363, P390, P405, P406, P501
Titik nyala Non-flammable
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
REL (yang direkomendasikan)
TWA 1 mg/m3[6]
Senyawa terkait
Anion lain
Besi(III) fluorida
Besi(III) bromida
Kation lainnya
Besi(II) klorida
Mangan(II) klorida
Kobalt(II) klorida
Rutenium(III) klorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Besi(III) klorida, atau feri klorida, adalah suatu senyawa kimia yang merupakan komoditas skala industri, dengan rumus kimia FeCl3. Senyawa ini umum digunakan dalam pengolahan limbah, produksi air minum maupun sebagai katalis, baik di industri maupun di laboratorium.

Warna dari kristal besi(III) klorida tergantung pada sudut pandangnya: dari cahaya pantulan ia berwarna hijau tua, tetapi dari cahaya pancaran ia berwarna ungu-merah. Besi(III) klorida bersifat deliquescent, berbuih di udara lembap, karena munculnya HCl, yang terhidrasi membentuk kabut.

Bila dilarutkan dalam air, besi (III) klorida mengalami hidrolisis yang merupakan reaksi eksotermis (menghasilkan panas). Hidrolisis ini menghasilkan larutan yang coklat, asam, dan korosif, yang digunakan sebagai koagulan pada pengolahan limbah dan produksi air minum. Larutan ini juga digunakan sebagai pengetsa untuk logam berbasis-tembaga pada papan sirkuit cetak (PCB). Anhidrat dari besi(III) klorida adalah asam Lewis yang cukup kuat, dan digunakan sebagai katalis dalam sintesis organik.

Sifat-sifat fisika dan kimia

Besi(III) klorida memiliki titik lebur yang relatif rendah dan mendidih pada 315 °C. Uapnya merupkan dimer Fe2Cl6, yang pada suhu yang semakin tinggi lebih cenderung terurai menjadi monomer FeCl3, daripada penguraian reversibel menjadi besi(II) klorida dan gas klorin[7]

Reaksi kimia

  • Besi(III) klorida merupakan asam Lewis yang relatif kuat, dan bereaksi membentuk adduct dengan basa-basa Lewis. Contohnya adalah reaksi dengan trifenilfosfin oksida, membentuk adduct FeCl3(OPPh3)2 di mana Ph = fenil.
  • Besi(III) klorida bereaksi dengan garam klorida lainnya membentuk ion tetrahedral FeCl4− yang berwarna kuning. Garam-garam dari FeCl4− dalam asam klorida dapat diekstraksikan ke dietil eter.
  • Jika dipanaskan bersama besi(III) oksida pada temperatur 350 °C, besi (III) klorida membentuk besi oksiklorida, sebuah padatan berlapis.
FeCl3 + Fe2O3 → 3 FeOCl
  • Dalam suasana basa, alkoksida dari logam alkali bereaksi membentuk kompleks dimer
2 FeCl3 + 6 C2H5OH + 6 NH3 → (Fe(OC2H5)3)2 + 6 NH4Cl
  • Besi(III) klorida bereaksi dengan cepat terhadap oksalat membentuk kompleks [Fe(C2O4)3]3−. Garam-garam karboksilat lainnya juga membentuk kompleks, seperti sitrat dan tartarat
  • Besi(III) klorida adalah agen oksidator yang sedang, mampu mengoksidasi tembaga(I) klorida to menjadi tembaga(II) klorida. Agen pereduksi seperti hidrazin dapat mengubah besi(III) klorida menjadi kompleks dari besi(II).

Struktur

Besi(III) klorida memiliki struktur BI3, di mana pusat-pusat Fe(III) oktahedral saling berhubungan melalui koordinat-dua ligan klorida

Referensi

  1. ↑ Pradyot Patnaik (2002), Handbook of Inorganic Chemicals, McGraw-Hill, ISBN 0-07-049439-8
  2. ↑ HSNO Chemical Classification Information Database, New Zealand Environmental Risk Management Authority, diakses tanggal 2010-09-19
  3. ↑ Various suppliers, collated by the Baylor College of Dentistry, Texas A&M University. (accessed 2010-09-19)
  4. ↑ Templat:GHS class JP
  5. ↑ An alternative GHS classification from the Japanese GHS Inter-ministerial Committee (2006)[4] notes the possibility of respiratory tract irritation from FeCl3 and differs slightly in other respects from the classification used here.
  6. ↑ "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0346". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  7. ↑ Holleman, A.F. (2001). Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. ISBN 0-12-352651-5.
  • l
  • b
  • s
Senyawa besi
Fe(-II)
  • H2Fe(CO)4
  • Na2Fe(CO)4
Fe(0)
  • Fe(CO)5
  • Fe2(CO)9
  • Fe3(CO)12
  • Fe(CO)3CH3COC2H2C6H6
Fe(I)
  • FeH
Senyawa organobesi(I)
  • (C5H5FeCO)2(CO)2
Fe(0,II)
  • Fe3C
Fe(II)
  • Fe(BF4)2
  • FeBr2
  • FeCl2
  • FeF2
  • FeI2
  • Fe(NO3)2
  • FeH2
  • FeMoO4
  • FeO
  • Fe(OH)2
  • FeS
  • FeSO4
  • FeSe
  • FeSeO4
  • FeWO4
  • FeSi2
  • FeTiO3
  • FeCO3
  • FeC2O4
  • Fe(C2H3O2)2
  • Fe(C3H5O3)2
  • FeC6H6O7
  • FeC12H22O14
  • FeCr2O4
  • Fe3(PO4)2
  • Mg2FeH6
  • (NH4)2Fe(SO4)2·6H2O
  • FeI2(CO)4
Senyawa organobesi(II)
  • Fe(C5H5)2
  • Fe(C5H4P(C6H5)2)2
  • C4H4Fe(CO)3
  • C4H6Fe(CO)3
Fe(0,III)
  • FeSi
  • FeGe
Fe(II,III)
  • Fe3O4
  • Fe3S4
Fe(III)
  • FeI3
  • FeBr3
  • FeCl3
  • FeF3
  • FeP
  • Fe(NO3)3
  • Fe(acac)3
  • FeOCl
  • [(C2H5)4N][O(FeCl3)2]
  • FeO(OH)
  • FePO4
  • Fe4(P2O7)3
  • Fe2(CrO4)3
  • Fe2(C2O4)3
  • Fe2O3
  • Fe2(SeO3)3
  • Fe2S3
  • Fe2(SO4)3
  • Fe(N3)3
  • NH4Fe(SO4)2·12H2O
Senyawa organobesi(III)
  • Fe(C5H5)2BF4
  • C6H8O7⋅xFe3+⋅yNH3
  • C54H105FeO6
Fe(VI)
  • K2FeO4
  • BaFeO4
Diklaim
  • Hemolitin (protein)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sifat-sifat fisika dan kimia
  2. Reaksi kimia
  3. Struktur
  4. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026