Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Evolusi kompleksitas

Evolusi kompleksitas adalah akibat proses evolusi yang penting. Evolusi telah menghasilkan beberapa organisme yang sangat kompleks, walaupun tingkatan kerumitan itu sebenarnya sangat sulit ditentukan atau diukur secara biologis, baik kandungan gen, jumlah jenis sel, ataupun morfologi organisme semuanya digunakan untuk memperkirakan kompleksitas organisme. Pengamatan bahwa organisme kompleks dapat dihasilkan dari yang lebih sederhana telah menyebabkan kesalahpahaman yang umum bahwa evolusi bersifat progresif dan memiliki arah menuju "organisme yang lebih tinggi".

Wikipedia article
Diperbarui 20 Mei 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Evolusi kompleksitas adalah akibat proses evolusi yang penting. Evolusi telah menghasilkan beberapa organisme yang sangat kompleks, walaupun tingkatan kerumitan itu sebenarnya sangat sulit ditentukan atau diukur secara biologis, baik kandungan gen, jumlah jenis sel, ataupun morfologi organisme semuanya digunakan untuk memperkirakan kompleksitas organisme.[1][2] Pengamatan bahwa organisme kompleks dapat dihasilkan dari yang lebih sederhana telah menyebabkan kesalahpahaman yang umum bahwa evolusi bersifat progresif dan memiliki arah menuju "organisme yang lebih tinggi".[3]

Pemikiran evolusi yang "progresif" ini adalah tidak benar. Seleksi alam tidak memiliki arah, dan organisme diseleksi menjadi lebih kompleks atapun kurang kompleks tergantung pada kondisi lingkungan.[4] Walaupun terdapat peningkatan pada tingkat kompleksitas maksimum sepanjang sejarah kehidupan, selalu adalah organisme yang kecil dan sederhana yang menjadi mayoritas biomassa dunia.

Seleksi kesederhanaan dan kerumitan

Organisme yang bereproduksi dengan lebih cepat dan banyak daripada para pesaingnya memiliki keuntungan evolusioner yang lebih tinggi. Konsekuensinya adalah, organisme dapat berevolusi menjadi lebih sederhana, sehingga dapat menggandakan diri dengan lebih cepat, dan menghasilkan lebih banyak keturunan. Contohnya adalah parasit seperti malaria dan mikoplasma. Organisme ini sering kali membuang sifat-sifat yang tidak diperlukan karena parasitismenya pada inang.[5]

Suatu garis keturunan juga dapat membuang kompleksitas ketika suatu sifat kompleks tertentu tidak memberikan keuntungan selektif apa-apa pada lingkungan tertentu. Hilangnya sifat ini tidak seperlunya diakibatkan oleh seleksi alam. Ia dapat hilang oleh hanyutan genetik. Sebagai contoh, organisme parasit dapat membuang lintasan sintesis suatu metabolit apabila ia dapat menyerap metabolit tersebut dari inangnya. Pembuangan lintasan sintesis ini tidak seperlunya mengizinkan parasit menghemat energi atau sumber daya secara signifikan ataupun tumbuh menjadi lebih cepat, tetapi ia dapat terfikasasi pada populasi melalui hanyutan genetik jika tiada kerugian yang dihasilkan dari hilangnya lintasan sintesis metabolit ini.

Namun, evolusi dapat juga menghasilkan organisme yang kompleks. Kompleksitas sering muncul pada ko-evolusi inang dan patogen, dengan tiap pihak mengembangkan adaptasi yang semakin canggih, seperti sistem immun inang dan teknik-teknik yang digunakan oleh patogen untuk menghindari sistem immun tersebut. Sebagai contoh, parasit Trypanosoma brucei, yang menyebabkan penyakit tidur, telah mengevolusikan banyak kopi antigen permukaannya, sedemikiannya 10% genom organisme ini memiliki fungsi yang berhubungan dengan berbagai versi gen ini. Kompleksitas seperti ini mengizinkan parasit secara terus menerus mengubah permukaannya, sehingga dapat lolos dari sistem immun melalui variasi antigenik.[6]

Secara umum, tumbuhnya kompleksitas dapat didorong oleh koevolusi antara suatu organisme dengan ekosistem predator, mangsa, dan parasit, yang mana organisme berusaha bertahan hidup dengan beradaptasi. Ketika salah satu bagian ekosistem ini menjadi lebih kompleks untuk menandingi keberagaman ancaman ekosistem yang disebabkan oleh organisme lainnya, organisme yang lain juga harus beradaptasi menjadi lebih kompleks, menyebabkan persaingan evolusioner yang terus menerus menuju kompleksitas.[7] Tren ini diperkuat oleh fakta bahwa ekosistem sendiri cenderung menjadi lebih kompleks seiring berlangsungnya waktu dikarenakan oleh peningkatan keanekaragaman spesies bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas hubungan antar spesies.

Lihat pula

  • Biokompleksitas
  • Keanekaragaman hayati
  • Biosfer
  • Sistem adapatif kompleks
  • Kompleksitas
  • Ekosistem
  • Otogenesis

Referensi

  1. ↑ Adami C (2002). "What is complexity?". Bioessays. 24 (12): 1085–94. doi:10.1002/bies.10192. PMID 12447974.
  2. ↑ Waldrop M.; et al. (2008). "Language: Disputed definitions". Nature. 455 (7216): 1023–1028. doi:10.1038/4551023a.
  3. ↑ McShea D (1991). "Complexity and evolution: What everybody knows". Biology and Philosophy. 6 (3): 303–324. doi:10.1007/BF00132234.
  4. ↑ Ayala FJ (2007). "Darwin's greatest discovery: design without designer". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 104 Suppl 1: 8567–73. doi:10.1073/pnas.0701072104. PMID 17494753. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-08. Diakses tanggal 2009-05-29.
  5. ↑ Sirand-Pugnet P, Lartigue C, Marenda M; et al. (2007). "Being Pathogenic, Plastic, and Sexual while Living with a Nearly Minimal Bacterial Genome". PLoS Genet. 3 (5): e75. doi:10.1371/journal.pgen.0030075. PMID 17511520. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ↑ Pays E (2005). "Regulation of antigen gene expression in Trypanosoma brucei". Trends Parasitol. 21 (11): 517–20. doi:10.1016/j.pt.2005.08.016. PMID 16126458.
  7. ↑ Heylighen, F. (1999a) "The Growth of Structural and Functional Complexity during Evolution", in F. Heylighen, J. Bollen & A. Riegler (eds.) The Evolution of Complexity Kluwer Academic, Dordrecht, 17-44.
  • l
  • b
  • s
Topik dasar tentang biologi evolusioner
Bukti nenek moyang bersama
Proses-proses dari evolusi
  • Adaptasi
  • Makroevolusi
  • Mikroevolusi
  • Spesiasi
Mekanisme genetika populasi
  • Aliran gen
  • Hanyutan genetik
  • Mutasi
  • Seleksi alam
Konsep biologi perkembangan evolusioner (Evo-devo)
  • Kanalisasi
  • Inversi
  • Modularitas
  • Plastisitas fenotip
Evolusi struktur sosial
dan proses psikologis
  • Budaya
  • Emosi
  • Eusosialitas
  • Inteligensi manusia
    • Skizofrenia
  • Bahasa
  • Moralitas
  • Agama
Evolusi organ
dan proses biologis
  • Penuaan
  • Burung terbang
  • Kompleksitas biologis
  • Selular
  • Melihat warna
    • Penglihatan warna pada primata
  • DNA
  • Sel eukariota
    • Kromatin
  • Sistem endomembran
  • Mata
  • Flagela
  • Rambut
  • Mitokondria
  • Multiselular
  • Tulang lunak pendengaran mamalia
  • Evolusi mosaik
  • Sistem saraf
    • Otak
  • Nukleus
  • Plastid
  • Seks
Evolusi Taksa
  • Burung
  • Brakiopoda
  • Kucing
  • Cephalopoda
  • Dinosaurus
  • Anjing
  • Lumba-lumba dan paus
  • Ikan
  • Jamur
  • Kuda
  • Manusia
  • Influensa
  • Serangga
    • Kupu-kupu
  • Lemur
  • Kehidupan
  • Mamalia
  • Moluska
  • Tanaman
  • Reptil
  • Sapi laut
  • Laba-laba
  • Tetrapoda
  • Virus
    • Hepatitis C
Mode-mode spesiasi
  • Anagenesis
  • Catagenesis
  • Kladogenesis
  • Ecological
  • Hibrida
  • Parapatri
  • Peripatri
  • Simpatri
Sejarah pemikiran evolusioner
  • Charles Darwin
  • Teori gen egois
  • Kehidupan (Pohon klasifikasi)
  • Sintesis evolusioner modern
  • On the Origin of Species
Subbidang lain
  • Genetika ekologis
  • Evolusi molekuler
  • Filogenetik
  • Sistematika
  • Daftar topik biologi evolusioner
  • Rentang waktu evolusi
  • Sejarah evolusioner kehidupan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Seleksi kesederhanaan dan kerumitan
  2. Lihat pula
  3. Referensi

Artikel Terkait

Evolusi

perubahan dalam karakter yang diwariskan dari populasi biologi dari generasi ke generasi

Scrum

untuk setiap kegiatan kerangka kerja akan bervariasi tergantung pada kompleksitas dan ukuran produk) disesuaikan dengan masalah yang dihadapi dan didefinisikan

Sejarah pemikiran evolusi

Pemikiran mengenai evolusi, yakni bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu, telah berakar sejak zaman kuno. Pemikiran tersebut dapat terlihat pada ilmu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026