Diagram p adalah jenis diagram kontrol yang digunakan di dunia industri atau bisnis untuk memonitor proporsi dari ketidaksesuaian dalam sebuah sampel, di mana proporsi ketidaksesuaian ditentukan sebagai rasio unit yang memiliki ketidaksesuaian dibandingkan dengan jumlah sampel.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Diagram Kontrol |
| Data Variabel - Individual
Data Variabel dengan subgroup Data Attribute distribusi binomial Data Attribute distribusi poison Time Weighted |
Diagram p adalah jenis diagram kontrol yang digunakan di dunia industri atau bisnis untuk memonitor proporsi dari ketidaksesuaian dalam sebuah sampel, di mana proporsi ketidaksesuaian ditentukan sebagai rasio unit yang memiliki ketidaksesuaian dibandingkan dengan jumlah sampel.[1]
Diagram p hanya mengakomodir inspeksi dengan dua keputusan, "OK / Gagal", "Bagus / Jelek".
Dasar untuk menggunakan diagram p adalah, bahwa data berasal dari distribusi binomial [2]: 267 dengan asumsi bahwa:
Batas kontrol atas dihitung dengan rumus:[2]: 268
Batas kontrol bawah dihitung dengan rumus:[2]: 268
Di mana adalah estimasi rata-rata proporsi jangka panjang yang dihitung dengan rumus:
=
Jika nilai batas kontrol bawah lebih kecil atau sama dengan nol maka batas kontrol bawah di anggap nol.
Untuk membuat diagram p, jumpah sampel harus diperhitungkan dengan benar. Jika inspeksi dilakukan 100%, maka tidak ada masalah dengan jumlah sample, tetapi jika inspeksi dilakukan dengan metode sampel, jumlah sampel harus diambil cukup besar untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan unit yang memiliki ketidaksesuaian.
Rumus umum yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel adalah:[2]: 278
Di mana δ adalah besarnya pergeseran yang ingin dideteksi.
Rumus lain yang bisa digunakan adalah
.
Dengan rumus ini, jumlah sampel akan menjadi lebih besar, sehingga batas kontrol bawah akan mendapatkan angka yang positif.