Dharma Pongrekun adalah seorang purnawirawan Polri dan politikus Indonesia yang jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Dharma Pongrekun | |
|---|---|
Potret resmi, 2019 | |
| Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia ke-1 | |
| Masa jabatan 17 Juli 2019 – 7 Oktober 2021 | |
Pendahulu Tidak ada, Jabatan baru Pengganti Sutanto | |
| Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri | |
| Masa jabatan 27 Mei 2016 – 13 November 2016 | |
| Wadirtipidum Bareskrim Polri | |
| Masa jabatan 5 Juni 2015 – 31 Desember 2015 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 12 Januari 1966 Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia |
| Partai politik | Independen |
| Orang tua |
|
| Almamater | Akademi Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Universitas Gadjah Mada |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1988–2024 |
| Pangkat | |
| NRP | 66010404 |
| Satuan | Reserse |
|
| |
Dharma Pongrekun (lahir 12 Januari 1966) adalah seorang purnawirawan Polri dan politikus Indonesia yang jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.[1]
Dharma, yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Selama menjabat sebagai polisi aktif, pria berdarah Toraja ini pernah menjadi Wakil Kepala BSSN, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN, Pati Bareskrim Polri, Karorenmin Bareskrim Polri, dan Dirtipnarkoba Bareskrim Polri.[2]
Pada Pilgub Jakarta 2024, ia maju sebagai kandidat Gubernur Jakarta didampingi oleh Kun Wardana dengan memperoleh 840.640 dukungan sehingga memenuhi syarat minimal dan menjadi pasangan calon satu-satunya melalui jalur independen.
Dharma-Kun memperoleh 459.230 suara dari jumlah DPT 8.214.007 orang.[3][4]
Dharma Pongrekun adalah politikus independen. Dia telah mengkritik sistem pendidikan umum sebagai usang untuk orang-orang abad ke-21.[5]
Dharma juga ingin memastikan bahwa semua kurikulum pada sistem pendidikan yang berlangsung di Jakarta ketika saya memimpin harus mengajarkan akhlak kepada para siswa dan menempatkan pendidik sebagai contoh.
| Jabatan kepolisian | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Antam Novambar |
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri 2016 |
Diteruskan oleh: Brigjen. Pol. Eko Daniyanto |
| Didahului oleh: Kombes. Pol. Toni Harmanto |
Wadirtipidum Bareskrim Polri 2015 |
Diteruskan oleh: Kombes. Pol. Agus Kurniady Sutisna |
| Didahului oleh: AKBP Purwadi Arianto |
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya 2008 |
Diteruskan oleh: AKBP Tornagogo Sihombing |