Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Imunodefisiensi

Imunodefisiensi adalah keadaan ketika komponen sistem imun tidak dapat berfungsi secara normal. Akibatnya, penderita imunodefisiensi lebih rentan terhadap infeksi virus, jamur, atau bakteri, serta infeksi berulang, serta terhadap kanker. Berdasarkan sumber penyebabnya, imunodefisiensi dibagi menjadi dua kategori, yaitu imunodefisiensi primer (kongenital) dan sekunder (perolehan). Imunodefisiensi primer disebabkan oleh kelainan genetik pada satu atau lebih komponen sistem imun, sedangkan imunodefisiensi sekunder merupakan kerusakan sistem imun yang disebabkan infeksi, kekurangan nutrisi, ataupun efek dari pengobatan.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Imunodefisiensi
SpesialisasiImunologi Sunting ini di Wikidata

Imunodefisiensi adalah keadaan ketika komponen sistem imun tidak dapat berfungsi secara normal. Akibatnya, penderita imunodefisiensi lebih rentan terhadap infeksi virus, jamur, atau bakteri, serta infeksi berulang (reaktivasi infeksi laten), serta terhadap kanker.[1] Berdasarkan sumber penyebabnya, imunodefisiensi dibagi menjadi dua kategori, yaitu imunodefisiensi primer (kongenital) dan sekunder (perolehan). Imunodefisiensi primer disebabkan oleh kelainan genetik pada satu atau lebih komponen sistem imun, sedangkan imunodefisiensi sekunder merupakan kerusakan sistem imun yang disebabkan infeksi, kekurangan nutrisi, ataupun efek dari pengobatan.[1][2]

Jenis

Primer

Hingga tahun 2010, sebanyak lebih dari 130 jenis kelainan yang mengakibatkan imunodefisiensi primer telah ditemukan. Berbagai kelainan tersebut dapat memengaruhi perkembangan dan/atau fungsi sistem imun serta dapat diwariskan seseorang kepada keturunannya. Umumnya gejala imunodefisiensi primer dapat terdeteksi sejak kecil. Namun, gejala muncul dapat berbeda-beda antara satu pasien dengan pasien lainnya sebagai dampat dari pengaruh genetik dan lingkungan.[3] Beberapa contoh penyakit yang tergolong ke dalam imunodefisiensi primer adalah:[1]

PenyakitKelainan / Kerusakan yang disebabkanDampak klinis
Defisiensi imunitas kombinasi (Severe Combined Immunodeficiency/SCID) Penurunan jumlah sel T, sel B, sel NK, dan/atau antibodiRentan terhadap infeksi virus, fungi, dan bakteri karena kecacatan pada sistem kekebalan seluler dan humoral.
Agammaglobulinemia terkait kromosom-X Kegagalan maturasi sel B di sumsum tulang belakangPenurunan atau sama sekali tidak ada produksi sel B dan antibodi
Sindrom DiGeorge Ketidaksempurnaan perkembangan organ timus dan kegagalan maturasi sel TRentan terhadap infeksi virus dan fungi karena kegagalan sistem imunitas humoral
Sindrom Wiskott-Aldrich Mutasi pada gen WAS menyebabkan kerja protein WASP kurang fungsional yang mengganggu fungsi sitoskeleton aktin dalam perkembangan sel darah dan pembentukan sinapsis imunologiRentan terhadap ekzema atopik dan infeksi yang mudah kambuh
Sindrom Hiper-IgM Cacat pada sel B sehingga tidak dapat melakukan pergantian kelas antibodi (imunoglobulin)Kadar IgM di dalam tubuh menjadi berlebihan dan kekurangan IgA, IgG, dan IgE. Hal ini menyebabkan sering terjadinya infeksi berulang.

Sekunder

Imunodefisiensi sekunder umumnya didapatkan pada usia lanjut dan merupakan dampak dari penyakit lain yang diderita atau efek obat-obatan. Contohnya adalah penderita kegananasan (kanker) yang mendapatkan radioterapi atau kemoterapi dapat menderita imunodefisiensi karena sel-sel imun ikut dirusak oleh perlakuan tersebut. Selain itu, cacat pada sistem kekebalan seluler juga dapat disebabkan oleh malagizi (kekurangan protein). Beberapa kondisi lain yang dapat menimbulkan imunodefisiensi sekunder adalah keganasan (leukemia, limfoma), gagal ginjal akut, infeksi HIV, sarkodosis, splenektomi, dan infeksi virus Epstein-Barr.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris) Abul K. Abbas, Andrew H. H. Lichtman. 2014. Basic Immunology: Functions and Disorders of the Immune System. Saunders Elsevier.
  2. ↑ (Indonesia) Jan Tambayong. 2000. Patofisiologi untuk Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 58-60
  3. ↑ Notarangelo, Luigi D. (2010-2). "Primary immunodeficiencies". The Journal of Allergy and Clinical Immunology. 125 (2 Suppl 2): S182–194. doi:10.1016/j.jaci.2009.07.053. ISSN 1097-6825. PMID 20042228.
  4. ↑ (Indonesia) JCE Underwood. 1999. Patologi: Umum dan Sistemik. Penerbit buku kedokteran EGC. Editor: Sarjadi. Edisi 2. Hal 225-227.
  • l
  • b
  • s
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
  • Infektivitas
    • Dosis infeksius
  • Patogenisitas
    • Tingkat serangan
  • Virulensi
    • Endotoksin
    • Eksotoksin
    • Tingkat kematian kasus
  • Resistansi antimikroba
Inang
  • Individu rentan
  • Infeksi oportunistik
  • Respons imun
    • Imunodefisiensi
    • Imunosupresi
Lingkungan
  • Akses pada air, sanitasi, dan higiene
  • Bencana alam
    • Banjir
  • Deforestasi
  • Ekologi
  • Hewan
  • Kemiskinan
  • Kelembapan
  • Pengendalian vektor
  • Penggunaan obat suntik
  • Perang dan konflik
  • Perdagangan
  • Perubahan iklim
  • Wisata
Penularan
Konsep dasar
  • Fomit
  • Inang
  • Individu tanpa gejala
  • Infeksi oportunistik
  • Infeksi subklinis
  • Jeda waktu
  • Kasus indeks
  • Masa infeksius
  • Masa inkubasi
  • Masa laten
  • Penyebar super
  • Rantai infeksi
  • Reservoir alami
Mode
  • Penularan manusia-ke-manusia
    • Horizontal
    • Vertikal
  • Penularan antarspesies
    • Infeksi limpahan
    • Vektor
    • Zoonosis
    • Zoonosis balik
  • Infeksi terobosan
Rute
  • Air
  • Darah
  • Fomit
  • Hubungan seksual
  • Makanan
  • Nyamuk
  • Rumah sakit
  • Tinja
  • Udara
Pemodelan
  • Angka reproduksi dasar
  • Kekuatan infeksi
  • Kekebalan kelompok
  • Laju infeksi
  • Laju serangan
  • Model kompartemen dalam epidemiologi
  • Risiko dan laju penularan
  • Serial interval
  • Ukuran komunitas kritis
Tingkat kejadian
  • Endemi
  • Epidemi
  • Hiperendemi
  • Holoendemi
  • Insidensi
  • Klaster
  • Mesoendemi
  • Pandemi
  • Prevalensi
  • Sporadik
  • Sindemi
  • Wabah
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
  • Antibiotik
  • Antijamur
  • Antimikroba
  • Antiseptik
  • Antivirus
  • Imunisasi
  • Imunoterapi
    • Terapi antibodi monoklonal
  • Inokulasi
  • Profilaksis prapajanan
  • Profilaksis pascapajanan
  • Reposisi obat
  • Terapi fag
  • Vaksinasi
    • efikasi
    • penguat
    • resistansi
Nonfarmasi
  • Cordon sanitaire
  • Disinfeksi
  • Higiene
    • Keamanan pangan
    • Mencuci tangan
    • Sarung tangan
  • Isolasi
  • Karantina
  • Larangan perjalanan
  • Pelacakan kontak
  • Pembatasan sosial
  • Penapisan
  • Pengendalian sumber penyakit pernapasan
    • Alat pelindung diri
    • Masker medis
  • Pengendalian vektor
  • Perintah untuk tinggal di rumah
  • Sanitasi
  • Sekuestrasi protektif
  • Seks aman
  • Sterilisasi
  • Surveilans penyakit
Infeksi baru
  • Penyakit X
  • Virus baru
Lainnya
  • Penemuan
  • Pemberantasan
  • Penyakit infeksius (spesialisasi medis)
  • Bioterorisme
  • Penyakit tropis
    • Kedokteran tropis
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis
  2. Primer
  3. Sekunder
  4. Referensi

Artikel Terkait

HIV

virus penyebab AIDS

AIDS

Penyakit yang disebabkan HIV dan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Sistem imun

sistem pertahanan dalam tubuh

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026