Dapil neraka adalah adalah sebutan dari sebuah daerah pemilihan (dapil) yang diperebutkan oleh banyak calon anggota legislatif dan/atau mempertemukan sejumlah tokoh besar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dapil neraka adalah adalah sebutan dari sebuah daerah pemilihan (dapil) yang diperebutkan oleh banyak calon anggota legislatif dan/atau mempertemukan sejumlah tokoh besar.[1]
Di Indonesia, dapil neraka dibentuk akibat banyaknya calon anggota legislatif dan/atau mempertemukan sejumlah tokoh-tokoh yang tenar, kuat dan terkemuka.[1] Daerah pemilihan suatu wilayah menyediakan jumlah kursi terbatas untuk menjadi wakil rakyat di gedung DPR RI. Oleh karena itu, masing-masing calon akan bersaing ketat demi memperoleh suara.[2]
Untuk saat ini di Amerika Serikat, muncul beberapa tren yang menyebabkan suatu dapil menjadi dapil neraka seperti Distrik Kongres ke-10 Illinois yang terletak di daerah pinggiran kota Chicago,[6] Distrik Kongres ke-23 Texas yang mencakupi wilayah perbatasan Texas dengan Meksiko,[7] dan Distrik Kongres ke-1 New Hampshire yang mencakupi belahan timur negara bagian tersebut termasuk kota terpadatnya, Manchester, New Hampshire.[8] Dalam dekade terakhir, ketiga dapil ini adalah contoh dapil yang sering berpindah kendali partisan dan menyaksikan persaingan ketat.
Namun, penyusunan kembali arah ideologis dan pemekaran dapil dapat menghasilkan sebuah dapil neraka berubah menjadi dapil surga maupun sebaliknya bagi suatu partai ataupun lawannya. Salah satu contoh adalah Distrik Kongres ke-8 Indiana yang memiliki julukan "Delapan Berdarah" karena sejarah menjatuhkan setiap pemangku dapil dari Partai Demokrat maupun Republik pada setiap pemilihan legislatif. Namun, karena pemilih kulit putih pedesaan, yang merupakan sebagian besar penduduk distrik tersebut, semakin menjadi anggota Partai Republik, maka distrik tersebut kini dianggap sebagai kursi Partai Republik yang aman.[9] Di sisi lain, Distrik Kongres ke-11 Carolina Utara adalah contoh dapil neraka yang menjadi dapil surga akibat pemekaran. Sebelumnya, dapil ini adalah dapil yang cukup kompetitif meskipun dengan sedikit kecenderungan konservatif, hal ini sering kali berpindah tangan secara partisan. Partai Demokrat memiliki basis dukungan di wilayah kota, termasuk Asheville, North Carolina sementara Partai Republik lebih dominan di sebagian besar wilayah pinggiran kota dan juga wilayah pegununggan yang menyebabkan kedua partai memiliki kekuatan setara. Namun, badan legislatif Carolina Utara yang dikuasai Partai Republik mengubah distrik tersebut pada tahun 2012 untuk menghapus sebagian besar Asheville dan menambah wilayah konservatif dari distrik ke-10 yang berdekatan, sehingga membuat distrik tersebut jauh lebih sulit untuk dimenangkan oleh petahana tiga periode Heath Shuler, seorang Demokrat konservatif. Memang benar, Shuler memilih untuk pensiun, dan Mark Meadows dari Partai Republik memenangkan kursi tersebut dengan mudah, kemudian mempertahankannya hingga Maret 2020 ketika ia mengundurkan diri untuk menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih.
Dapil surga juga bisa menjadi dapil neraka. Contohnya, County Orange, California yang dulu merupakan benteng suara untuk Partai Republik dan diwakili oleh Republikan selama berdekade. Namun, karena pergantian demografis, terutama dukungan Partai Demokrat dari kelompok Hispanik dan Asia, dominasi Partai Republik mulai terkikis; Pada 2016, wilayah ini memilih Hillary Clinton, menjadi capres pertama sejak Franklin Delano Roosevelt pada 1936 yang memenangkan dapil ini. Pada 2018, Partai Demokrat untuk pertama kalinya juga menyapu bersih kursi kongresionalnya.[10]
Menurut Komisi Pemilihan Australia (AEC), margin dapil didefinisikan sebagai berikut:[11][12]
| Menang pemungutan suara dua partai | Margin | Klasifikasi |
|---|---|---|
| 50-56% | 0-6% | Neraka |
| 56-60% | 6-10% | Cukup Aman |
| 60-68% | 10-18% | Aman |
| Lebih dari 68% | Lebih dari 18% | Surga |
Pembuatan kebijakan yang akan menguntungkan daerah pemilihan tertentu, dengan mengorbankan pembayar pajak lainnya, dikenal dengan istilah gentong babi.[13]
Partai politik sering menghadapi ketegangan antara pemegang kursi neraka dan kursi aman. Kursi aman cenderung dialokasikan sumber daya diskresioner yang jauh lebih sedikit—baik pemerintah maupun politik—dari partai politik mereka daripada kursi marjinal.
Fenomena serupa terjadi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, di mana sistem Electoral College berarti bahwa kandidat harus memenangkan negara bagian, bukan suara rakyat. Sekali lagi, sumber daya terkonsentrasi pada negara bagian yang menjadi penentu dengan mayoritas terkecil.