Nurul Qomar adalah politikus, pemeran, dan pelawak Indonesia. Qomar pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama dua periode sejak 2004 hingga 2014. Bersama Derry Sudarisman, Eman, dan Ginanjar, Qomar membentuk grup lawak Empat Sekawan yang dikenal setelah membintangi komedi situasi Lika-Liku Laki-Laki.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nurul Qomar | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2004 – 30 September 2014 | |
| Daerah pemilihan | Jawa Barat VII (2004—2009) Jawa Barat VIII (2009—2014) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Nurul Qomar (1960-03-11)11 Maret 1960 Jakarta, Indonesia |
| Meninggal | 8 Januari 2025(2025-01-08) (umur 64) Tangerang, Banten, Indonesia |
| Makam | TPU Carang Pulang, Medang, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15336 |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Demokrat (2004—2018) NasDem(2018—2023) PAN(2023—2025)[1] |
| Suami/istri | Siti Mariyam |
| Anak | 5 |
| Almamater | Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann[2][3] Universitas Krisnadwipayana[4] |
| Pekerjaan |
|
|
| |
Nurul Qomar (11 Maret 1960 – 8 Januari 2025)[5] adalah politikus, pemeran, dan pelawak Indonesia. Qomar pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama dua periode sejak 2004 hingga 2014. Bersama Derry Sudarisman, Eman, dan Ginanjar, Qomar membentuk grup lawak Empat Sekawan yang dikenal setelah membintangi komedi situasi Lika-Liku Laki-Laki.
Nurul Qomar lahir di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1960 dari pasangan KH. Achmad Yusri dan Hj. Siti Choridah. Ia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Keluarga besar kakeknya tinggal di Cirebon, Jawa Barat. Ibu kandungnya berasal dari Desa Sindang, Indramayu, sementara ayah kandungnya berasal dari Desa Ciekek, Pandeglang, Banten.
Qomar, yang pernah dibesarkan oleh TOMTAM GRUP dan EMPAT SEKAWAN, menjabat sebagai Anggota DPR-RI untuk periode 2009-2014. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Kabupaten Cirebon.
Sejak 9 Februari 2017, Qomar menjabat sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi untuk periode 2017 - 2021.[6][7] Namun, ia mengundurkan diri pada 14 November 2017 dengan alasan ingin maju dalam pilkada Kabupaten Cirebon 2018.[8]
Nurul Qomar adalah anggota DPR untuk periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat.[9] Ia mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII dalam Pemilu Legislatif 2009. Selain itu, Qomar juga menjabat sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi Brebes (UMUS) pada tahun 2017.
Pada kontes Pemilihan Umum Bupati Cirebon 2013, H. Nurul Qomar mencalonkan diri sebagai Bupati Cirebon untuk periode 2013-2018 dari Partai Demokrat. Ia berpasangan dengan Drs. H. Subhan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cirebon, dengan mengusung jargon "MARHABAN".[10]
Pada kontes Pemilihan Umum Bupati Cirebon 2018, Qomar kembali mengikuti kontestasi ini, tetapi kali ini sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Mohammad Luthfi, yang juga pernah menjadi saingannya pada tahun 2013. Pasangan ini diusung oleh PKB dan Partai NasDem, yang mendaftar pada saat-saat terakhir setelah Qomar tidak mendapat rekomendasi dari Partai Demokrat. Akhirnya, ia mendapat rekomendasi dari Partai NasDem, yang sebelumnya memberikan rekomendasinya pada pasangan Sunjaya - Imron. Namun, pasangan ini kembali kalah oleh petahana.
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1983 | CHIPS dalam Kejutan | ||
| 1984 | Sama-Sama Senang | ||
| 1986 | Memburu Makelar Mayat | ||
| 1988 | Ngipri Monyet | Qomar | |
| 2011 | Sajadah Ka'bah | Marbot | |
| 2017 | Perfect Dream | Hartono | |
| 2018 | Benyamin Biang Kerok | Said | |
| 2020 | Benyamin Biang Kerok 2 |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1993 | Lika-Liku Laki-Laki | Qomar | |
| 2001 | Penghuni Surga | ||
| 2002 | Saras 008 | Professor Bahilul | Musim 3 |
| 2003 | Asmara Banyak Canda | Frans Komar | |
| 2003—2005 | Kawin Gantung | Pak Komar | |
| 2004 | Nirmala | ||
| 2005 | Dina Dini dalam Dekapan Doni | ||
| 2015 | Samson dan Dahlia | Qomar | |
| 2016 | Fatih di Kampung Jawara | ||
| 2017—2019 | Para Pencari Tuhan | Haji Balotelli | Jilid 11 |
| Abah Nyinyi | Jilid 12 |
| Pemilu | Lembaga legislatif | Daerah pemilihan | Partai politik | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2004 | Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | Jawa Barat VII | Partai Demokrat | 33.745[11] | ||
| 2009 | Jawa Barat VIII | 101.170[12] | ||||
| 2019 | Partai Nasional Demokrat | 27.621[13] | ||||
| 2024 | Partai Amanat Nasional | 44.759[14] | ||||
Nurul Qomar pernah terdakwa dalam kasus pemalsuan dokumen ijazah palsu untuk S2 dan S3 saat dirinya mendaftarkan diri dalam pencalonan rektor UMUS (Universitas Muhadi Setiabudi) Brebes. Ia dipenjara pada tahun 2019 dengan vonis dua tahun penjara dan bebas pada tahun 2021.
Qomar meninggal dunia pada Rabu, 8 Januari 2025, di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang saat menjalani perawatan untuk kanker usus besar yang telah menyebar ke ginjal, lambung, dan jantung.[15] Meskipun sempat dinyatakan sembuh dan bebas dari kanker usus besar, penyakit ini kembali menyerang dan menyebar hingga mencapai stadium 4C.[15][16]