Crayon Shin-chan , juga dikenal sebagai Shin-chan saja, adalah sebuah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Yoshito Usui. Alur ceritanya mengikuti petualangan seorang anak berusia lima tahun bernama Shinnosuke "Shin" Nohara beserta dengan kedua orang tuanya, adiknya, anjing peliharaannya, tetangganya, dan teman-temannya. Cerita ini berlatar di Kasukabe, Prefektur Saitama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Crayon Shin-chan | |
Gambar sampul Crayon Shin-chan versi tankōbon, menampilkan Shinnosuke Nohara | |
| クレヨンしんちゃんcode: ja is deprecated (Kureyon Shin-chan) | |
|---|---|
| Genre | Komedi, penggalan kehidupan[1] |
| Manga | |
| Pengarang | Yoshito Usui |
| Penerbit | Futabasha Publishers |
| Penerbit bahasa Inggris | |
| Imprint | Action Comics |
| Majalah | Weekly Manga Action (1990–2000) Manga Town (2000–2010) |
| Demografi | Seinen |
| Terbit | Agustus 1990 – 5 Februari 2010 |
| Volume | 50 |
| Seri anime | |
| Sutradara | Mitsuru Hongo (1992–1996) Keiichi Hara (1996–2004) Yuji Muto (2004–sekarang) |
| Musik | Toshiyuki Arakawa |
| Studio | Shin-Ei Animation |
| Pelisensi | Amerika Utara: Funimation (2006–sekarang) Amerika, Eropa: LUK Internacional (?–sekarang)[2] |
| Saluran asli | TV Asahi |
| Saluran bahasa Inggris | LUK Internacional: Nintendo eShop (2016–sekarang) LUK Internacional: Nintendo eShop (2016–sekarang) |
| Tayang | 13 April 1992 – sekarang |
| Episode | 1200 |
| Manga | |
| New Crayon Shin-chan | |
| Pengarang | UY Team |
| Penerbit | Futabasha |
| Imprint | Action Comics |
| Majalah | Manga Town |
| Demografi | Seinen |
| Terbit | Agustus 2010 – sekarang |
| Volume | 11 |
| Seri anime | |
| Super Shiro | |
| Sutradara | Masaaki Yuasa Tomohisa Shimoyama |
| Skenario | Kimiko Ueno |
| Studio | Science Saru |
| Episode | 48 |
Crayon Shin-chan (Jepang: クレヨンしんちゃんcode: ja is deprecated , Hepburn: Kureyon Shin-chan), juga dikenal sebagai Shin-chan saja, adalah sebuah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Yoshito Usui. Alur ceritanya mengikuti petualangan seorang anak berusia lima tahun bernama Shinnosuke "Shin" Nohara beserta dengan kedua orang tuanya, adiknya, anjing peliharaannya, tetangganya, dan teman-temannya. Cerita ini berlatar di Kasukabe, Prefektur Saitama.
Crayon Shin-chan pertama kali muncul pada tahun 1990 dalam sebuah majalah mingguan Jepang berjudul Weekly Manga Action, yang diterbitkan oleh Futabasha. Karena kematian pengarangnya, Yoshito Usui, manga aslinya berakhir pada tanggal 11 September 2009. Sebuah manga baru dimulai pada musim panas tahun 2010 oleh para anggota dari tim pimpinan Usui,[5] bertajuk New Crayon Shin-chan (新クレヨンしんちゃんcode: ja is deprecated , Shin Kureyon Shin-chan). Manga tersebut kemudian diadopsi menjadi sebuah anime, yang tayang mulai tahun 1992 di TV Asahi dan terus berlanjut penayangannya sampai sekarang baik di Jepang maupun puluhan negara lainnya. Crayon Shin-chan adalah waralaba animasi terlaris ke-24 dan lebih dari 100 juta kopi manga-nya telah terjual di seluruh dunia.[6]
Pada umumnya cerita Crayon Shin-chan mengisahkan tentang keseharian dan petualangan Shinnosuke Nohara bersama teman-temannya, keluarganya, anjing peliharaanya (Shiro) dan tetangga sekitarnya. Kehidupan sehari-hari meliputi di rumah, sekolah maupun kota tempat tinggalnya, Kasukabe, Saitama. Beberapa tempat utama di Kasukabe yang sering menjadi latar, seperti rumah keluarga Nohara atau teman-teman Shin-chan, taman, TK Futaba/Aksi (sekolah Shin-chan dan kawan-kawan), dan toko serba ada Sato Kokonokado (terinspirasi dari pusat perbelanjaan Ito-Yokado yang asli di Kasukabe). Dalam beberapa episode atau film Shinnosuke dan keluarganya juga diceritakan berkunjung ke luar negeri, dari Australia, Mesir, Meksiko hingga Spanyol, maupun menjelajahi sejumlah daerah di Jepang.
Tingkah laku Shinchan yang unik dan tidak biasa, seperti gaya bahasanya yang tidak seharusnya diucapkan anak seusianya, kurang memperhatikan situasi, hingga salah dalam pengejaan maupun interaksinya dengan orang-orang sekitarnya menjadi pembawa kelucuan dalam komik atau anime Crayon Shin-chan. Meskipun umumnya menceritakan kehidupan sehari-hari, beberapa cerita Crayon Shin-chan juga menceritakan hal-hal fiksi murni, seperti perjalanan waktu atau misteri-misteri tertentu.
Setiap komik atau serial animasi Crayon Shin-chan umumnya berisi satu cerita lepas pendek yang tidak berkaitan satu sama lainnya. Namun, kreatornya juga sempat memasukkan/membuat cerita mengenai beberapa peristiwa penting yang dapat dianggap saling sambung-menyambung. Seperti tentang bagaimana kelahiran Himawari, kemunculan Ai sebagai murid baru di TK Shin-chan dan kawan-kawan, romansa antara Bu Guru Matsuzaka dan dokter tulang Tokurou Gyouda, meledaknya rumah keluarga Nohara dan pindahnya mereka ke Apartemen Matazure untuk sementara, pernikahan Semashi Nohara, dan rencana keluarga Nohara membeli mobil baru. Selain itu, seiring perubahan zaman, unsur-unsur budaya modern seperti penggunaan telepon pintar juga dimasukkan dalam cerita serial ini.[7]
Cerita Crayon Shin-chan banyak memasukkan aspek kultur dan kehidupan masyarakat Jepang, kekeluargaan, komedi, sarkasme, hingga seksualitas. Hal ini membuat serial ini menjadi seakan memiliki dua sisi. Di satu sisi, tiga aspek pertama membuat ceritanya mudah diterima masyarakat Asia karena kesamaan aspek budaya. Sedangkan dua aspek terakhir inilah yang sering membawa Crayon Shin-chan ke dalam kontroversi, yang nampak dari perilaku maupun ucapan karakter Shinnosuke yang dapat dianggap di luar batas kepantasan. Salah satunya adalah perilaku ikoniknya yang sering menunjukkan bokong, yang disebut "buri-buri".
Kata "krayon" (crayon) "Crayon Shin-chan" merefleksikan ceritanya yang dibuat dengan karakter utama anak-anak yang duduk di taman kanak-kanak. "Shin" merupakan nama panggilan, disingkat dari nama "Shinnosuke", dan "-chan" merupakan salah satu gelar kehormatan Jepang untuk anak. Namun, dalam terjemahan Indonesia, kata "Shin-chan" sering digabung, sehingga menjadi "Shinchan". Bahkan dalam dubbing Shinnosuke pun dipanggil (baik oleh orang yang lebih tua atau teman sebayanya) dengan nama gabungan tersebut, meskipun dalam versi aslinya dapat berbeda-beda menurut penutur. Hal yang sama tidak terjadi pada karakter lainnya, misalnya karakter Kazama-kun diterjemahkan sebagai "Kazao" dan Bo-chan ditulis hanya "Bo" saja. Adapun dalam komik terjemahan nama Shinnosuke juga sempat ditulis "Crayon".
Mulanya Crayon Shin-chan muncul sebagai komik setrip di majalah komik (manga) seinen dari Futabasha berjudul Weekly Manga Action pada tahun 1990. Usui mengembangkannya dari serial komiknya sebelumnya berjudul Darakuya Store Monogatari (だらくやストア物語) dan karakter Shinnosuke Nikaido (二階堂信之介) yang ada di dalamnya. Komik-komik tersebut kemudian dibukukan (tankobon) dalam 50 buku di bawah bendera Action Comics, juga terbitan Futabasha, dari 11 April 1992 hingga 10 Juli 2010.[11][12] Setelah Usui meninggal pada 11 September 2009 akibat jatuh dari Gunung Arafune, Futabasha awalnya hendak menghentikan penerbitannya, tetapi tetap dilanjutkan hingga 5 Februari 2010.[13] Kini komiknya tetap diteruskan oleh tim yang sebelumnya dipimpin Usui, dengan nama[5] New Crayon Shin-chan (新クレヨンしんちゃんcode: ja is deprecated , Shin Kureyon Shin-chan).
Inspirasi Usui dalam menulis komiknya disebutkan berasal dari pengalaman pribadinya. Karakter Shinnosuke dianggap sebagai citra dirinya saat kecil, sedangkan relasi antara Misae dan Hiroshi merupakan refleksi dari relasi Usui dan istrinya. Awalnya Crayon Shin-chan dimaksudkan untuk remaja dewasa, sehingga dalam penulisan awalnya sempat memasukkan aspek-aspek seksualitas. Meskipun demikian, sebenarnya Usui juga pernah merencanakan pembuatan komik yang ramah untuk anak-anak, terutama untuk anaknya, sehingga sempat dimasukkan karakter anjing Shiro. Selain itu, cerita-cerita dalam Crayon Shin-chan mulanya hanya berisi lelucon murni. Seiring waktu berjalan, menurut Usui, komiknya mulai memasukkan aspek kekeluargaan dan percintaan, dan menyamarkan bahasa-bahasa yang vulgar. Selain itu, ceritanya juga mulai diperpanjang per seri, dan dari yang awalnya karakter Shinnosuke hanya sebagai orang ketiga, mulai juga ditampilkan perspektifnya dalam melihat masalah. Menurut Usui, karyanya ini berusaha menggambarkan ketidaksempurnaan manusia: kesalahan (yang dapat terlihat lucu) akan selalu disadari dan berusaha diperbaiki oleh seseorang, meskipun akhirnya bisa saja kesalahan tersebut kembali terulang.[14]
Sebagai sempalan (spin-off), ada komik bernama Action Mask yang diterbitkan Futabasha.[15] Komik lainnya yang dikembangkan dari serial aslinya seperti komik yang diadopsi dari film anime, komik berbasis ensiklopedia dan komik edukasi keluarga.
Sejak 13 April 1992, stasiun TV TV Asahi telah menyiarkan versi animasi dari komik ini, yang diproduksi oleh Shin-Ei Animation. Meskipun umumnya mengadopsi cerita dalam komik, ada juga aspek cerita yang diubah atau baru ditambah oleh TV Asahi, sehingga bisa dinikmati oleh seluruh keluarga (bukan hanya pria dewasa).[16] Beberapa detail lainnya yang diubah seperti nama TK Aksi dalam manga yang diubah menjadi TK Futaba. Terdapat tiga sutradara yang memimpin produksinya: Mitsuru Hongo (1992-1996), Keiichi Hara (1996-2004), dan Yuji Muto (2004-sekarang). Untuk komposer musiknya diciptakan oleh Toshiyuki Arakawa. Popularitasnya yang langsung meningkat setelah ditayangkan, membuat penayangannya terus dilanjutkan hingga kini, meskipun awalnya hendak direncanakan akan dihentikan pada 1994.[17]
Di negara asalnya Crayon Shin-chan ditayangkan seminggu sekali, dengan biasanya terdapat 2-3 episode baru perharinya. Totalnya, hingga kini ada sekitar lebih dari 1.000 episode yang sudah diproduksi. Serial ini diperkirakan sudah dialihbahasakan ke dalam 30 bahasa[18] dan telah ditayangkan di 45 negara.[6] Selain itu juga ada lebih dari 90 episode spesial dan 30 judul film panjang yang didasarkan pada komik ini. Jika serial biasanya menceritakan Shinchan di lingkungan pada umumnya, film-filmnya menggambarkan kisah Shinchan dan keluarga/teman-temannya di tempat yang tidak biasa, dengan kebanyakan menggambarkan bagaimana penyelamatan Bumi dari ancaman tertentu.
Versi anime dari Crayon Shin-chan juga memiliki spin-off-nya sendiri. Di bawah judul Crayon Shin-chan Gaiden, serial ini diproduksi dalam 4 musim dan tayang di Amazon Prime Video.[19][20][21] Pada 3 Februari 2019, spin-off lainnya berjudul Super Shiro resmi diumumkan ke publik,[22] yang berfokus ke petualangan anjing Shin-chan, Shiro.[23] Adapun Super Shiro pertama kali muncul pada 14 Oktober 2019 di AbemaTV.[22][24]
Crayon Shin-chan dalam versi anime juga sempat dikombinasikan dengan sejumlah karakter lainnya. Seperti dengan Kamen Rider (Satria Baja Hitam) berjudul ''Kamen Rider Fourze x Crayon Shin-chan'' pada April 2012, demi mempromosikan film Crayon Shin-chan: Fierceness That Invites Storm! Me and the Space Princess.[25] Sempat juga pada 2016 muncul versi crossover dengan Godzilla,[26] dan beberapa tahun kemudian, bersama Hello Kitty.[26]
Produk Shinchan yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah komiknya, saat itu diterbitkan oleh PT Rajawali Grafiti, menggunakan nama "Crayon - The Trouble Maker Kid" pada tahun 1990-an; serial ini dikenal dengan sejumlah lokalisasi seperti nama karakter "Shiro" yang diganti menjadi "Dino".[27] Lalu penerbitannya berpindah ke PT Indorestu Pacific yang menerbitkan sampai edisi ke-49 mulai tahun 2000; dan sejak tahun 2012, beralih ke Elex Media Komputindo yang menerbitkannya secara penuh.[28] Hampir bersamaan dengan terbitnya versi kedua, serial animasinya masuk ke layar kaca nasional lewat stasiun televisi RCTI menjelang akhir tahun 2000.[29] Setelah sempat berpindah ke Trans7 pada November 2010-April 2011, serial animasinya kembali ditayangkan oleh RCTI mulai Mei 2011 hingga akhirnya benar-benar berhenti ditayangkan tanpa alasan yang jelas pada pertengahan 2015.[30] Namun, belakangan ini (2021) beberapa filmnya juga pernah ditayangkan oleh Trans TV;[31] selain itu, tercatat beberapa filmnya juga sempat masuk ke jaringan bioskop dalam negeri.[32] Sejak 2021, layanan video Vidio juga menyediakan serial Shinchan dengan subtitle Indonesia.[33]
Kehadiran Shinchan di Indonesia memang unik. Pada satu sisi serial animasinya cukup digemari oleh berbagai pihak. Bahkan, ketika awal mulai ditayangkan di RCTI, rating-nya langsung menanjak hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah ditayangkan. Akan tetapi, juga banyak yang mempermasalahkan guyonan atau sikap karakter Shinchan atau karakter lainnya yang dianggap terlalu vulgar, khususnya mengandung aspek pornografi dan tingkah lakunya yang sering dianggap tidak baik demi anak-anak yang memang menjadi target utama pemirsanya (meskipun sebenarnya Shinchan tidak ditujukan untuk anak-anak di negara asalnya).[34] Kontroversi tersebut tercatat sudah ada sejak kemunculannya di layar kaca nasional, yang membuat harus dilakukannya sensor oleh RCTI sebagai penayangnya.[29][35] Ketika ditayangkan di Trans7, juga akhirnya terpaksa dihentikan karena dirasa dapat mencederai citra stasiun televisi tersebut yang cenderung "edukatif" dan juga karena rating-nya kurang sesuai harapan.[30][36] Tercatat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sempat memberi teguran pada RCTI akibat adanya adegan tidak pantas yang dilakukan Shinchan.[37]
Salah satu aspek Shinchan yang paling dikenal adalah theme song-nya yang dinyanyikan oleh Sheila Dara. Lagu ini merupakan adaptasi dari aslinya yang berjudul "Dōbutsuen wa Taihen da" (動物園は大変だ). Kesamaan lagu ini adalah chord-nya yang mirip dengan progresi chord reff lagu Diary Depresiku milik grup band Last Child dalam album Grow Up (2007) dan Everything We Are Everything (2009).