Cok Simbara adalah pemeran berkebangsaan Indonesia. Terkenal karena menjadi pemeran pendukung dan gaya aktingnya yang khas, Cok berakting di sejumlah film dari pertengahan dekade 1980-an hingga awal 1990-an. Kariernya membentang lebih dari empat dekade. Kualitas akting Cok yang terbiasa memerankan karakter yang kuat dan dalam, seperti dalam drama keluarga Penyesalan Seumur Hidup (1986), drama keluarga Lagu untuk Seruni (1991), serta drama komedi Plong (1991), membuat Cok dinominasikan dalam Piala Citra di Festival Film Indonesia—dua di antaranya sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Cok Simbara | |
|---|---|
| Lahir | Ucok Hasyim Batubara 12 November 1953 Panyabungan, Sumatera Utara, Indonesia[1] |
| Pekerjaan | Pemeran |
| Tahun aktif | 1977—sekarang |
| Suami/istri | Judith Permadaniah |
Cok Simbara (lahir 12 November 1953) adalah pemeran berkebangsaan Indonesia. Terkenal karena menjadi pemeran pendukung dan gaya aktingnya yang khas, Cok berakting di sejumlah film dari pertengahan dekade 1980-an hingga awal 1990-an. Kariernya membentang lebih dari empat dekade. Kualitas akting Cok yang terbiasa memerankan karakter yang kuat dan dalam, seperti dalam drama keluarga Penyesalan Seumur Hidup (1986), drama keluarga Lagu untuk Seruni (1991), serta drama komedi Plong (Naik Daun) (1991), membuat Cok dinominasikan dalam Piala Citra di Festival Film Indonesia—dua di antaranya sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.
| Menandakan film yang belum dirilis untuk saat ini |
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1987 | Festival Film Indonesia | Pemeran Utama Pria Terbaik | Penyesalan Seumur Hidup | Nominasi |
| 1991 | Festival Film Indonesia | Pemeran Pendukung Pria Terbaik | Lagu untuk Seruni | Nominasi |
| 1992 | Festival Film Indonesia | Pemeran Utama Pria Terbaik | Plong (Naik Daun) | Nominasi |