Panji Tengkorak adalah film animasi Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Daryl Wilson dari skenario yang ditulis oleh Agung Prasetiarso dan Theo Arnoldy. Film ini diadaptasi dari komik berjudul sama yang berkisah mengenai Panji, seorang prajurit yang menjual jiwanya demi membalaskan dendam kematian istrinya. Para pengisi suara utama film meliputi Denny Sumargo, Donny Damara, Cok Simbara, Aghniny Haque, Tanta Ginting.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Panji Tengkorak | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Daryl Wilson |
| Produser | Frederica |
| Skenario |
|
Berdasarkan | Panji Tengkorak oleh Hans Jaladara |
| Pemeran | |
| Penyunting | A. Moch. Syarief Hidayat |
Perusahaan produksi | Kumata Studio |
| Distributor | Falcon Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Panji Tengkorak adalah film animasi Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Daryl Wilson dari skenario yang ditulis oleh Agung Prasetiarso dan Theo Arnoldy. Film ini diadaptasi dari komik berjudul sama yang berkisah mengenai Panji, seorang prajurit yang menjual jiwanya demi membalaskan dendam kematian istrinya. Para pengisi suara utama film meliputi Denny Sumargo, Donny Damara, Cok Simbara, Aghniny Haque, Tanta Ginting.
Film ini ditayangkan di bioskop Indonesia pada 28 Agustus 2025,[1] dan di Netflix pada 31 Desember 2025.
Di daerah selatan, seorang pendekar yang dijuluki “Si Iblis dari Kidul” yang lebih dikenal sebagai Panji Tengkorak menjadi terkenal karena kehebatannya sekaligus kekejamannya yang telah membantai seluruh warga desa nelayan. Dalam sebuah perjalanan, rombongan Lembugiri dihadang oleh kawanan bandit yang dipimpin seorang bandit gunung bernama Kalawereng. Tidak ada seorangpun yang selamat dalam perampokan tersebut, kecuali seseorang bernama Kuwuk.
Di kerajaan Madyantara, saat Panji mengais makanan dari gentong yang terguling, seorang pendekar bernama Bramantya (Teman sekaligus saudara seperguruan Nagamas, guru Panji). Teman seperguruan lain, Lembugiri, mengirimkan pandangan yang memperlihatkan bahwa dia diserang oleh Kalawereng. Dengan informasi mengenai pusaka Adidaya yang dicuri oleh Kalawereng konon sebagai satu-satunya benda yang dapat menghapus kutukan ilmu hitamnya, Panji pun setuju untuk menemani Bramantya mencari Kalawereng.
Saat perjalanan di hutan untuk mencari jejak bandit gunung, Panji dan Bramantya melihat sekelompok bandit yang tengah merampok warga. Panji yang acuh sengaja tidak menolong dengan tujuan mengikuti bandit tersebut ke markas mereka, tetapi kemudian seorang pendekar perempuan bernama Gantari yang merupakan murid Dewi Tari) muncul untuk menghabisi para bandit tersebut. Gantari kemudian berkenalan dengan mereka dan mengajak untuk pergi bersama ke lokasi tempat Lembugiri diserang. Mereka dipandu oleh Kuwuk, satu-satunya dari rombongan Lembugiri yang selamat. Mereka berhasil menemukan lokasi penyerangan tersebut dan kemudian disergap oleh para bandit gunung. Pada saat Kalawereng bertarung dengan Panji, Bramantya berhasil dibuat pingsan oleh dukun Kalawereng, sementara itu Gantari ditendang oleh kakak seperguruannya yang membelot ke dalam jurang. Jatuhnya Gantari mengingatkan Panji akan kematian istrinya, sehingga langsung ikut melompat mengejar Gantari dan menyelamatkannya. Dalam kilas balik, terungkap Panji adalah seorang pemuda desa yang hidup bahagia bersama istrinya, Murni. Namun, hidupnya hancur ketika Murni dibunuh secara keji oleh kawanan penjahat di pulau ular. Dibakar rasa dendam, Panji menjual jiwanya kepada ilmu hitam agar mendapatkan kekuatan tak terkalahkan untuk membalas dendam. Meskipun berhasil menghabisi musuh-musuhnya, ilmu hitam tersebut justru menjadi kutukan. Panji tidak bisa mati dan jiwanya terus terbelenggu oleh kekuatan gelap tersebut. Ia kemudian dikenal sebagai "Panji Tengkorak", pendekar menakutkan yang separuh wajahnya tertutup tengkorak.
Di Candi Wanagetih, markas dari para bandit gunung, terungkap bahwa sang dukun adalah Lembugiri yang sebelumnya telah memalsukan kematiannya. Panji, Gantari dan Kuwuk mendatangi Candi Wanagetih. Panji membuat kebakaran di tenda-tenda para prajurit dan menggiring Kalawereng, Lembugiri dan seluruh pasukan menjauh, sementara Gantari dan Kuwuk membebaskan Bramantya. Pada saat pertarungan, Lembugiri memberikan pandangan kepada Panji bahwa Bramantya adalah orang yang bertanggung jawab atas kehancuran desanya. Semua disebabkan karena perselisihan di masa lalu antara Lembugiri, Nagamas dan Bramantya mengenai pusaka Adidaya. Panji berhasil menusuk Kalawereng, di mana kemudian Lembugiri membunuhnya dan merebut kunci terakhir dari pusaka Adidaya. Lembugiri mengaktifkan pusaka Adidaya dan menjadikannya dewata. Terjadi pertempuran hebat antara Panji, Bramantya, Gantari melawan Lembugiri, di mana kemudian Gantari terbunuh.
Pasukan Lembugiri kemudian menyerang kerajaan Madyantara. Peperangan antara pasukan kerajaan Madyantara melawan pasukan Lembugiri pun tidak terelakkan. Panji dan Bramantya menyusul dan kembali menghadapi Lembugiri. Lembugiri menusuk Panji yang kemudian mengaktifkan kekuatan ilmu hitamnya pada tingkat puncak. Bramantya baru menyadari bahwa selama ini Nagamas mempelajari ilmu hitam bukanlah untuk menguasai pusaka Adidaya, melainkan sebagai ilmu untuk menandingi kesaktiannya sebagai penyeimbang. Panji akhirnya berhasil mengalahkan dan membunuh Lembugiri.
Panji mengenang kematian Gantari dan mengingat kata-katanya agar menggunakan kekuatannya untuk kebaikan. Bramnatya memenuhi janjinya untuk menyerahkan nyawanya kepada Panji, tetapi Panji memutuskan untuk mengampuninya. Di kota, Kuwuk menceritakan kisah Panji Tengkorak kepada masyarakat.
Film ini diadaptasi dari komik tahun 1960-an karya komikus Hans Jadalara.[2] Proses pembuatan film ini dipimpin oleh Daryl Wilson dengan melibatkan sekitar 250 orang dan berlangsung selama tiga tahun.[3][2] Dalam pembuatannya, Daryl tidak membuatnya sama persis seperti versi komiknya dan hanya mengambil DNA karakter dari tokoh utamanya, Panji Tengkorak.[4] Daryl berpendapat salah satu tantangan yang dihadapi adalah memperkenalkan karakter legendaris yang tidak dikenal oleh generasi muda.[4]