Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cogito, ergo sum

Ungkapan Latin cogito, ergo sumcode: la is deprecated , yang lazim diterjemahkan "Aku berpikir, maka aku ada", merupakan "prinsip pertama" dalam filsafat René Descartes. Ia mula-mula menerbitkannya dalam bahasa Prancis dengan kalimat je pensecode: fr is deprecated , donc je suiscode: fr is deprecated dalam karyanya tahun 1637, Discourse on the Method, agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas daripada bila ia menuliskannya dalam bahasa Latin. Ungkapan ini kemudian muncul dalam bahasa Latin dalam karyanya Principles of Philosophy, dan sebuah ungkapan serupa tampil menonjol dalam Meditations on First Philosophy. Diktum ini kerap pula disebut sebagai sang cogito.

ungkapan oleh René Descartes
Diperbarui 10 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cogito, ergo sum
Bagian dari sebuah seri mengenai
René Descartes
Filsafat
  • Cartesianisme
  • Rasionalisme
  • Fondasionalisme
  • Mekanisme
  • Keraguan dan kepastian Cartesian
  • Eksistensi Tuhan
  • Argumen mimpi
  • Cogito, ergo sum
  • Iblis penipu
  • Argumen tanda dagang
  • Prinsip kecukupan kausal
  • Dikotomi jiwa–raga
  • Geometri analitik
  • Sistem koordinat
  • Lingkaran Cartesian
  • Folium
  • Aturan tanda
  • Penyelam Cartesian
  • Teori balonis
  • Argumen lilin
  • Res cogitans
  • Res extensa
Karya
  • Rules for the Direction of the Mind
  • The Search for Truth by Natural Light
  • The World
  • Discourse on the Method
  • La Géométrie
  • Meditations on First Philosophy
  • Principles of Philosophy
  • Passions of the Soul
Tokoh
  • Kristina, Ratu Swedia
  • Francine Descartes
  • l
  • b
  • s
René Descartes, yang memublikasikan ungkapan ini dalam Discourse on the Method pada tahun 1637

Ungkapan Latin cogito, ergo sumcode: la is deprecated , yang lazim diterjemahkan "Aku berpikir, maka aku ada",[a] merupakan "prinsip pertama" dalam filsafat René Descartes. Ia mula-mula menerbitkannya dalam bahasa Prancis dengan kalimat je pensecode: fr is deprecated , donc je suiscode: fr is deprecated dalam karyanya tahun 1637, Discourse on the Method, agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas daripada bila ia menuliskannya dalam bahasa Latin.[1] Ungkapan ini kemudian muncul dalam bahasa Latin dalam karyanya Principles of Philosophy, dan sebuah ungkapan serupa (Ego sum, ego existo, 'Aku ada, aku eksis'code: la is deprecated ) tampil menonjol dalam Meditations on First Philosophy. Diktum ini kerap pula disebut sebagai sang cogito.[2]

Sebagaimana dijelaskan Descartes dalam sebuah catatan pinggir, "kita tidak dapat meragukan eksistensi kita selagi kita masih meragukan." Dalam karya yang terbit secara anumerta, The Search for Truth by Natural Light, ia menyatakan wawasan ini dengan ungkapan dubito, ergo sum, vel, quod idem est, cogito, ergo sumcode: la is deprecated ("Aku meragukan, maka aku ada—atau dengan kata lain—Aku berpikir, maka aku ada.").[3][4] Antoine Léonard Thomas, dalam sebuah esai tahun 1765 untuk menghormati Descartes, menampilkan variasi kalimat tersebut: dubito, ergo cogito, ergo sumcode: la is deprecated ("Aku meragukan, maka aku berpikir, maka aku ada.").[b]

Pernyataan Descartes ini menjadi salah satu fondasi pokok dalam filsafat Barat, karena dimaksudkan untuk memberikan kepastian landasan bagi pengetahuan di tengah keraguan radikal. Jika pengetahuan lain mungkin hanyalah bayangan imajinasi, tipuan, atau kesalahan, maka Descartes menegaskan bahwa tindakan meragukan eksistensi diri sendiri, setidaknya, membuktikan kenyataan pikiran itu sendiri; harus ada suatu kesadaran—yakni diri—agar dapat terjadi sebuah pikiran.

Salah satu kritik terhadap diktum ini, pertama kali dikemukakan oleh Pierre Gassendi, adalah bahwa ia telah berasumsi adanya suatu "aku" yang pasti melakukan kegiatan berpikir. Menurut alur kritik ini, yang paling berhak dikatakan Descartes hanyalah "terdapat kegiatan berpikir", bukan "aku sedang berpikir".[5]

Catatan

  1. ↑ Beberapa sumber menganggap terjemahan yang lebih tepat ialah "Aku sedang berpikir, maka aku ada". (Lihat § Terjemahan.)
  2. ↑ Ungkapan ini kerap secara keliru dinisbatkan kepada Descartes. (Lihat Bentuk lain.)

Referensi

  1. ↑ Burns, William E. (2001). The Scientific Revolution: An Encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 84. ISBN 978-0-87436-875-8.
  2. ↑ "COGITO | Meaning & Definition for UK English | Lexico.com". Lexico Dictionaries | English (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal March 8, 2021. Diakses tanggal 2022-07-11.
  3. ↑ Adam, Charles; Tannery, Paul, ed. (1901), "La Recherche de la Vérité par La Lumiere Naturale", Oeuvres de Descartes, vol. X, hlm. 535.
  4. ↑ Hintikka, Jaakko (1962). "Cogito, Ergo Sum: Inference or Performance?". The Philosophical Review. 71 (1): 3–32. doi:10.2307/2183678. ISSN 0031-8108. JSTOR 2183678.
  5. ↑ Fisher, Saul (2005). "Pierre Gassendi". Diakses tanggal 1 December 2014. dari Stanford Encyclopedia of Philosophy

Lihat pula

  • Peribahasa Latin
  • Filsafat
  • Daftar Filsuf

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi
  3. Lihat pula

Artikel Terkait

Masalah budi–tubuh

Masalah dalam filsafat mengenai hubungan antara tubuh yang fisik dan budi yang abstrak

Rasionalisme

aliran filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran dapat diperoleh hanya melalui hasil pembuktian, logika dan analisis terhadap fakta.

Skeptisisme filosofis

Dalam filsafat Islam, skeptisisme filosofis dimulai oleh Al-Ghazali. Gagasan filsuf Prancis Rene Descartes dalam "Discourse on the Method" sebagai perjalanan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026