Ungkapan Latin cogito, ergo sumcode: la is deprecated , yang lazim diterjemahkan "Aku berpikir, maka aku ada", merupakan "prinsip pertama" dalam filsafat René Descartes. Ia mula-mula menerbitkannya dalam bahasa Prancis dengan kalimat je pensecode: fr is deprecated , donc je suiscode: fr is deprecated dalam karyanya tahun 1637, Discourse on the Method, agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas daripada bila ia menuliskannya dalam bahasa Latin. Ungkapan ini kemudian muncul dalam bahasa Latin dalam karyanya Principles of Philosophy, dan sebuah ungkapan serupa tampil menonjol dalam Meditations on First Philosophy. Diktum ini kerap pula disebut sebagai sang cogito.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari sebuah seri mengenai |
| René Descartes |
|---|

Ungkapan Latin cogito, ergo sumcode: la is deprecated , yang lazim diterjemahkan "Aku berpikir, maka aku ada",[a] merupakan "prinsip pertama" dalam filsafat René Descartes. Ia mula-mula menerbitkannya dalam bahasa Prancis dengan kalimat je pensecode: fr is deprecated , donc je suiscode: fr is deprecated dalam karyanya tahun 1637, Discourse on the Method, agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas daripada bila ia menuliskannya dalam bahasa Latin.[1] Ungkapan ini kemudian muncul dalam bahasa Latin dalam karyanya Principles of Philosophy, dan sebuah ungkapan serupa (Ego sum, ego existo, 'Aku ada, aku eksis'code: la is deprecated ) tampil menonjol dalam Meditations on First Philosophy. Diktum ini kerap pula disebut sebagai sang cogito.[2]
Sebagaimana dijelaskan Descartes dalam sebuah catatan pinggir, "kita tidak dapat meragukan eksistensi kita selagi kita masih meragukan." Dalam karya yang terbit secara anumerta, The Search for Truth by Natural Light, ia menyatakan wawasan ini dengan ungkapan dubito, ergo sum, vel, quod idem est, cogito, ergo sumcode: la is deprecated ("Aku meragukan, maka aku ada—atau dengan kata lain—Aku berpikir, maka aku ada.").[3][4] Antoine Léonard Thomas, dalam sebuah esai tahun 1765 untuk menghormati Descartes, menampilkan variasi kalimat tersebut: dubito, ergo cogito, ergo sumcode: la is deprecated ("Aku meragukan, maka aku berpikir, maka aku ada.").[b]
Pernyataan Descartes ini menjadi salah satu fondasi pokok dalam filsafat Barat, karena dimaksudkan untuk memberikan kepastian landasan bagi pengetahuan di tengah keraguan radikal. Jika pengetahuan lain mungkin hanyalah bayangan imajinasi, tipuan, atau kesalahan, maka Descartes menegaskan bahwa tindakan meragukan eksistensi diri sendiri, setidaknya, membuktikan kenyataan pikiran itu sendiri; harus ada suatu kesadaran—yakni diri—agar dapat terjadi sebuah pikiran.
Salah satu kritik terhadap diktum ini, pertama kali dikemukakan oleh Pierre Gassendi, adalah bahwa ia telah berasumsi adanya suatu "aku" yang pasti melakukan kegiatan berpikir. Menurut alur kritik ini, yang paling berhak dikatakan Descartes hanyalah "terdapat kegiatan berpikir", bukan "aku sedang berpikir".[5]