Cerita jenaka adalah bagian cerita rakyat yang berunsur jenaka atau lucu yang dapat membangkitkan tawa. Bahan ceritanya didasarkan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Alur ceritanya berpusat pada kelakuan pelaku. Contoh cerita jenaka yang berkembang dalam masyarakat Indonesia seperti Si Kebayan (Kabayan) Sunda, Lebai dari Malang Sumatra, dan Pak Banjir asal Jawa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cerita jenaka adalah bagian cerita rakyat yang berunsur jenaka atau lucu yang dapat membangkitkan tawa.[1][2] Bahan ceritanya didasarkan pada kehidupan masyarakat sehari-hari.[1] Alur ceritanya berpusat pada kelakuan pelaku.[1] Contoh cerita jenaka yang berkembang dalam masyarakat Indonesia seperti Si Kebayan (Kabayan) Sunda, Lebai dari Malang Sumatra, dan Pak Banjir asal Jawa.[3]

Berikut ini merupakan fungsi dari cerita jenaka.[1]
Cerita jenaka memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya menarik dan menghibur. Salah satunya adalah unsur humor yang dapat membangkitkan tawa, baik melalui kejadian maupun dialog yang disajikan. Dalam cerita jenaka, tokoh-tokohnya sering kali memiliki karakter unik, seperti si pintar, si cerdik, si dungu, atau si bodoh yang berperan penting dalam membangun kelucuan.[4]
Selain itu, cerita jenaka umumnya menggambarkan kebodohan atau kekonyolan tokoh utama yang muncul dari sifat dan tindakannya sendiri. Kejadian dalam cerita ini juga sering kali berkembang secara kebetulan, di mana suatu peristiwa bisa tiba-tiba mengubah nasib tokoh tertentu, baik menjadi lebih baik maupun lebih buruk.[4]
Karena sifatnya yang ringan dan menghibur, cerita jenaka sering digunakan sebagai sarana hiburan bagi pembaca atau pendengar, menjadikannya salah satu bentuk cerita yang populer di berbagai budaya.