Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Labia mayor

Pada primata, dan khususnya pada manusia, labia mayor, juga dikenal sebagai bibir luar atau labia luar, adalah dua lipatan kulit longitudinal yang menonjol yang memanjang ke bawah dan ke belakang dari mons pubis ke perineum. Bersama dengan labia minora, keduanya membentuk labia dari vulva.

Wikipedia article
Diperbarui 8 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Labia mayor
Labia mayor
Labia mayor manusia
Rincian
PendahuluPembengkakan labioskrotal
Bagian dariVulva
ArteriArteri pudenda eksternal dalam, arteri pudenda eksternal superfisial, arteri labial posterior
VenaVena labial posterior, vena pudenda internal
SarafCabang perineum dari saraf kutaneus femoral posterior, cabang genital dari saraf genitofemoral, saraf labial posterior, saraf labial anterior, saraf pudendal, saraf perineum
Pengidentifikasi
Bahasa Latinlabium majus pudendi
TA98A09.2.01.003
TA23549
FMA20367
Daftar istilah anatomi
[sunting di Wikidata]

Pada primata, dan khususnya pada manusia, labia mayor (tunggal: labium mayus), juga dikenal sebagai bibir luar atau labia luar, adalah dua lipatan kulit longitudinal yang menonjol yang memanjang ke bawah dan ke belakang dari mons pubis ke perineum.[1] Bersama dengan labia minora, keduanya membentuk labia dari vulva.

Labia mayor homolog dengan skrotum pada pria.[2]

Etimologi

Labia mayor adalah bentuk jamak dalam Latin untuk bibir besar ("mayor"). Istilah Latin labium/labia digunakan dalam anatomi untuk sejumlah struktur paralel yang biasanya berpasangan, tetapi dalam bahasa Inggris (serta bahasa Indonesia), istilah ini sebagian besar diterapkan pada dua pasang bagian vulva—labia mayor dan labia minora. Secara tradisional, untuk menghindari kebingungan dengan struktur tubuh lain yang menyerupai bibir, labia vulva diistilahkan oleh para ahli anatomi dalam bahasa Latin sebagai labia majora (atau minora) pudendi.

Embriologi

Secara embriologis, struktur ini berkembang dari lipatan labioskrotal.[3]

Setelah masa pubertas, labia mayor dapat berubah warna menjadi lebih gelap daripada kulit di sekitarnya dan ditumbuhi rambut kemaluan pada permukaan luarnya.

Fungsi dan struktur

Fungsi utama labia mayor adalah untuk menutupi dan melindungi bagian-bagian lain dari vulva.[4] Labia mayor mencakup labia minora, sulkus interlabial, tudung klitoris, glans klitoris, frenulum klitoris, Garis Hart, dan vestibulum vulva, tempat bermuaranya lubang eksternal uretra dan vagina. Setiap labium mayus memiliki dua permukaan: permukaan luar, berpigmen dan ditutupi oleh rambut kemaluan yang kasar; serta permukaan dalam, yang halus dan dipenuhi folikel sebasea yang besar. Labia mayor dilapisi oleh epitel skuamosa. Di antara keduanya, terdapat sejumlah besar jaringan areolar dan lemak, selain pembuluh darah, saraf, dan kelenjar. Di bawah kulit labia mayor, terdapat jaringan yang disebut dartos muliebris, yang memberikan penampilan berkerut padanya.[5]

Celah pudendal

Tampak depan vulva. Celah pudendal pada angka 3.

Labia mayor merupakan batas lateral dari celah pudendal. Celah pudendal, yang juga dikenal sebagai celah vulva atau celah Venus (rima vulvae atau rima pudendi dalam bahasa Latin),[6] adalah celah vertikal di antara labia mayor yang dimulai dari titik basal mons pubis. Setelah pubertas, tudung klitoris dan labia minora dapat menonjol ke dalam celah pudendal dengan derajat yang bervariasi.[7]

Komisura

A) komisura anterior, B) fourchette, C) komisura posterior

Labia mayor lebih tebal di bagian depan, dan membentuk komisura labial anterior tempat keduanya bertemu di bawah mons pubis. Di bagian posterior, keduanya tidak benar-benar menyatu, melainkan tampak menghilang ke dalam integumen di sekitarnya, berakhir saling berdekatan dan hampir sejajar satu sama lain. Bersama dengan kulit penghubung di antara keduanya, bagian ini membentuk komisura lain, yaitu komisura labial posterior, yang juga merupakan batas posterior vulva. Jarak antara komisura posterior dan anus, dengan panjang 2,5 hingga 3 cm, merupakan perineum.[8] Daerah anterior perineum dikenal sebagai segitiga urogenital, yang memisahkannya dari daerah anal. Di antara labia mayor dan paha bagian dalam terdapat lipatan labiokrural. Di antara labia mayor dan labia minora terdapat sulkus interlabial. Labia mayor mengalami atrofi setelah menopause.

Pada primata non-manusia

Meskipun labia mayor terdapat pada semua primata betina, banyak di antaranya memilikinya hanya hingga dewasa atau menjadi tidak mencolok pada masa tersebut.[9] Primata selain manusia yang selalu memiliki labia mayor yang tampak jelas adalah bonobo, strepsirini, tarsius, monyet cebid, dan owa.[10][11][12]

Pada betina mamalia non-primata, labia mayor tidak ada karena pembengkakan labioskrotal telah menghilang saat masih menjadi janin.[13] Oleh karena itu, celah pudendal merujuk pada celah di antara labia vulva pada mamalia tersebut.[14]

Penggunaan dalam cangkok

Bantalan lemak dari labia mayor dapat digunakan sebagai cangkok, sering kali disebut sebagai "cangkok bantalan lemak labial Martius", dan dapat digunakan, misalnya, dalam uretrolisis.[15]

Lihat pula

  • Femalia
  • Kebanggaan labia

Referensi

  1. ↑ Blüm, Volker (2012). Vertebrate Reproduction: A Textbook. Springer Berlin Heidelberg. hlm. 74. ISBN 978-3-64271-074-2. Diakses tanggal November 19, 2023.
  2. ↑ "Sex Organ Homologies". www.meddean.luc.edu. Diakses tanggal 2020-08-09.
  3. ↑ Manual of Obstetrics. (3rd ed.). Elsevier. pp. 1-16. ISBN 9788131225561.
  4. ↑ Kinsey, Brian (2011). Human Body From A to Z. Marshall Cavendish Reference. hlm. 465. ISBN 978-0-76149-976-3. Diakses tanggal September 29, 2023.
  5. ↑ Fahmy, Mohamed A. Baky (2021). Normal and Abnormal Scrotum. Springer International Publishing. hlm. 69. ISBN 978-3-03083-305-3. Diakses tanggal December 29, 2023.
  6. ↑ Gould, George M. (1936). Brownslow, C. V (ed.). Gould's Pocket Pronouncing Medical Dictionary (Edisi 10). P. Blakinston's Son & C., Inc.
  7. ↑ Hennekam, RC; Allanson, JE; Biesecker, LG; Carey, JC; Opitz, JM; Vilain, E (June 2013). "Elements of morphology: standard terminology for the external genitalia". American Journal of Medical Genetics. Part A. 161A (6): 1238–63. doi:10.1002/ajmg.a.35934. PMC 4440541. PMID 23650202.
  8. ↑ Satu atau lebih kalimat di atas mencakup teks yang termasuk domain publik dari buku Gray's Anatomy edisi ke-20 (1918) halaman 1265.
  9. ↑ Sheets-Johnstone, Maxine (2010). The Roots of Thinking. Temple University Press. hlm. 184. ISBN 978-1-43990-365-0. Diakses tanggal November 19, 2023.
  10. ↑ Ankel-Simons, Friderun (2012). Primate Anatomy: An Introduction. Elsevier Science. hlm. 523. ISBN 978-0-08046-911-9. Diakses tanggal November 19, 2023.
  11. ↑ Rosenblum, Leonard A. (2013). Primate Behavior: Developments in Field and Laboratory Research · Volume 2. Elsevier Science. hlm. 251. ISBN 978-1-48327-182-8. Diakses tanggal November 19, 2023.
  12. ↑ Poiani, Aldo (2010). Animal Homosexuality: A Biosocial Perspective. Cambridge University Press. hlm. 156. ISBN 978-1-13949-038-2. Diakses tanggal November 19, 2023.
  13. ↑ Kumar, M.S.A. (2015). Clinically Oriented Anatomy of the Dog & Cat. Linus Learning. hlm. 1254. ISBN 978-1-60797-552-6.
  14. ↑ Studdert, Virginia P.; Gray, Clive C. (2011). Saunders Comprehensive Veterinary Dictionary E-Book. Elselvier Health Sciences. hlm. 1183. ISBN 978-0-70204-744-2.
  15. ↑ Carey, J. M.; Chon, J. K.; Leach, G. E. (2003). "Urethrolysis with martius labial fat pad graft for iatrogenic bladder outlet obstruction". Urology. 61 (4): 21–25. doi:10.1016/S0090-4295(03)00117-1. PMID 12657357.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Labia majora.
  • Labia Majora Medical Definition (Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.)
  • l
  • b
  • s
Kesehatan wanita
Kesehatan
reproduksi
Saluran
reproduksi
  • Genitalia eksternal wanita (vulva)
    • Klitoris
      • Tudung klitoris
    • Labia minor
    • Labia mayor
  • Vagina
  • Leher rahim (serviks)
  • Uterus (rahim)
  • Tuba falopi
  • Ovarium
  • Penyakit sistem reproduksi
Kesehatan
ibu & anak
Kehamilan
  • Kehamilan tidak direncanakan
  • Graviditas dan paritas
  • Obstetri
  • Asuhan antenatal
  • Kehamilan remaja
  • Komplikasi kehamilan
    • Hiperemesis gravidarum
    • Kehamilan ektopik
    • Keguguran
    • Perdarahan obstetri
    • Diabetes gestasional
    • Hipertensi
      • Preeklamsia
      • Eklamsia
Persalinan
  • Kebidanan
  • Persalinan prematur
  • Kelahiran ganda
  • Oksitosin
  • Persalinan macet
  • Bedah sesar
  • Retensio plasenta
  • Fistula obstetri
    • Fistula vesikovaginal
    • Fistula rektovaginal
  • Episiotomi
    • Jahitan suami
  • Asuhan pascapersalinan
  • Masa nifas
  • Kematian ibu
  • Mortalitas perinatal
  • Lahir mati
  • Aborsi
  • Penularan dari ibu ke anak
  • Sterilisasi
    • Sterilisasi paksa
  • Menyusui dan kesehatan mental
Rencana
hidup reproduksi
  • Infertilitas
    • Ketiadaan anak
    • Teknologi reproduksi berbantuan
    • Fertilisasi in vitro
  • Pengasuhan anak
    • Adopsi
    • Anak asuh
Kontrasepsi dan
Keluarga berencana
  • Alat kontrasepsi dalam rahim
  • Kontrasepsi oral
  • Kondom
  • Kontrasepsi pria
  • Prevalensi kontrasepsi
  • Keamanan kontrasepsi
  • Planned Parenthood
  • Kesadaran fertilitas
Menstruasi
  • Budaya dan menstruasi
  • Kebersihan kewanitaan
  • Menarke
  • Siklus menstruasi
  • Alat bantu menstruasi
    • Pembalut kain
    • Cangkir menstruasi
    • Tampon
    • Pembalut wanita
  • Dismenore
  • Menoragia
  • Amenore
  • Menopause
    • Terapi penggantian hormon
Kesehatan
seksual
Infeksi menular
seksual
  • Seks aman
  • HIV
  • Human papillomavirus
    • Vaksin HPV
  • Penyakit radang panggul
  • Mutilasi alat kelamin perempuan
    • Klitoridektomi
    • Infibulasi
  • Pengikatan payudara
  • Kesehatan payudara
  • Penyetrikaan payudara
  • Pernikahan anak
  • Dispareunia
  • Pernikahan paksa
  • Gangguan ginekologis
    • Vaginitis
  • Leblouh
  • Poligami
  • Hubungan seksual
  • Orgasme
  • Pubertas
  • Perbedaan seks
  • Pendidikan seks
Kesehatan
non-reproduksi
Kekerasan
terhadap perempuan
  • Kekerasan saat persalinan
  • Kekerasan dalam rumah tangga
    • Kehamilan
  • Kekerasan oleh pasangan intim
  • Misogini
  • Pelecehan seksual
  • Serangan seksual
    • Pemerkosaan
  • Femisida
  • Diskriminasi gender
Penyakit tidak
menular
Kanker
  • Kanker paru-paru
  • Kanker payudara
  • Kanker rahim
    • Kanker endometrium
    • Kanker serviks
      • Tes Papanicolaou
  • Kanker ovarium
  • Penyakit kardiovaskular
  • Demensia
    • Penyakit Alzheimer
  • Kesehatan tulang
    • Osteoporosis
      • Patah tulang pinggul
  • Anemia
  • Kesehatan mental
    • Kecemasan
    • Depresi
      • Gangguan depresi mayor
  • Saluran kemih
    • Uretra
    • Infeksi saluran kemih
    • Inkontinensia urin
Faktor
sosiokultural
  • Kemiskinan
  • Kurang mampu
  • Kesetaraan gender
  • Ketimpangan layanan kesehatan
  • Disparitas gender dalam kesehatan
  • Determinan sosial kesehatan
  • Keadilan reproduksi
  • Pemberdayaan perempuan
Politik, penelitian
dan advokasi
Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita
  • Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan
  • Hari Anak Perempuan Internasional
  • Komisi Status Wanita
  • UN Women
Amerika Serikat
  • Office of Research on Women's Health
  • Women's Health Initiative
  • International Center for Research on Women
  • Nurses' Health Study
  • Black Women's Health Study
  • Inkuiri Cartwright
  • Society for Women's Health Research
Kesehatan wanita
menurut negara
  • Tiongkok
  • Etiopia
  • India
    • Keluarga berencana
  • Rusia
  • Pengendalian kelahiran di Amerika Serikat
  • CategoryKategori
  • Commons pageCommons
  • WikiProjectWikiProject
  • l
  • b
  • s
Sistem reproduksi perempuan
Internal
Adneksa
Ovarium
Folikel
  • Korpus
    • Hemoragikum
    • Luteum
    • Albikans
  • Teka
    • Eksterna
    • Interna
  • Antrum folikel
    • Cairan folikel
  • Korona radiata
  • Zona pelusida
  • Membrana granulosa
  • Ruang perivitelin
Lainnya
  • Epitel germinal
  • Tunika albuginea
  • Korteks
    • Kumulus ooforus
    • Stroma
  • Medula
  • Rete ovarii
Oogenesis
  • Oogonium
  • Oositogenesis
  • Oosit
  • Ootidogenesis
  • Ootid
  • Ovum
Tuba Falopi
  • Istmus
  • Ampula
  • Infundibulum
  • Fimbria
  • Ostium
  • Segmen intramural
Ligamen
  • Ligamen ovarium
  • Ligamen suspensorium ovarium
    • Pleksus pampiniformis
Sisa-sisa Wolffian
  • Duktus Gartner
  • Epooforon
    • Apendiks vesikular
  • Parooforon
Uterus (Rahim)
Wilayah
  • Badan
    • Rongga rahim
    • Fundus
  • Istmus rahim
  • Leher rahim (Serviks)
    • Kanalis
    • Os internal
    • Os eksternal
    • Bagian supravaginal serviks
  • Kornu rahim
Lapisan
  • Dinding rahim
    • Endometrium
    • Miometrium
    • Perimetrium
  • Parametrium
  • Epitel rahim
Ligamen
  • Ligamen bundar rahim
  • Ligamen lebar rahim
  • Ligamen kardinal
  • Ligamen uterosakral
  • Ligamen puboservikal
Umum
  • Kelenjar rahim
  • Diafragma urogenital
Kelenjar vestibular
  • Kelenjar Bartholin
  • Kelenjar Skene
Vagina
  • Kanalis
    • Rugae vagina
    • Dinding
    • Forniks vagina
  • Struktur penyangga vagina
  • Epitel vagina
Eksternal
Vulva
Labia
  • Mons pubis
  • Labia mayor
    • Celah pudendal
    • Lipatan labiokrural
    • Komisura anterior
    • Komisura posterior
    • Dartos muliebris
    • Saraf labial posterior
    • Saraf labial anterior
    • Saraf perineal
  • Labia minora
    • Frenulum
  • Arteri labial posterior
  • Vena labial posterior
  • Sulkus interlabial
Klitoris
  • Akar
    • Krura
    • Bulbus
    • Ligamen suspensorium klitoris
    • Ligamen fundiformis
  • Badan klitoris
    • Korpus kavernosum klitoris
    • Trabekula korpus kavernosum
    • Bagian spons residual infra-korporeal
    • Sudut
  • Komisura bulbus
  • Pars intermedia
  • Glans klitoris
    • Korona
    • Frenulum
  • Arteri
    • Arteri dorsal
    • Arteri dalam
    • Arteri bulbus
    • Arteri pudendal internal
  • Vena
    • Vena dorsal superfisial
    • Vena dorsal dalam
    • Vena bulbus
    • Vena pudendal internal
  • Saraf
    • Saraf dorsal
    • Saraf pudendal
  • Tudung klitoris
  • Fasia
  • Tunika albuginea
  • Septum
Vestibulum
  • Fosa
  • Orifisium vagina
    • Himen (Selaput dara)
  • Muara kelenjar vestibular
  • Uretra
    • Orifisium uretra eksternal
Suplai darah
  • Arteri
    • Arteri ovarium
    • Arteri rahim
    • Arteri arkuata
    • Arteri vagina
    • Arteri spiral
  • Vena
    • Vena ovarium
    • Vena rahim
    • Pleksus vena rahim
    • Pleksus vena vagina
Lainnya
  • Titik G
  • Spons uretra
  • Spons perineal
  • Kantung rektouterina
  • Kantung vesikouterina
  • Pertemuan uterotuba
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Terminologia Anatomica

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Embriologi
  3. Fungsi dan struktur
  4. Celah pudendal
  5. Komisura
  6. Pada primata non-manusia
  7. Penggunaan dalam cangkok
  8. Lihat pula
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Labia

dua pasang labia: labia mayor (bibir luar) yang merupakan lipatan kulit besar dan tebal yang menutupi bagian vulva lainnya, sedangkan labia minor (bibir

Tindik labia

Tindik labia mayor (labia luar) sembuh lebih lambat daripada tindik labia minor (labia dalam), tetapi tergantung pada anatomi individu. Tindik labia luar

Tindik abstinensi

tindik ini dibuat pada kedua sisi labia (bibir kemaluan), bisa labia minor (bibir kemaluan sebelah dalam) ataupun labia mayor (bibir kemaluan sebelah luar)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026