Buroq ; adalah sesosok makhluk tunggangan dalam sejarah Islam yang menjadi tunggangan bagi Muhammad pada saat Isrā’ yang didampingi oleh Malaikat Jibrīl, dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
Buroq[1] (Bahasa Indonesia); (Bahasa Arab: البراق: al-burāq / براق: burāq) adalah sesosok makhluk tunggangan dalam sejarah Islam yang menjadi tunggangan bagi Muhammad pada saat Isrā’ (Isra' Mi'raj) yang didampingi oleh Malaikat Jibrīl, dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha.
Makhluk ini dinamakan براق: burāq dikarenakan kecepatan melesatnya ibarat kilat (برق: barq), adapula yang mengatakan bahwa dinamakan burāq karena warna tubuhnya yang bersih dan mengkilat serta sangat cepatnya, ada pula yang mengatakan karena warna tubuhnya yang putih.[2]
Dalam KBBI, istilah "burak" diartikan sebagai kendaraan yang digunakan Muhammad ketika melaksanakan "Isrā’ & Mi‘rāj". Kendaraan/tunggangan tersebut adalah sesosok makhluk yang berwarna putih, ukuran tubuhnya panjang, lebih tinggi/lebih besar dari keledai serta lebih rendah/lebih kecil dari bagal.[3] Dan kakinya dapat melangkah sejauh matanya memandang.[4] "Ada yang mengatakan bahwa makhluk ini mungkin berbentuk seperti "kambing kilat" dengan warna putih."[2]