Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBjorka (peretas)
Artikel Wikipedia

Bjorka (peretas)

Bjorka adalah sebuah akun media sosial yang dikenal atas aksi peretasannya yang menyorot perhatian publik Indonesia pada 2022. Bjorka pertama kali mendapat sorotan pada September 2022 ketika ia membocorkan 1,3 militar data registrasi kartu SIM Indonesia dan dijual di situs peretas.

Kelompok peretas asal Indonesia
Diperbarui 27 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bjorka
Tanggal pendirianca  2022
Jenis
  • Komunitas virtual
  • Asosiasi sukarela
Tujuan
  • Aktivisme internet
  • Vigilantisme internet
Wilayah layanan
Indonesia

Bjorka adalah sebuah akun media sosial yang dikenal atas aksi peretasannya yang menyorot perhatian publik Indonesia pada 2022. Bjorka pertama kali mendapat sorotan pada September 2022 ketika ia membocorkan 1,3 militar data registrasi kartu SIM Indonesia dan dijual di situs peretas.[1]

Identitas

Identitas asli Bjorka hingga kini belum diketahui secara pasti.[2] Bjorka mengklaim bahwa ia menetap di Warsawa, Polandia, meskipun beberapa pihak meragukannya.[3] Bjorka juga mengklaim motifnya untuk meretas adalah bentuk dedikasi atas orang tua angkatnya yang merupakan Warga Negara Indonesia tetapi tidak diakui menyusul pergolakan Gerakan 30 September 1965, menjadikannya seorang eksil di Eropa dan tidak bisa pulang ke Indonesia hingga akhir hayatnya.[4] Politikus Partai NasDem Willy Aditya berpendapat bahwa pernyataanya ini tampak seperti "gaya bahasa dalam negeri", percaya bahwa Bjorka sebenarnya adalah orang Indonesia sehingga "tidak akan sulit bagi aparat hukum" untuk mengungkap identitasnya.[5]

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,[6] telah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pihak yang berada di balik nama tersebut. Meskipun beberapa individu sempat disebut terkait dengan kasus ini, tidak ada bukti yang secara resmi mengonfirmasi keterlibatan mereka sebagai Bjorka.[6][7]

Latar Belakang dan Aktivitas

Bjorka pertama kali dikenal publik ketika mengunggah data yang diklaim berasal dari lembaga-lembaga pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, ia juga mengunggah data yang dikaitkan dengan pejabat publik dan masyarakat umum.

Dalam setiap aksinya, Bjorka sering menampilkan pesan yang menyoroti isu kebebasan informasi, transparansi pemerintah, dan perlindungan data pribadi. Aktivitas tersebut disebarkan melalui forum web gelap, Telegram, dan Twitter, yang digunakan sebagai sarana komunikasi dan publikasi.[8]

Tanggapan

Kasus Bjorka memicu reaksi beragam dari masyarakat dan pemerintah.[9] Pemerintah Indonesia meningkatkan koordinasi antarinstansi untuk memperkuat sistem keamanan siber nasional.[10] BSSN bersama lembaga terkait melakukan audit terhadap sejumlah basis data pemerintah dan memperketat protokol keamanan komputer.[11]

Sementara itu, kasus ini menimbulkan perdebatan mengenai kesiapan Indonesia dalam melindungi data pribadi warganya.[12] Banyak pihak menilai bahwa insiden kebocoran data yang diungkap oleh Bjorka mencerminkan lemahnya tata kelola keamanan siber di berbagai institusi.

Tanggapan penegakan hukum

Pada 2 Oktober 2025, Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa mereka telah menangkap seorang pria berumur 22 tahun asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara pada 23 September lalu.[13] Kasus ini bermula pada Februari 2025 ketika ia berupaya memeras salah satu bank swasta dengan menyampaikan langsung ke akun resmi banknya melalui akun X (Twitter) bernama @bjorkanesiaaa bahwa ia telah meretas 4,9 juta data bank nasabah.[14][15] Kepolisian belum bisa memastikan apakah ia merupakan sosok dibalik Bjorka atau hanya seorang peniru yang menggunakan namanya.[16]

Pengaruh terhadap Kebijakan Keamanan Siber

Fenomena Bjorka turut mendorong percepatan implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).[17] Kasus ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya kesadaran akan pentingnya regulasi dan infrastruktur keamanan komputer di Indonesia.[18] Pemerintah kemudian menekankan penguatan kebijakan perlindungan data, pengawasan sistem informasi publik, dan peningkatan literasi keamanan komputer di masyarakat.[19]

Lihat juga

  • Anonymous
  • We Are Legion

Referensi

  1. ↑ "1,3 Miliar Data SIM Card RI Diduga Bocor: NIK hingga Nomor HP". kumparan. Diakses tanggal 2026-01-27.
  2. ↑ "Bjorka, 'Hantu' Siber yang Kembali Obrak-Abrik Data RI: Siapa Sebenarnya Dia?". inilah.com. Diakses tanggal 2025-10-07.
  3. ↑ "Bjorka Ngaku Asal Warsawa, Bagaimana Isu Hacker di Polandia?". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-27.
  4. ↑ Isnaeni, Hendri F. (2022-09-12). "Bjorka dan Pembersihan Mahasiswa Indonesia di Eropa Timur". Historia.ID. Diakses tanggal 2026-01-27.
  5. ↑ Anggrainy, Firda Cynthia. "Menerka Siapa di Balik Topeng Hacker Bjorka". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-27.
  6. 1 2 "Polda Metro Jaya Belum Bisa Pastikan Identitas Bjorka Asli". Tempo. 5 Oktober 2025 | 17.36 WIB. Diakses tanggal 2025-10-07.
  7. ↑ "Pakar Sindir Tim Khusus Gabungan Urus Bjorka saat Sudah Ada BSSN". Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI). Diakses tanggal 2025-10-07.
  8. ↑ "Web gelap tempat Bjorka jual data sudah disita, founder dipenjara". Trending topik. Diakses tanggal 2025-10-07.
  9. ↑ Indonesia, CNN. "Deret Respons Pemerintah yang Dianggap Angin Lalu oleh Bjorka". teknologi. Diakses tanggal 2025-10-07.
  10. ↑ "Respons Pemerintah soal Bjorka: Khawatir hingga Bentuk Tim Hadapi Hacker". kumparan. Diakses tanggal 2025-10-07.
  11. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-09-12). "Respons Pemerintah Bentuk Tim Khusus Setelah Miliaran Data Dibobol "Hacker" Bjorka". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-07.
  12. ↑ "Respons Pejabat Hadapi Bjorka dan Tanda Ketidakberdayaan". CNN Indonesia. 2022-09-15. Diakses tanggal 2025-10-07.
  13. ↑ Laksmana, Trypama Randra (2025-10-03). "Hacker Bjorka Ditangkap: Terancam 12 Tahun Penjara". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-27.
  14. ↑ Pamungkas, Mohamad Bintang (2025-10-03). "Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Sosok Hacker "Bjorka" yang Ditangkap Polisi". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-01-27.
  15. ↑ Jati, Rhama Purna (2025-10-02). Susilo, Harry (ed.). "Pemilik Akun Bjorka Ditangkap Polisi, Terungkap dari Aksi Pemerasan Bank". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-27.
  16. ↑ Tito, Andrew (2025-10-04). "Police Uncertain If Teen Suspect Is the Real Hacker "Bjorka"". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2026-01-27.
  17. ↑ "Ramai Kabar Kebocoran Data, Pengamat Dorong UU PDP Segera Disahkan". Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI). Diakses tanggal 2025-10-07.
  18. ↑ kurnia.ekaptiningrum (2022-09-13). "Pemerintah Perlu Atur Ulang Prioritas Keamanan dan Perlindungan Privasi". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2025-10-07.
  19. ↑ Indonesia, MyEduSolve. "Mengenal Bjorka dan Pentingnya Cyber Security Nasional - MyEduSolve". Mengenal Bjorka dan Pentingnya Cyber Security Nasional - MyEduSolve. Diakses tanggal 2025-10-07.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Identitas
  2. Latar Belakang dan Aktivitas
  3. Tanggapan
  4. Tanggapan penegakan hukum
  5. Pengaruh terhadap Kebijakan Keamanan Siber
  6. Lihat juga
  7. Referensi

Artikel Terkait

Serangan dunia maya di Indonesia

berbagai upaya untuk mendapatkan akses ilegal atau tidak sah terhadap suatu komputer, sistem komputer atau jaringan komputer dengan tujuan untuk mencuri data, menonaktifkan, mengganggu atau bahkan mengendalikan

Anonymous Sudan

Anonymous Sudan adalah sebuah kelompok peretas kriminal yang mulai aktif pada pertengahan Januari 2023. Kelompok ini dikaitkan dengan puluhan ribu serangan

Peretas

istilah komputasi dengan berbagai arti

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026