Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Biota Ediakara

Biota Ediakara adalah klasifikasi taksonomi untuk seluruh bentuk kehidupan yang menghuni Bumi pada Periode Ediakara. Organisme-organisme ini memiliki bentuk tubuh yang misterius, seperti tabung dan daun menjuntai, serta umumnya menetap di dasar laut. Fosil jejak biota ini telah ditemukan di berbagai penjuru dunia dan merupakan perwujudan paling awal dari organisme multiseluler yang kompleks. Istilah "biota Ediakara" sendiri telah menuai kritik karena dinilai tidak konsisten, cenderung mengecualikan beberapa fosil secara sewenang-wenang, serta sulit didefinisikan secara tepat.

Wikipedia article
Diperbarui 26 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Biota Ediakara
Organisme yang berbentuk tabung dan seperti daun yang penuh teka-teki, kebanyakan sesil yang hidup selama Periode Ediakara (ca. 635–542 Mya) Templat:SHORTDESC:Organisme yang berbentuk tabung dan seperti daun yang penuh teka-teki, kebanyakan sesil yang hidup selama Periode Ediakara (ca. 635–542 Mya)
Untuk kegunaan lain, lihat Ediakara.
Gambaran kehidupan laut pada periode Ediakara

Biota Ediakara (dahulu disebut Vendian) adalah klasifikasi taksonomi untuk seluruh bentuk kehidupan yang menghuni Bumi pada Periode Ediakara (sekitar ca 635–538,8 juta tahun lalu). Organisme-organisme ini memiliki bentuk tubuh yang misterius, seperti tabung dan daun menjuntai, serta umumnya menetap di dasar laut.[1][2] Fosil jejak biota ini telah ditemukan di berbagai penjuru dunia dan merupakan perwujudan paling awal dari organisme multiseluler yang kompleks. Istilah "biota Ediakara" sendiri telah menuai kritik karena dinilai tidak konsisten, cenderung mengecualikan beberapa fosil secara sewenang-wenang, serta sulit didefinisikan secara tepat.[3]

Biota Ediakara diduga mengalami radiasi evolusi dalam peristiwa yang dikenal sebagai Ledakan Avalon sekitar 575 juta tahun silam.[4][5] Peristiwa ini terjadi setelah Bumi keluar dari masa Kriogenium yang dikenal dengan glasiasi besar Bumi Bola Salju. Biota ini kemudian menghilang seiring munculnya lonjakan cepat keanekaragaman hayati yang disebut ledakan Kambrium, ketika sebagian besar bangun tubuh hewan modern pertama kali muncul dalam rekaman fosil periode tersebut. Pada masa itu, biota makroskopik Kambrium hampir sepenuhnya menggantikan organisme yang mendominasi catatan fosil Ediakara, meskipun hubungan di antara keduanya masih menjadi perdebatan.

Organisme Ediakara pertama kali muncul sekitar 600 juta tahun silam dan bertahan hingga menjelang awal Kambrium sekitar 538,8 juta tahun silam, ketika komunitas fosil khas mereka lenyap. Sebuah komunitas Ediakara yang sangat beragam ditemukan pada tahun 1995 di Sonora, Meksiko, berumur sekitar 555 juta tahun, setara dengan fosil Ediakara dari Perbukitan Ediacara di Australia Selatan dan Laut Putih di pesisir Rusia.[6][7][8] Sementara itu, beberapa fosil langka yang mungkin merupakan "penyintas" telah ditemukan hingga Kambrium Tengah (510–500 juta tahun lalu), tetapi komunitas Ediakara yang lebih awal menghilang dari catatan geologi meninggalkan hanya sisa-sisa samar dari ekosistem yang dulu makmur.[9] Beragam hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan kepunahan ini, termasuk bias pelestarian, perubahan lingkungan, munculnya predator, dan kompetisi antarorganisme. Suatu penelitian tahun 2018 terhadap lapisan Ediakara akhir di wilayah sisa Baltika (< 560 juta tahun lalu) menunjukkan bahwa puncak kejayaan biota ini bertepatan dengan kondisi produktivitas laut yang rendah tetapi sangat didominasi oleh bakteri, yang mungkin menghasilkan konsentrasi tinggi materi organik terlarut di samudra.[10]

Menentukan posisi organisme Ediakara dalam pohon kehidupan merupakan tantangan besar; bahkan belum pasti apakah sebagian besar di antaranya merupakan hewan. Ada dugaan bahwa mereka mungkin lichen (simbion jamur-alga), alga, protista seperti foraminifera, jamur, koloni mikroba, atau bahkan bentuk antara tumbuhan dan hewan.[11] Bentuk dan kebiasaan beberapa taksa (misalnya Funisia dorothea) menunjukkan kemiripan dengan Porifera atau Cnidaria (misalnya Auroralumina).[12][13][14] Kimberella mungkin memiliki kemiripan dengan moluska, dan beberapa organisme lain tampak menunjukkan simetri bilateral, meski hal ini masih diperdebatkan. Sebagian besar fosil makroskopik Ediakara sangat berbeda secara morfologis dari kehidupan modern: menyerupai cakram, tabung, kantung lumpur, atau kasur berlapis. Karena sulitnya menentukan hubungan evolusioner di antara organisme ini, beberapa paleontolog berpendapat bahwa mereka merupakan garis keturunan yang benar-benar punah dan tidak memiliki padanan hidup. Adolf Seilacher bahkan mengusulkan suatu subkerajaan tersendiri, Vendozoa (kini disebut Vendobionta),[15] dalam hierarki Linnaean untuk menggolongkan biota Ediakara. Jika organisme-organisme misterius ini tidak meninggalkan keturunan, maka bentuk-bentuk aneh mereka mungkin dapat dianggap sebagai "eksperimen yang gagal" dalam sejarah kehidupan multiseluler, sebuah upaya awal yang tak berlanjut, sebelum kehidupan multiseluler modern berevolusi secara terpisah dari nenek moyang bersel tunggal yang berbeda.[16] Suatu studi pada tahun 2018 menemukan bahwa salah satu fosil paling ikonik dari masa ini, Dickinsonia, mengandung kolesterol,[17] yang menunjukkan hubungan dekat dengan hewan, jamur, atau alga merah.[18]

Biota Ediakara
−650 —
–
−640 —
–
−630 —
–
−620 —
–
−610 —
–
−600 —
–
−590 —
–
−580 —
–
−570 —
–
−560 —
–
−550 —
–
−540 —
–
−530 —
–
−520 —
–
−510 —
–
−500 —
–
−490 —
 
 
Kriogenium
Ediakara
Kambrium
 
 
 
 
 
 
 
←
Komunitas Ediakara terakhir
←
Ediakara terakhir
←
Embrio?
←
Glasiasi luas terakhir
←
Megafosil Ediakara pertama
←
Glasiasi
Gaskiers
←
Letusan Avalon
Aspidella
disc
Charnia
 
Neoproterozoik
(era Precambrian terakhir)
 
Palaeozoic
(era Phanerozoik pertama)
Skala sumbu: juta tahun
Referensi: Waggoner 1998,[19] Hofmann 1990[20]
Bagian dari seri
Ledakan Kambrium
Lokalitas fosil
  • Batu Burgess
  • Chengjiang
  • Sirius Passet
  • Doushantuo
Organisme penting
Biota Ediakara
  • Dickinsonia
  • Kimberella
    • Kimberichnus
  • Vernanimalcula
Tipe-Burgess
  • Marrella
  • Radiodonta
  • Halwaxiida
  • Opabinia
  • Odontogriphus
Fosil kecil bercangkang
  • Helcionellid
Konsep evolusioner
Tren
  • Revolusi substrat Kambrium
Tema
  • Kladistika
  • Evolusi konvergen
  • Kelompok mahkota dan batang
  • l
  • b
  • s

Sejarah

Linimasa kehidupan
This box:
  • lihat
  • bicara
  • sunting
−4500 —
–
—
–
−4000 —
–
—
–
−3500 —
–
—
–
−3000 —
–
—
–
−2500 —
–
—
–
−2000 —
–
—
–
−1500 —
–
—
–
−1000 —
–
—
–
−500 —
–
—
–
0 —
 
Air
 
Kehidupan bersel tunggal
 
Fotosintesis
 
Kehidupan multiseluler
 
Tumbuhan
 
Arthropoda Moluska
Bunga
Dinosaurus
 
Mamalia
Burung
Primata
Hadean
Arkean
Proterozoikum
Fanerozoikum
 
 
←
Bumi terbentuk
←
Air paling awal
←
LUCA
←
Fosil tertua
←
Oksigen atmosfer
←
Reproduksi seksual
←
Fungi paling awal
←
Peristiwa oksigenasi Neoproterozoikum
←
Biota Ediakara
←
Ledakan Kambrium
←
Tetrapoda paling awal
←
Hominoid paling awal
(juta tahun yang lalu)

Fosil Ediakara pertama yang ditemukan adalah Aspidella terranovica, berbentuk cakram, pada tahun 1868. Penemunya, ahli geologi asal Skotlandia Alexander Murray, mendapati fosil tersebut berguna untuk membantu menentukan kesetaraan umur lapisan batuan di sekitar Newfoundland.[21] Namun, karena fosil itu ditemukan di bawah "Strata Primordial" dari Kambrium, yang pada masa itu diyakini mengandung tanda-tanda pertama kehidupan hewan, usulan Elkanah Billings empat tahun kemudian bahwa bentuk-bentuk sederhana ini merupakan fauna, segera ditolak oleh rekan-rekannya. Fosil-fosil itu justru dianggap sebagai struktur akibat pelepasan gas atau konkresi anorganik.[21] Karena belum ada struktur serupa yang ditemukan di tempat lain di dunia, perdebatan sepihak tersebut pun perlahan dilupakan.[21] Pada tahun 1933, Georg Gürich menemukan spesimen di Namibia, tetapi menempatkannya dalam Periode Kambrium.[22] Lalu, pada tahun 1946, Reg Sprigg mengamati keberadaan "ubur-ubur" di Ediacara Hills dalam Flinders Ranges di Australia, yang kala itu masih dianggap sebagai batuan Kambrium Awal.[23]

Palaeontolog Guy Narbonne meneliti fosil Ediakara di Newfoundland

Barulah setelah penemuan fosil ikonis Charnia di Inggris, masa Prakambrium mulai dianggap sungguh-sungguh menyimpan kehidupan. Fosil berbentuk frond ini ditemukan di Charnwood Forest oleh seorang gadis berusia 15 tahun pada tahun 1956 (Tina Negus, yang saat itu tidak dipercaya[24][a]), dan setahun kemudian oleh sekelompok tiga murid laki-laki, termasuk Roger Mason yang juga berusia 15 tahun.[25][26][27] Berkat pemetaan geologi terperinci oleh British Geological Survey, tidak ada keraguan bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari batuan Prakambrium. Paleontolog Martin Glaessner akhirnya, pada tahun 1959, menghubungkan temuan ini dengan penemuan-penemuan sebelumnya[28][29], dan dengan perpaduan antara penentuan umur yang lebih akurat serta semangat baru dalam pencarian, banyak lagi fosil serupa berhasil ditemukan.[30]

Hingga tahun 1967, semua spesimen yang ditemukan terdapat dalam batu pasir berbutir kasar, yang menghalangi pelestarian detail halus sehingga menyulitkan interpretasi. Penemuan S.B. Misra atas lapisan abu vulkanik berfosil di daerah Mistaken Point di Newfoundland mengubah segalanya, sebab butiran abu halus itu memungkinkan pelestarian struktur yang sangat rinci dan sebelumnya tak terlihat.[31][32] Ini juga merupakan penemuan pertama fosil Ediakara di sedimen perairan dalam.[33]

Komunikasi ilmiah yang buruk, ditambah kesulitan menghubungkan formasi batuan dari berbagai wilayah di dunia, menyebabkan munculnya beragam istilah berbeda untuk biota tersebut. Pada tahun 1960, istilah Prancis "Ediacarien", yang diambil dari nama perbukitan Ediakara. ditambahkan ke dalam daftar istilah serupa seperti "Sinian" dan "Vendian"[34] untuk menyebut batuan akhir Prakambrium, dan nama-nama itu kemudian juga digunakan untuk menyebut organisme yang hidup pada masa tersebut. Istilah "Ediakara" dan "Ediakarian" selanjutnya digunakan untuk menamai kala atau periode waktu geologi beserta batuan yang mengiringinya. Pada Maret 2004, International Union of Geological Sciences mengakhiri ketidakkonsistenan itu dengan secara resmi menamai periode terakhir Neoproterozoikum berdasarkan lokasi di Australia.[35]

Istilah "biota Ediakara" dan variasinya ("Ediakara" / "Ediakarian" / "Vendian" serta "fauna" / "biota") pada berbagai waktu digunakan dalam konteks geografis, stratigrafis, tafonomik, maupun biologis, dengan makna biologislah yang paling umum dipakai dalam literatur modern.[36]

Pelestarian

Artikel utama: Pelestarian tipe Ediakara

Tikar mikrob

Tikar mikrob modern sianobakteri-alga di danau asin pesisir Laut Putih

Tikar mikrob merupakan hamparan sedimen yang distabilkan oleh koloni mikroorganisme yang mengeluarkan cairan lengket atau mengikat partikel-partikel sedimen dengan cara lain. Ketika tertutup oleh lapisan sedimen tipis, koloni ini tampak seolah-olah berpindah ke permukaan, tetapi sesungguhnya itu hanyalah ilusi yang diakibatkan oleh pertumbuhan koloni; tiap individu tidak bergerak sendiri-sendiri. Apabila lapisan sedimen yang menutupi terlalu tebal sebelum koloni sempat tumbuh atau bereproduksi menembusnya, sebagian koloni akan mati dan meninggalkan fosil dengan permukaan berkerut khas yang menyerupai "kulit gajah" serta bertekstur benjol-benjol.[37]

Beberapa lapisan batuan Ediakara yang memperlihatkan tekstur khas tikar mikroba mengandung fosil, dan hampir semua fosil Ediakara ditemukan pada lapisan yang memiliki lapisan mikroba semacam ini. Walaupun lapisan mikroba pernah tersebar luas sebelum terjadinya revolusi substrat Kambrium, evolusi organisme pemakan dasar laut secara drastis mengurangi keberadaannya.[38] Kini, komunitas semacam ini hanya bertahan di refugium yang tidak ramah bagi sebagian besar kehidupan, seperti stromatolit yang terdapat di Cagar Alam Laut Hamelin Pool di Teluk Shark, Australia Barat, di mana kadar garamnya dapat mencapai dua kali lipat dari air laut sekitarnya.[39]

Fosilisasi

Fosil Charniodiscus nyaris tak dapat dibedakan dari tekstur "kulit gajah" pada cetakan ini.

Pelestarian fosil Ediakara menjadi hal yang menarik, sebab organisme bertubuh lunak seperti ini umumnya tidak meninggalkan jejak fosil. Berbeda dengan biota bertubuh lunak yang lebih muda seperti yang ditemukan di Burgess Shale atau Batu Gamping Solnhofen, biota Ediakara tidak terbatas pada lingkungan luar biasa tertentu, fosilnya ditemukan di seluruh dunia. Dengan demikian, proses yang bertanggung jawab atas pelestariannya bersifat sistemik dan global. Sesuatu dalam kala Ediakara memungkinkan makhluk-makhluk rapuh ini terawetkan; mungkin karena mereka cepat tertutup abu vulkanik atau pasir yang menjepit tubuh mereka di atas lumpur atau lempung mikroba tempat mereka hidup.[40] Pelestarian ini mungkin diperkuat oleh tingginya kadar silika di lautan sebelum munculnya organisme penghasil kerangka silika seperti spons dan diatom.[41] Lapisan abu juga memberi rincian kronologi yang lebih akurat dan dapat ditentukan umurnya hingga jutaan tahun menggunakan penanggalan radiometrik.[42] Namun, lebih sering fosil Ediakara ditemukan di bawah lapisan pasir yang diendapkan oleh badai, atau di dalam turbidit yang terbentuk oleh arus laut dasar berenergi tinggi.[40] Organisme bertubuh lunak di masa kini hampir tak pernah terfosilkan dalam peristiwa semacam itu, tetapi keberadaan lempung mikroba yang luas kemungkinan membantu pelestarian dengan menstabilkan jejak mereka pada sedimen di bawahnya.[43]

Skala pelestarian

Laju sementasi lapisan sedimen penutup dibandingkan dengan laju penguraian organisme menentukan apakah permukaan atas atau bawah suatu organisme yang akan terawetkan. Sebagian besar fosil berbentuk cakram terurai sebelum sedimen penutup mengeras, sehingga abu atau pasir kemudian mengendap untuk mengisi ruang kosong dan membentuk cetakan bagian bawah organisme. Sebaliknya, fosil berstruktur bersekat cenderung terurai setelah sedimen di atasnya mengeras; akibatnya, permukaan atasnya yang terawetkan. Ketahanan yang lebih tinggi ini juga tampak dari fakta bahwa, dalam kasus langka, fosil bersekat dapat ditemukan di dalam lapisan badai, sedimentasi berenergi tinggi yang biasanya akan menghancurkan bentuk-bentuk yang lebih rapuh. Selain itu, dalam beberapa kasus, bakteri menyebabkan presipitasi mineral yang membentuk "topeng kematian", meninggalkan cetakan positif menyerupai topeng dari organisme tersebut.[44][45]

Catatan kaki

  1. ↑ "Pada April 1957, saya pergi memanjat tebing di Charnwood Forest bersama dua teman, Richard Allen dan Richard Blachford (‘Blach’), sesama murid di Wyggeston Grammar School, Leicester. Saya sudah tertarik pada geologi dan mengetahui bahwa batuan dari Supergrup Charnian berumur Prakambrium, meskipun saya belum mendengar tentang fosil dari Australia.
    Richard Allen dan saya sepakat bahwa Blach (yang meninggal pada awal 1960-an) menunjukkan kepada saya fosil daun holotipe yang kini dipamerkan di Leicester City Museum. Saya membuat cetakannya dan menunjukkannya kepada ayah saya, seorang pendeta di Great Meeting Unitarian Chapel, East Bond Street, yang juga mengajar paruh waktu di University College (yang kelak menjadi University of Leicester) dan mengenal Trevor Ford. Kami mengajak Ford ke lokasi fosil dan meyakinkannya bahwa itu benar-benar fosil. Publikasinya di Journal of the Yorkshire Geological Society menetapkan genus Charnia dan membangkitkan minat dunia. … Saya dapat melaporkan penemuan itu berkat dorongan ayah saya dan semangat ilmiah yang ditumbuhkan oleh guru-guru sains saya. Tina Negus melihat fosil frond itu sebelum saya, tetapi tak seorang pun mempercayainya."[24]

Referensi

  1. ↑ Watson, Traci (28 Oktober 2020). "These bizarre ancient species are rewriting animal evolution". Nature (news). 586 (7831): 662–665. Bibcode:2020Natur.586..662W. doi:10.1038/d41586-020-02985-z. PMID 33116283.
  2. ↑ Stratigraphic chart 2022 (PDF) (Report). International Stratigraphic Commission. Februari 2022. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 April 2022. Diakses tanggal 22 April 2022.
  3. ↑ MacGabhann, Breandán Anraoi (Januari 2014). "There is no such thing as the 'Ediacara Biota'". Geoscience Frontiers. 5 (1): 53–62. Bibcode:2014GeoFr...5...53M. doi:10.1016/j.gsf.2013.08.001. hdl:20.500.11820/23ba9403-9b3f-484e-8a0f-21587c6baf67. S2CID 56111824. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Maret 2023. Diakses tanggal 12 Maret 2023.
  4. ↑ "Two explosive evolutionary events shaped early history Of multicellular life". Science Daily (Press release). Januari 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2017. Diakses tanggal 28 Februari 2018.
  5. ↑ Shen, Bing; Dong, Lin; Xiao, Shuhai; Kowalewski, Michał (2008). "The Avalon explosion: Evolution of Ediacara morphospace". Science. 319 (5859): 81–84. Bibcode:2008Sci...319...81S. doi:10.1126/science.1150279. PMID 18174439. S2CID 206509488.
  6. ↑ McMenamin, M.A.S. (14 Mei 1996). "Ediacaran biota from Sonora, Mexico". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 93 (10): 4990–4993. Bibcode:1996PNAS...93.4990M. doi:10.1073/pnas.93.10.4990. PMC 39393. PMID 11607679.
  7. ↑ McMenamin, M.A.S. (2018). Deep Time Analysis: A Coherent View of the History of Life. Cham, Switzerland: Springer Geology. ISBN 978-3-319-74255-7.
  8. ↑ Narbonne, Guy (2008). The Gaskiers glaciation as a significant divide in Ediacaran history and stratigraphy. 33rd International Geological Congress. Abstracts. Oslo. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Oktober 2013.
  9. ↑
  10. ↑ Bekker, Andrey; Sokur, Tetyana; Shumlyanskyy, Leonid; Christopher K. Junium; Podkovyrov, Victor; Kuznetsov, Anton; et al. (4 Mei 2018). "Ediacara biota flourished in oligotrophic and bacterially dominated marine environments across Baltica". Nature Communications (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 1807. Bibcode:2018NatCo...9.1807P. doi:10.1038/s41467-018-04195-8. ISSN 2041-1723. PMC 5935690. PMID 29728614.
  11. ↑
  12. ↑ Droser, M.L.; Gehling, J.G. (21 Maret 2008). "Synchronous aggregate growth in an abundant new Ediacaran tubular organism". Science. 319 (5870): 1660–1662. Bibcode:2008Sci...319.1660D. doi:10.1126/science.1152595. PMID 18356525. S2CID 23002564.
  13. ↑ Dunn, F.S.; Kenchington, C.G.; Parry, L.A.; Clark, J.W.; Kendall, R.S.; Wilby, P.R. (25 Juli 2022). "A crown-group cnidarian from the Ediacaran of Charnwood Forest, UK". Nature Ecology & Evolution. 6 (8): 1095–1104. Bibcode:2022NatEE...6.1095D. doi:10.1038/s41559-022-01807-x. PMC 9349040. PMID 35879540.
  14. ↑ Amos, Jonathan (25 Juli 2022). "Ancient fossil is earliest known animal predator". bbc.co.uk. BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Oktober 2022. Diakses tanggal 7 Agustus 2022.
  15. ↑
  16. ↑ Narbonne, Guy (Juni 2006). The Origin and Early Evolution of Animals. Department of Geological Sciences and Geological Engineering. Queen's University. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-24. Diakses tanggal 2016-09-08.
  17. ↑ Bobrovskiy, Ilya; Hope, Janet M.; Ivantsov, Andrey; Nettersheim, Benjamin J.; Hallmann, Christian; Brocks, Jochen J. (21 September 2018). "Ancient steroids establish the Ediacaran fossil Dickinsonia as one of the earliest animals". Science (dalam bahasa Inggris). 361 (6408): 1246–1249. Bibcode:2018Sci...361.1246B. doi:10.1126/science.aat7228. hdl:1885/230014. ISSN 0036-8075. PMID 30237355.
  18. ↑ Gold, D.A. (2018). "The slow rise of complex life as revealed through biomarker genetics". Emerging Topics in Life Sciences. 2 (2): 191–199. doi:10.1042/etls20170150. PMID 32412622. S2CID 90887224.
  19. ↑ Waggoner, Ben (1998). "Interpreting the Earliest Metazoan Fossils: What Can We Learn?". Integrative and Comparative Biology. 38 (6): 975–982. doi:10.1093/icb/38.6.975. ISSN 1540-7063.
  20. ↑ Hofmann, H.J.; Narbonne, G.M.; Aitken, J.D. (1990). "Ediacaran remains from intertillite beds in northwestern Canada". Geology. 18 (12): 1199–1202. Bibcode:1990Geo....18.1199H. doi:10.1130/0091-7613(1990)018<1199:ERFIBI>2.3.CO;2.
  21. 1 2 3 Gehling, James G.; Narbonne, Guy M.; Anderson, Michael M. (2000). "The First Named Ediacaran Body Fossil, Aspidella terranovica". Palaeontology. 43 (3): 429. Bibcode:2000Palgy..43..427G. doi:10.1111/j.0031-0239.2000.00134.x.
  22. ↑ Gürich, G. (1933). "Die Kuibis-Fossilien der Nama-Formation von Südwestafrika". Paläontologische Zeitschrift (dalam bahasa Jerman). 15 (2–3): 137–155. Bibcode:1933PalZ...15..137G. doi:10.1007/bf03041648. S2CID 130968715.
  23. ↑ Sprigg, R. C. (1947). "Early Cambrian "jellyfishes" of Ediacara, South Australia and Mount John, Kimberly District, Western Australia". Transactions of the Royal Society of South Australia. 73: 72–99.
  24. 1 2 Mason, Roger (2007). "The discovery of Charnia masoni" (PDF). University of Leicester. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 March 2021. Diakses tanggal 5 April 2016.
  25. ↑ "Leicester's fossil celebrity: Charnia and the evolution of early life" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 October 2022. Diakses tanggal 2007-06-22.
  26. ↑ Ford, Trevor. "The discovery of Charnia". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-23.
  27. ↑ Negus, Tina. "An account of the discovery of Charnia". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-23.
  28. ↑ Sprigg, R. C. (1991). "Martin F Glaessner: Palaeontologist extraordinaire". Mem. Geol. Soc. India. 20: 13–20.
  29. ↑ Glaessner, M.F. (1959). "The oldest fossil faunas of South Australia". International Journal of Earth Sciences. 47 (2): 522–531. Bibcode:1959GeoRu..47..522G. doi:10.1007/BF01800671. S2CID 140615593.
  30. ↑ Glaessner, Martin F. (1961). "Precambrian animals". Scientific American. Vol. 204, no. 3. hlm. 72–78. Bibcode:1961SciAm.204c..72G. doi:10.1038/scientificamerican0361-72.
  31. ↑ Misra, S.B. (1969). "Late Precambrian(?) fossils from southeastern Newfoundland". Geol. Soc. Am. Bull. 80 (11): 2133–2140. Bibcode:1969GSAB...80.2133M. doi:10.1130/0016-7606(1969)80[2133:LPFFSN]2.0.CO;2.
  32. ↑ "Mistaken Point fossil assemblage". The Miller Museum of Geology. Kingston, Ontario, Canada: Queen's University. Diarsipkan dari asli tanggal January 15, 2013.
  33. ↑ Narbonne, G.M. (2007). The Rise of Animals. Johns Hopkins University Press. hlm. 55. ISBN 978-0-8018-8679-9.
  34. ↑ Termier, H.; Termier, G. (1960). "L'Édiacarien, premier étage paléontologique". Revue générale des sciences pures et appliquées (dalam bahasa Prancis). 67 (3–4): 175–192.
  35. ↑ Knoll, Andy H.; Walter, M.; Narbonne, G.; Christie-Blick, N. (2006). "The Ediacaran period: A new addition to the geologic time scale" (PDF). Lethaia. 39 (1): 13–30. Bibcode:2006Letha..39...13K. doi:10.1080/00241160500409223. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-02-21.
  36. ↑ MacGabhann, Breandán Anraoi (2014). "There is no such thing as the 'Ediacara Biota'". Geosciences Frontiers. 5 (1): 53–62. Bibcode:2014GeoFr...5...53M. doi:10.1016/j.gsf.2013.08.001.
  37. ↑ Runnegar, B.N.; Fedonkin, M.A. (1992). "Proterozoic metazoan body fossils". Dalam Schopf, W.J.; Klein; C. (ed.). The Proterozoic Biosphere. Cambridge University Press. hlm. 369–388. ISBN 978-0-521-36615-1. OCLC 23583672.
  38. ↑ Burzin, M.B.; Debrenne, F.; Zhuravlev, A.Y. (2001). "Evolution of shallow-water level-bottom communities". Dalam Zhuravlev, A. Y.; Riding, R. (ed.). The Ecology of the Cambrian Radiation. New York, NY: Columbia University Press. hlm. 216–237. ISBN 978-0-231-50516-1. OCLC 51852000. Diarsipkan dari asli tanggal 18 November 2007. Diakses tanggal 26 August 2017.
  39. ↑ Burns, B.P.; Goh, F.; Allen, M.; Neilan, B.A. (2004). "Microbial diversity of extant stromatolites in the hypersaline marine environment of Shark Bay, Australia". Environmental Microbiology. 6 (10): 1096–1101. Bibcode:2004EnvMi...6.1096B. doi:10.1111/j.1462-2920.2004.00651.x. PMID 15344935.
  40. 1 2 Narbonne, Guy M. (1998). "The Ediacara biota: A terminal Neoproterozoic experiment in the evolution of life" (PDF). GSA Today. Vol. 8, no. 2. hlm. 1–6. ISSN 1052-5173.
  41. ↑ Tarhan, Lidya G.; Hood, Ashleigh v.S.; Droser, Mary L.; Gehling, James G.; Briggs, Derek E.G. (2016). "Exceptional preservation of soft-bodied Ediacara Biota promoted by silica-rich oceans". Geology. 44 (11): 951. Bibcode:2016Geo....44..951T. doi:10.1130/G38542.1.
  42. ↑ Bowring, S.A.; Martin, M.W. (2001). "Calibration of the Fossil Record". Dalam Briggs; Crowther (ed.). Palæobiology II: A synthesis. Blackwell publishing group. ISBN 978-0-632-05149-6. OCLC 51481754. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2007-06-21.
  43. ↑ Gehling, J.G. (1987). "Earliest known echinoderm – A new Ediacaran fossil from the Pound Subgroup of South Australia". Alcheringa. 11 (4): 337–345. Bibcode:1987Alch...11..337G. doi:10.1080/03115518708619143.
  44. ↑ Gehling, J. G. (1999-02-01). "Microbial mats in terminal Proterozoic siliciclastics; Ediacaran death masks". PALAIOS. 14 (1): 40–57. Bibcode:1999Palai..14...40G. doi:10.2307/3515360. JSTOR 3515360. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2023. Diakses tanggal 8 June 2019.
  45. ↑ Liu, Alexander G. (2016). "Framboidal pyrite shroud confirms the 'death mask' model for moldic preservation of Ediacaran soft-bodied organisms" (PDF). PALAIOS. 31 (5): 259–274. Bibcode:2016Palai..31..259L. doi:10.2110/palo.2015.095. hdl:1983/535d288a-68ee-4481-8553-6b7d2e45dacb. S2CID 132601490. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 30 April 2019. Diakses tanggal 8 August 2018.

Bacaan lanjutan

  • Derek Briggs; Peter Crowther, ed. (2001). Palæobiology II: A synthesis. Malden, MA: Blackwell Science. hlm. Chapter 1. ISBN 978-0-632-05147-2. OCLC 43945263. — Excellent further reading for the keen – includes many interesting chapters with macroevolutionary theme.
  • McMenamin, M.A.S. (1998). The Garden of Ediacara: Discovering the first complex life. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-10558-3. OCLC 3758852. — A popular science account of these fossils, with a particular focus on the Namibian fossils.
  • Wood, R.A. (June 2019). "The rise of animals: New fossils and analyses of ancient ocean chemistry reveal the surprisingly deep roots of the Cambrian explosion". Scientific American. Vol. 320, no. 6. hlm. 24–31.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ediacaran biota.
  • Ediacara Biota di In Our Time di BBC. (listen now)
  • "The oldest complex animal fossils" – Queen's University, Canada
  • "Ediacaran fossils of Canada" – Queen's University, Canada
  • "The Ediacaran Assemblage" – Thorough, though slightly out-of-date, description
  • "Database of Ediacaran Biota" Advent of Complex Life
  • Earth's oldest animal ecosystem held in fossils at Nilpena Station in SA outback ABC News, 5 August 2013. Accessed 6 August 2013.
  • Meet the fossils ABC Landline TV program on Ediacaran fossils at Nilpena (audio + transcript). First broadcast 3 August 2013. Accessed 11 August 2013.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pelestarian
  3. Tikar mikrob
  4. Fosilisasi
  5. Skala pelestarian
  6. Catatan kaki
  7. Referensi
  8. Bacaan lanjutan
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Ediakara

artikel daftar Wikimedia

Kehidupan

bentuk materi yang dapat mengambil energi dari lingkungan untuk replikasi

Biota Francevillian

menunjukkan bahwa bahan di dinding "serbuk sari" mengandung bahan organik. Biota Ediakara Sejarah Kehidupan El Albani, Abderrazak; Bengtson, Stefan; Canfield

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026