Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Fauna kecil bercangkang

Fauna kecil bercangkang adalah kumpulan fosil berukuran beberapa milimeter, yang berasal dari batuan-batuan akhir Ediakara hingga Kambrium Awal. Hampir semua SSF berasal dari batuan yang berumur lebih tua dari batuan tempat di mana hewan-hewan lebih kompleks seperti Trilobita muncul. Kebanyakan SSF terawetkan dengan cara terkubur dengan cepat dengan fosfat. Namun metode penguburan dan pengawetan ini hanya dapat terjadi pada akhir Ediakara hingga awal Kambrian, sehingga paleontolog beranggapan bahwa hewan-hewan yang merupakan bagian dari SSF sudah muncul pada suatu waktu pada periode Ediakara atau bahkan sebelumnya.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Fauna kecil bercangkang" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Maret 2024)
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Fauna kecil bercangkang" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Cloudina, salahsatu anggota dari biota SSF

Fauna kecil bercangkang (Small shelly fauna/SSF) adalah kumpulan fosil berukuran beberapa milimeter, yang berasal dari batuan-batuan akhir Ediakara hingga Kambrium Awal. Hampir semua SSF berasal dari batuan yang berumur lebih tua dari batuan tempat di mana hewan-hewan lebih kompleks seperti Trilobita muncul. Kebanyakan SSF terawetkan dengan cara terkubur dengan cepat dengan fosfat. Namun metode penguburan dan pengawetan ini hanya dapat terjadi pada akhir Ediakara hingga awal Kambrian, sehingga paleontolog beranggapan bahwa hewan-hewan yang merupakan bagian dari SSF sudah muncul pada suatu waktu pada periode Ediakara atau bahkan sebelumnya.

Beberapa fosil dari SSF adalah fosil lengkap dari beberapa jenis organisme, termasuk Cloudina dan moluska mirip siput. Namun, mayoritas dari fosil-fosil SSF terdiri dari potongan-potongan atau fragmen dari hewan-hewan yang lebih besar, seperti spons laut, moluksa, halkieriida (invertebrata kambrium mirip siput), brakiopoda, echinodermata, dan beberapa organisme yang diperkirakan berkerabat dekat dengan leluhur artropoda.

Penjelasan untuk mengapa organisme-organisme SSF (dan sekaligus munculnya biomineralisasi) masih belum diketahui. Penjelasan awal untuk menjelaskan hal ini adalah adanya peningkatan kadar kalsium pada lautan, tetapi kebanyakan SSF terbentuk dari mineral lain, seperti silika. Organisme-organisme SSF pertama muncul pada saat yang bersamaan saat makhluk hidup pertama mulai mengembangkan teknik menggali untuk menghindari predator. Hal ini membuat hewan-hewan SSF sebagai tanda dari langkah awal sebuah balapan evolusi antara predator dan mangsanya yang dapat melindungi dirinya lebih baik.

Ukuran fosil-fosil SSF yang kecil, dan kebanyakan dari mereka berupa potongan, menyebabkan fosil-fosil SSF sulit untuk dipelajari. Namun mereka menyediakan informasi mengenai beberapa perwujudan pertama dari beberapa filum modern, pola dan laju evolusi pada periode Kambrium, serta catatan mengenai hewan-hewan Kambrium, khususnya yang memiliki cangkang.

Bagikan artikel ini

Share:

Artikel Terkait

Fanerozoikum

artikel daftar Wikimedia

Siput

gastropoda bercangkang

Ledakan Kambrium

peristiwa kemunculan filum-filum utama dengan waktu yang cukup "cepat" dan terjadi sekitar 530 juta tahun yang lalu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026