Batu Bulek adalah salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Sumpah Satie Bukit Marapalam dideklarasikan pada 1403 di nagari ini, tepatnya di Puncak Pato, yang menjadi momen peralihan Kerajaan Pagaruyung dari kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Batu Bulek | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Puncak Pato Bukit Marapalam | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Barat | ||||
| Kabupaten | Tanah Datar | ||||
| Kecamatan | Lintau Buo Utara | ||||
| Kodepos | 27293 | ||||
| Kode Kemendagri | 13.04.13.2001 | ||||
| Luas | 11,5 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 8.057 Jiwa (2019) | ||||
| Situs web | batubulek | ||||
| |||||
Batu Bulek adalah salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Sumpah Satie Bukit Marapalam dideklarasikan pada 1403 di nagari ini, tepatnya di Puncak Pato, yang menjadi momen peralihan Kerajaan Pagaruyung dari kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam.[1]

| Utara | Gunung Sago |
| Timur | Nagari Tanjung Bonai |
| Selatan | Nagari Balai Tangah dan Nagari Tepi Selo |
| Barat | Nagari Andaleh Baruah Bukik, Kec. Sungayang dan Nagari Koto Tangah, Kec. Tanjung Emas |
Secara geografis Nagari Batubulek terletak pada 00'23” LS dan 100'39” BT dengan ketinggian 700 – 1,187 M diatas permukaan laut. Secara fisiografis Nagari Batubulek terletak di kaki Gunung Sago, dengan kondisi wilayah secara umum merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Sedangkan daerah datar berkisar antara 0 – 4% saja. Secara umum iklimnya sedang dengan suhu antara 12'C - 24'C, dengan curah hujan rata-rata 2.800 mm/tahun. Sebagian besar hujan turun pada bulan September sampai Februari, curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan tersedianya air yang cukup, sehingga memungkinkan usaha pertanian yang luas dan dapat dikembangkan.[2]


