Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 821/Satria Bupolo adalah satuan infanteri di bawah komando Brigif 27, bagian dari Kodam XVI/Pattimura. Markas satuan ini berada di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 821/Satria Bupolo | |
|---|---|
Lambang Yonif TP 821/Satria Bupolo | |
| Dibentuk | Agustus 2025 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Infanteri |
| Tipe unit | Satuan Tempur |
| Peran | Pasukan Senapan |
| Bagian dari | Brigif 27/Nusa Ina |
| Markas | Namlea, Pulau Buru, Maluku |
| Julukan | Satria Bupolo |
| Moto | Rete Mena Bara Sehe |
| Baret | Hijau |
| Tokoh | |
| Komandan saat ini | Letkol Inf Muhammad Soddiqul Ulum Ely |
Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 821/Satria Bupolo (disingkat Yonif TP 821/SB) adalah satuan infanteri di bawah komando Brigif 27, bagian dari Kodam XVI/Pattimura. Markas satuan ini berada di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.
Yonif 821/Satria Bupolo dibentuk dalam rangka memperkuat pertahanan wilayah Maluku, khususnya di Pulau Buru, yang memiliki posisi strategis di gugusan Kepulauan Maluku. Nama "Satria Bupolo" diambil dari sebutan lokal Pulau Buru, yakni Bupolo, yang berarti tanah leluhur atau tempat asal masyarakat Buru.
Tugas pokok YONIF TP 821/SATRIA BUPOLO Adalah menjalankan pertempuran darat untuk melawan musuh (seperti dalam satuan infanteri biasa) dan melaksanakan pembinaan teritorial untuk mendukung pertahanan, ketahanan pangan, serta pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Batalyon ini berfungsi ganda, yaitu sebagai satuan tempur yang siap menghadapi ancaman langsung, sekaligus sebagai satuan yang aktif berpartisipasi dalam program-program pembangunan di daerah penugasannya.
Markas Yonif 821/Satria Bupolo terletak di Rata Gelombang, Desa Lamahang, Kabupaten Buru, Maluku
Rete Mena Bara Sehe — (Maju Terus Pantang Mundur) adalah semangat yang mengalir di Kabupaten Buru. Di tanah yang kaya akan adat dan budaya ini, berbagai suku telah lama hidup berdampingan, merajut harmoni di tengah keberagaman.